
Setelah puas tertawa mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah namun di tengah perjalanan langkah Divna terhenti ketika mendengar suara dering ponsel nya. Dia langsung mengambil ponsel nya di dalam saku dan melihat siapa yang menghubungi nya.
“Tumben” Ucap Divna ketika melihat nama yang tengah menelpon nya
“Siapa?” Tanya Samuel
“Bang Ronald” Jawab Divna lalu mengangkat telpon nya
...Bang Ronald...
...Panggilan terhubung...
^^^Halo, kenapa bang^^^
Kamu dimana? Ke H7D sekarang! Bawa Garcia
Ucap Ronald dengan nada serius nya
^^^O-oh oke, tapi Garcia lagi liburan sama keluarga nya^^^
Kamu cepet kesini
Ucap Ronald dan langsung mematikan telponnya
“Ada apa?” Tanya Samuel yang melihat wajah gusar Divna
“Gatau, bang Ronald keliatan serius banget di telpon pasti ada apa-apa ini” Ucap Divna yang panik
“Gua harus balik, lu sama tuan Bryant tetep di sini aja” Ucap Divna
“Gua pergi dulu” Sambung nya langsung berlari masuk ke dalam
Sementara di H7D, Ronald dan yang lainnya tengah panik dengan keadaan William saat ini. Beberapa saat lalu William mendapat serangan dari lawan yang tak terduga dan kini kondisi nya sedang tidak sadarkan diri akibat luka yang cukup serius yang di terima nya.
“Apa lu sudah nemuin yang gua minta?” Tanya Ronald dengan nada dingin pada Fadil
“Sudah, lihat lah” Ucap Fadil mengarahkan laptop nya pada Ronald
Ronald melihat hasil lacakan yang di lakukan oleh Fadil. Dia melihat nya dengan bingung seperti mereka tidak pernah memiliki masalah dengan mafia ini terlebih lagi ini adalah mafia luar.
“Lu kenal mereka bang?” Tanya Fadil
“Hell Devil, Mafia Inggris” Jawab Ronald
“Kita ada masalah sama mereka?” Tanya Arya
“Mungkin karena Garcia mengusik nya dulu” Jawab Kevin
“Maksud mu?” Tanya Ronald
“Dulu Garcia pernah menggagalkan rencana mereka untuk melakukan jual beli manusia” Ucap Kevin
“Sekarang dimana dia?” Tanya Rendy
“Dia-“ Jawab Andre namun terpotong oleh kedatangan seseorang
“Gua disini” Jawab Garcia yang tiba-tiba datang dan masuk ke ruang santai
“Bukannya kamu masih liburan bersama keluarga mu?” Tanya Ronald
“Gimana cerita nya” Tanya Garcia dengan nada dingin tanpa menjawab pertanyaan Ronald
Ronald menceritakan semua kejadian tadi sore yang di alami oleh William. Garcia hanya mendengar semua penjelasan Ronald dengan seksama.
“Dimana Bang Willi?” Tanya Garcia setelah selesai mendengar penjelasan Ronald
Tanpa basa basi Garcia langsung pergi dari ruang santai dan turun ke lantai 3 untuk melihat keadaan William saat ini. Ronald dan yang lainnya mengikuti Garcia dari belakang dan saat sampai di lantai 3 mereka berpapasan dengan Divna yang baru saja ingin ke lantai 4.
“Loh ini mau kemana?” Tanya Divna namun mendapat kode untuk diam dari Kevin
Divna yang mengerti hanya diam dan mengikuti kemana mereka pergi. Sampailah mereka di ruang rawat William mereka semua masuk ke dalam dan melihat dokter Lia yang baru saja selesai memeriksa keadaan William.
“Bagaimana keadaannya?” Tanya Garcia
“Sudah lebih baik dari beberapa jam sebelum nya” Jawab Dokter Lia
“Bang William kenapa?” Tanya Divna yang syok
“Dia dapet serangan dari mafia yang tak terduga” Jawab Arya
“Maksud nya?” Tanya Divna bingung
“Hell Devil” Jawab Kevin
“Bagaimana mereka bisa tahu bahwa bang William bagian dari kita?” Tanya Divna
“Itu yang gak gua tahu” Jawab Kevin
“Ci” Ucap Divna meminta penjelasan
“Ceritanya panjang” Jawab Garcia
“Apa ini ada hubungannya dengan lu gagalin bisnis mereka?” Tanya Divna
“Gak, Lu tanya sendiri sama dia kalo udah bangun” Ucap Garcia lali pergi dari ruang rawat
“Sebenernya apa telah terjadi” Ucap Ardi yang bingung dengan situasi saat ini
“Kalian berlima cari tahu soal Hell devil sebanyak mungkin” Perintah Divna
“Kenapa? Karena urusan ini?” Tanya Andre
“Salah satu nya ya” Jawab Divna
“Salah satu nya lagi?” Tanya Andre
“Garcia curiga Hell Devil ada hubungan nya dengan Demon Blood” Ucap Divna
“Dia nyuruh FG buat nyeledikin juga” Sambung nya
“Kenapa masalah seserius ini gak pernah dia bicarain ke kita?” Tanya Ronald
“Bagian kalian ada di Demon Blood bang” Ucap Divna
“Kita semua bagi tugas untuk rencana balas dendam ini, bahkan sampai sekarang kita masih belum tahu siapa ketua yang sebenarnya” Sambung Divna dan dapat di pahami oleh Ronald
“Sebaiknya kita bahas ini di ruang santai, biarin bang William istirahat dulu” Ucap Roy yang sejak tadi hanya menyimak obrolan
“Ayo” Ucap Divna dan diangguki oleh semua nya
.
.
.
Hai guyss... Gimana Hari Ini?
Ihh author kiraa hari ini minggu lohh mangkanya kemarin author bilang gak update dulu ehh ternyata baru hari sabtu dong. Maaf yaa. Tapi besok hari minggu author gak update dulu, oke?. Mau istirahat total mulihin stamina hehe. Sampai jumpa hari senin guys...