
Sudah beberapa minggu setelah kecelakaan itu, di dalam sebuah kamar seorang gadis yang masih tak sadarkan diri. Dokter pribadi baru saja memeriksa keadaan nya. Setelah dokter itu pergi gadis itu yang tak lain adalah Garcia mulai menggerakkan tangannya dan perlahan dia membuka matanya.
Setelah terbuka sempurna dia melihat sekeliling ruangan yang tampak asing baginya. Dia mencoba duduk dan memperhatikan sekeliling hingga seorang pria paruh baya masuk ke kamar nya.
Melihat itu Garcia memelototkan matanya kaget dan tanpa sadar air matanya terjatuh.
“Daddy?” Lirih Garcia sambil menangis
Orang yang di panggil Daddy oleh nya terkejut melihat Garcia sudah sadar. Perlahan dia menghampiri Garcia dan dengan gerak cepat Garcia langsung memeluk tubuh pria paruh baya yang sangat dia rindukan selama bertahun-tahun.
“Daddy, daddy masih hidup? Ucap Garcia sambil menangis memeluk erat Malvin
Malvinson bertambah kaget saat Garcia tiba-tiba memeluk nya. Dia langsung tersenyum dan membalas pelukan Garcia. Dia mengelus punggung Garcia dengan tujuan meraba punggung Garcia ini termasuk kesempatan emas baginya. Dia juga mencium harum wangi rambut Garcia meskipun sudah tak sadarkan beberapa minggu.
“Daddy, Garcia rindu Daddy” Ucap Garcia yang masih menangis
“Daddy juga” Jawab Malvin
Garcia pun melepaskan pelukannya dan menatap Daddy nya dengan senyuman meskipun air mata nya terus menetes. Melihat itu Malvin menghapus air mata Garcia dan tersenyum menatap Garcia.
“Jangan nangis, nanti cantik nya ilang loh” Ucap Malvin menghapus air mata Garcia
“Daddy, bagaimana dengan Mommy?” Tanya Garcia
Malvin menunduk dan berakting sedih dia memutuskan untuk menjadi Mario palsu saat Garcia memanggil nya sebagai Daddy sejak kedatangan nya.
“Maafin Daddy” Ucap Malvin meneteskan air mata
Mendengar itu Garcia ikut menangis dia paham arti dari ucapan Daddy nya yang berarti Mommy nya tidak selamat. Garcia pun langsung menghapus air mata palsu Malvin dan memeluk Malvin untuk menenangkan nya.
“Maafin Daddy sayang” Ucap Malvin terus menangis di pelukan Garcia
“Daddy gak perlu minta maaf, ini semua salah mereka” ucap Garcia sambil menangis
Malvin pun tersenyum licik dan masih berpura-pura menangis di dalam pelukan Garcia.
“Garcia seneng Daddy masih hidup” Ucap Garcia melepaskan pelukannya
“Daddy juga seneng kamu selamat” Ucap Malvin mengelus pipi lembut Garcia
“Tapi ini dimana Dad?” Tanya Garcia yang baru sadar dia berada di tempat asing
“Rumah Daddy” Jawab Malvin sambil tersenyum
Saat sedang berbicara tiba-tiba seorang pria bertopeng mengetuk pintu yang masih terbuka itu.
“Masuk” Ucap Malvin
“Baiklah” Ucap Malvin
Malvin pun menatap Garcia yang sedang menatap anak buah nya dengan tatapan penuh selidik.
“Dia anak buah Daddy, dia akan jaga di depan pintu kamar mu. Kalo butuh apa-apa panggil dia aja” Ucap Malvin dan di angguki oleh Garcia yang merasa jelas dengan identitas pria bertopeng itu meskipun di dalam pikiran nya masih tersimpan banyak pertanyaan
“Nanti Daddy jelasin lebih jelas nya ya. Daddy harus pergi. Kamu Istirahat dulu biar nanti Daddy panggil dokter yang merawat mu.” Ucap Malvin sambil mengelus lembut rambut Garcia
“Ya Dad” Ucap Garcia
Malvin pun tersenyum mendapatkan jawaban dari Garcia dan menatap anak buah nya mengkode untuk pergi. Malvin dan pria bertopeng itu langsung keluar dari kamar Garcia.
“Ini bukan mimpi kan?” Tanya Garcia pada dirinya sendiri
Sesaat dia tersenyum dia sangat senang mendapati Daddy nya masih hidup. Tak lama dokter wanita pun masuk ke kamar nya dan menatap Garcia dengan senyuman ramah.
“Selamat siang nona” Ucap Dokter itu
“Siang dok” Jawab Garcia
Dokter itu tersenyum dan mulai memeriksa keadaan Garcia. Sementara di ruangan Malvin ada James yang sedang menunggu nya.
“Lama banget, dari mana lu?” Tanya James
“Dari kamar nya” Jawab Malvin duduk di hadapan James
“Rajin banget jengukin dia” Ucap James
“Dia udah sadar” Ucap Malvin mengambil rokok dan menyalakan nya
“Hah? Terus?” Tanya James
“Aman, dia ngira gua bokap nya” Jawab Malvin
“Dan lu sebaiknya jangan muncul dengan terang-terangan, dia tahu wajah mu. Gua mau mainin peran sebagai Daddy nya dulu” Sambung Malvin
“Siap” Ucap James
“Gimana Operasi nya?” Tanya Malvin
“Aman, barang sampe tanpa ada masalah” Jawab James
“Bagus” Ucap Malvin