
Keesokan hari nya, Garcia sudah berangkat ke kota B untuk meninjau kantor cabang di sana. Setelah seharian sibuk di kantor cabang akhir nya dia bisa istirahat di apartemen mewah milik nya. Dia duduk di sofa dengan pakaian kantor nya sambil memainkan ponsel nya. Sedangkan Divna dia berada di dapur dan memasak hidangan untuk makan malam.
“Cia udah siap, ayo makan dulu” Ucap Divna memanggil Garcia
Garcia langsung menaruh ponsel nya dan pergi menghampiri Divna yang mulai duduk di meja makan. Mereka mulai makan malam dengan tenang tanpa pembicaraan sedikit pun hingga acara makan malam mereka berakhir.
“Besok pagi pagi kita balik ke ibukota” Ucap Divna membereskan piring bekas mereka
“Gua bantu” Ucap Garcia yang ikut membereskan piring
“Gausah, lu istirahat aja hari ini lu sibuk banget. Mending tidur buat pulihin tenaga” Ucap Divna
“Iya” Jawab Garcia yang terus membantu Divna tanpa mempedulikan ucapan Divna
“Nih anak kalo di bilangin” Ucap Divna
Setelah selesai beres-beres Garcia langsung menuju ke kamar nya untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Cukup lama dia berada di kamar mandi hingga akhirnya dia keluar setelah 30 menit dengan handuk yang dililitkan di tubuh nya.
Saat ingin berganti pakaian tiba-tiba ponsel nya berbunyi dia pun langsung menghampiri nakas untuk mengambil ponsel nya dan melihat siapa yang menghubungi nya. Saat tahu orang yang menghubungi nya dia langsung menjawab telpon itu. Garcia mendengar kan semua ucapan dari seseorang di sebrang dengan serius sambil berganti pakaian. Mereka melakukan pembicaraan dengan serius begitu lama hingga akhirnya telpon itu berakhir saat Divna baru saja masuk ke dalam kamar Garcia.
“Ci” Panggil Divna
“Kenapa?” Tanya Garcia menaruh ponsel nya di nakas dan menatap Divna yang menghampiri nya
“Ada tamu spesial yang pingin ketemu sama lu” Ucap Divna
Garcia pun mengerutkan keningnya, siapa tamu yang di maksud Divna yang menghampiri nya sampai apartemen. Apa mungkin Reina? Karena mereka sempat bertemu tadi siang saat Garcia melakukan rapat di sebuah Restoran.
“Siapa?” Tanya Garcia
“Liat aja” Jawab Divna lalu pergi dari kamar Garcia
“Oh ya gua pergi ke supermarket bentar ya” Sambung Divna sebelum benar-benar pergi dari kamar Garcia
“Mungkin Reina” Ucap Garcia lalu berjalan keluar dari kamar nya
Dia keluar dari kamar nya menggunakan dress tidur dengan kimono yang tidak dia ikat. Dia berjalan menuju ke ruang tamu namun dia tidak melihat siapa-siapa dan hanya melihat sebuah bunga.
“Loh Reina mana? Kenapa ada bunga segala” Ucap Garcia
“Kenapa setiap bertemu kamu selalu menggoda ku, babe.” Ucap seseorang dari arah belakang Garcia
Mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya Garcia langsung membalikkan badannya hingga kepala nya terbentur dada bidang seorang pria. Pria itu langsung menarik pinggang Garcia mendekat pada nya. Garcia mendongak dan menatap wajah tampan pria itu yang tak lain adalah Bryant.
“Bagaimana bisa kamu tahu lokasi ku?” Tanya Garcia
“Pasti kak Divna kan?” Tanya Garcia
“Aku merindukanmu” Ucap Bryant memeluk Garcia
“Kapan hari kamu tidak merindukan ku hmm?” Tanya Garcia membalas pelukan Bryant
“Tiap detik aku selalu merindukan mu” Ucap Bryant dah di balas kekehan oleh Garcia
“Apa kamu akan terus memelukku seperti ini?” Tanya Garcia
“Jika aku melepaskan pelukan aku takut memakan mu” Ucap Bryant
“Hahaha lemah sekali iman mu” Ucap Garcia
“Bukan iman ku yang lemah tapi kamu terlalu menggoda” Ucap Bryant
“Sama saja” Ucap Garcia
“Lepaskan aku dan berbaliklah” Ucap Garcia
“Aku tidak mau” Jawab Bryant
“Bryant” Ucap Garcia
“Lihatlah aku” Ucap Bryant
Garcia pun mendongak menatap wajah Bryant yang tengah tersenyum kepada nya. Bryant mulai mengecup bibir Garcia berkali-kali hingga membuat Garcia kesal.
“Bryant hentikan!” Ucap Garcia menutupi bibir nya
“Bibir mu membuatku candu, apa boleh buat” Ucap Bryant
“Ck, kamu ini” Ucap Garcia menatap kesal ke arah Bryant
.
.
Hai guys... Gimana Hari ini?
Hari ini author capek banget kenapa hari senin selalu bikin capek ya haha apa mungkin hari senin adalah hari yang jauh dari weekend?.