
Mereka melanjutkan makanan mereka hingga habis dan tiba-tiba pria itu mendapat kan notif pesan yang membuat nya harus meninggalkan Garcia sebentar.
“Maaf, aku harus pergi sebentar. Tunggu di sini setelah aku kembali akan aku antar pulang” Ucap Pria itu ketika melihat isi pesan yang masuk itu
Garcia yang sedang minum susu hanya melirik nya dan mengangguk setelah meletakkan susu itu kembali ke nampan.
“Biar aku bawa” Ucap Pria itu membawa nampan berisikan piring dan gelas bekas mereka
“Jangan kemana-mana” Peringat pria itu lalu pergi
Melihat Pria itu sudah pergi, Garcia beranjak dari tempat duduk nya menuju ke balkon kamar pria itu dan melihat pemandangan yang ada di luar. Dia melihat sekeliling dan bisa di pastikan tempat ini berada di tengah-tengah hutan.
“Kenapa gua selalu nyaman di deket dia” Gumam Garcia menatap pemandangan yang ada di depan matanya
“Bahkan saat dia ngomong soal tadi kenapa hati gua percaya bahwa dia gak mungkin lakuin hal itu meskipun semua bisa aja terjadi dan terbukti semua itu bohong” Sambung nya yang semakin bingung dengan dirinya
Garcia menghembuskan nafas kasar nya lalu kembali masuk ke dalam dan berkeliling di sekitar kamar melihat semua dekorasi kamar yang menurut nya menarik.
Kini dia duduk di pinggiran ranjang dan menatap sekeliling kamar yang sangat luas itu. Dia tidak sengaja melihat sebuah figura yang berada di atas nakas di samping ranjang mereka yang berisikan foto pria itu sewaktu masih ia kecil. Garcia mengambil nya dan tersenyum ketika melihat foto bocah laki-laki yang sama sekali tidak tersenyum.
“Dia lucu juga waktu kecil” Ucap Garcia lalu kembali menaruh foto itu ke tempat semula
Matanya tak sengaja menangkap sebuah laci yang sedikit terbuka. Dia berencana menutup nya namun ketika melihat sebuah figura kecil berisikan foto, dia langsung mengurungkan niatnya dan membuka lebar laci itu. Betapa kaget nya dia ketika melihat sebuah foto dirinya sewaktu kecil bersama dengan pria itu sewaktu kecil. Garcia langsung mengambil figura itu untuk melihat nya dengan jelas.
“Ini gua. Kenapa gua bisa foto bareng sama dia? Apa dulu gua kenal sama dia? Pantas saja aku merasa dia bukan orang asing. Tapi, siapa dia?” Ucap Garcia yang bertanya-tanya
“Dia tidak ingin aku melihat ini jadi menyembunyikan nya?” Ucap Garcia yang bingung
“Bryant Atmaja Wildert, sebenarnya siapa kamu dalam hidup ku?” Ucap Garcia yang terus menatap foto itu
Ya, orang yang membawa Garcia pergi dari club dan menenangkannya sewaktu marah kemarin malam adalah Bryant. Orang yang selama beberapa bulan ini selalu mengobrak-abrik pikiran Garcia.
Mendengar suara pintu yang akan terbuka, Garcia langsung mengembalikan lagi foto itu ke tempat semula. Dia langsung berbalik dan melihat Bryant yang baru saja masuk.
“Tidak ada” Jawab Garcia santai
“Hari ini aku sudah minta izin ke sekolah mu dan aku ingin hari ini kita menghabiskan waktu bersama selama sehari. Anggap saja ini imbalan ku karena telah membawa mu pergi dari club.” Ucap Bryant
“Aku tidak setuju, lagian siapa suruh lu bawa gua pergi dari sana” Ucap Garcia kesal
“Aku tidak minta mu pendapat mu, sayang. Ini perintah! Dan aku tidak terima penolakan, ingat itu” Ucap Bryant mendekatkan wajah nya lalu mencubit pipi Garcia dengan kuat hingga membuat si korban berteriak kesakitan
“AWW SAKIT” Teriak Garcia
“Jangan keras-keras, nanti seluruh anak buah ku bisa salah paham” Ucap Bryant yang menggoda Garcia
“Cihh kamar doang yang gede tapi gak kedap suara” Ucap Garcia meremehkan
“Mau coba kamar ini kedap suara atau tidak? Aku akan membuat mu berteriak sangat kencang dan kita lihat apa mereka mampu mendengar nya” Ucap Bryant yang tersenyum menggoda membalas ejekan dari Garcia
“Dasar mesum!” Ucap Garcia kesal dan hanya di tertawai oleh Bryant
“Ayo kita keluar, jika terus di kamar. Orang-orang akan mengira kita pengantin baru” Ucap Bryant yang langsung menarik Garcia untuk ikut dengannya
“Pengantin baru matamuu” Ucap Garcia kesal namun hanya di balas tawa oleh Bryant
.
.
.
Hai, gimana hari ini? Besok gak update dulu ya.