My Mafia Girl

My Mafia Girl
Hanya memastikan



Mereka langsung menaiki mobil dan menuju ke sebuah tempat yang menjadi perjanjian antar 2 mafia yang ingin mereka tuntaskan hari ini.


Di sebuah tempat yang menjadi perjanjian penjualan manusia ini ada beberapa orang yang sudah siaga menjaga tempat tersebut baik dari pihak dalam maupun dari pihak luar.


“Kenapa anda turun tangan sendiri hanya untuk hal ini bos? Padahal saya bisa mengatasi transaksi ini” Ucap seorang pria yang bernama Terios


“Aku hanya ingin memastikan saja, kau temui saja bos itu dan dapatkan apa yang harus kita dapatkan” Jawab seorang pria yang di panggil bos itu


“Baik bos” Ucap Terios


“Saya pamit” Sambung nya


Setelah kepergian anak buah nya, pria itu tetap berdiri di sebuah tempat tersembunyi dan melihat daerah yang menjadi tempat transaksi.


Di sisi lain Garcia dan yang lainnya sudah sampai di tempat. Mereka langsung turun berpencar ke arah yang berbeda-beda dan bersembunyi sambil mengintai orang-orang yang sedang melakukan transaksi.


“Ada 80 orang yang masih hidup” Ucap Divna pada yang lain menggunakan earphone yang menghubungkan antara mereka bersembilan


“Ada 3 koper yang kemungkinan itu berisikan 2/3 orang” Sambung Divna yang memang mengintai dari dekat


“Maksud mu mereka sudah membunuh nya? Itu sangat merugikan kak jika mereka ketahuan di tengah-tengah perjalanan” Ucap Arya


“Itu hal yang mudah untuk menyelundupkan hal seperti ini bagi seorang mafia kelas atas” Ucap Divna


“Maksud mu lawan kita sekarang mafia kelas atas?” Tanya Arya yang kaget


“Tidak ada waktu untuk terus bertanya Arya, lebih baik lu sama Ardi pergi mendekat ke arah mereka” Ucap Garcia


“Baik” Jawab mereka berdua


“Za gimana kondisi sekitar?” Tanya Garcia


“Di arah serong kanan Kak Divna gak jauh dari posisi Fadil ada beberapa orang yang bawa senapan dengan jenis Desert Eagle” Jawab Mauza yang bertugas mengintai seluruh area dengan mengunakan sebuah drone transparan ciptaan nya sendiri


“Desert Eagle ya?” Ucap Garcia tersenyum miring


“Ah ada 3 orang di setiap atap gedung yang sudah siap dengan senapan nya. Ada beberapa orang juga yang mengepung daerah ini selain kita. Penjagaan yang begitu ketat” Ucap Mauza


“Ada 3 gedung yang menghadang daerah ini jadi ada 6 orang yang mengawasi. Dengan penjagaan seketat ini berarti pertemuan ini bukan hanya sekedar transaksi penjualanan manusia tapi juga narkobaa dan juga mereka sudah antisipasi dengan kedatangan ku ya” Gumam Garcia tersenyum smrik


“Berapa total dari keseluruhan?” Tanya Garcia


“Rendy sama Roy lakukan sesuai rencana. Bereskan yang ada di atas” Ucap Garcia


“Baik Queen” Ucap mereka berdua kompak


Rendy dan Roy yang memang satu tim dan menjadi pemimpin anggota yang sudah di persiapkan oleh Garcia langsung menuju ke atap-atap gedung untuk membereskan para sniper yang berjaga.


“Oke, seluruh nya bersiap untuk menyerang” Ucap Garcia pada Earphone yang menyambung ke semua orang


“Baik Queen” Jawab seluruh anggota


“Maju!” Ucap Garcia


Sebuah tembakan di layangkan ke arah orang-orang yang sedang melakukan transaksi itu. Fadil dan anggota yang di pimpin nya maju terlebih dahulu dan juga Arya dan Ardi yang menyusul bersama anggota yang di pimpin nya.


“Argh siall lagi-lagi Mafia MOTD mengacau” Ucap salah seorang bos mafia Tigre Fou


“SERANG MEREKA!” Titah Bos Tigre Fou menyuruh anak buah nya melawan


“BUNUH MEREKA SEMUA YANG MENGHALANGI SESUAI PERINTAH!” Ucap Terios


Peperangan pun terjadi di antara ketiga Mafia itu. Nabila dan Divna langsung mengamankan orang-orang yang masih hidup ke tempat dimana ada Mauza yang sedang menunggu di mobil sambil mengawasi sekitar. Sedangkan Garcia dia dan 10 anggota yang bersama nya masih diam mengintai peperangan yang terjadi.


“Argh siall jika seperti ini aku akan kalah. Aku harus kabur” Ucap Bos mafia Tigre Fou itu mencoba melarikan diri dari peperangan


“Dasar pengecut” Ucap Terios ketika melihat Bos mafia Tigre Fou


Melihat target nya ingin melarikan diri Garcia langsung muncul di hadapan nya dan menyapa orang itu dengan ‘sangat ramah'.


“Hai” Sapa Garcia


“Mau kemana?” Tanya Garcia


.


.


Hai guys... Gimana Hari ini? Semua oke kan?


Hari kedua setelah senin yaitu selasa ntah kenapa ya tapi hari senin sama selasa itu kadang terasa lama banget beda sama hari-hari yang lain. Iya gak sih?