
Fadil melihat kedua tangan Garcia yang mengambil 2 kaleng minuman.
"Ternyata lagi bareng" Batin nya tersenyum miris
Tadinya Fadil ingin mengajak Garcia untuk berjalan-jalan di halaman belakang sambil mengobrol tapi ternyata Garcia sedang bersama orang lain.
“Mau ngomong apa Dil?” Tanya Garcia yang merasa Fadil ingin mengatakan sesuatu dengan mencegah nya
“Ah, nggak. Gapapa.” Ucap Fadil melepaskan tangan nya sambil tersenyum menatap Garcia
“Oh yaudah gua duluan ya, luka mu cepet minta obatin kak Lia” Ucap Garcia
“Iya” Jawab Fadil
Garcia langsung pergi dari sana bersama Bryant. Fadil melihat mereka dari belakang dan hanya tersenyum pahit melihat kedekatan mereka berdua. Dia langsung mengambil kaleng minuman dari dalam kulkas dan kembali ke kamar nya.
Sementara di posisi Garcia, saat ini dia berada di balkon kamar nya bersama Bryant. Garcia tengah mengerjakan tugas kantor nya di temani Bryant yang duduk di depannya
“Siapa dia?” Tanya Bryant
“Siapa?” Tanya balik Garcia bingung
“Cowo tadi” Jawab Bryant
“Sahabat ku, sama kayak kak Divna. Kami bertujuh berteman sejak kecil. Kayak nya waktu kecil aku pernah cerita ke kamu” Ucap Garcia
“Aku udah lupa” Jawab Bryant
“Cuma sahabat?” Tanya Bryant
“Ya”
“Syukurlah” Ucap Bryant
“Apanya?” Tanya Garcia
“Nggak” Jawab Bryant
Mendengar jawaban Bryant, Garcia hanya menggeleng kan kepalanya dan kembali fokus ke tugas kantor nya.
Garcia melanjutkan pekerjaan nya dan Bryant tetap berada di depan nya sambil memperhatikan Garcia.
“Kenapa?” Tanya Garcia tanpa mengalihkan perhatian nya
“Apanya?” Tanya balik Bryant
“Kenapa ngeliatin aku?” Tanya Garcia menatap Bryant
“I know that” Ucap Garcia dan di balas tawa oleh Bryant
Malam hari nya, semua anggota inti di panggil ke markas. Bukan untuk sesuatu hal yang penting mereka semua di panggil untuk bersenang-senang di bar lantai atas. Saat ini beberapa anggota inti sudah berada di bar lantai atas dan menunggu yang lainnya datang.
“Eh Mauza sama Nabila belum balik ke H7D?” Tanya Rendy
“Malam ini sih mereka balik” Jawab Divna
“Ohh” Jawab Rendy
Sementara di posisi Garcia, dia berada di ruangannya bersama Mauza dan Nabila yang baru saja kembali dari tugas mereka dan saat ini mereka tengah melaporkan tentang keberhasilan tugas mereka.
“Kerja bagus guys” Ucap Garcia
“Terimakasih atas pujian nya” Ucap Nabila
“Ayo naik, kayak nya mereka udah nunggu” Ucap Mauza
“Kalian duluan aja” Ucap Garcia
“Oke kita duluan” Ucap Nabila
Melihat kedua temannya sudah pergi, dia mulai mengecek laporan yang dia dapat dari Selena dan menggabungkan dengan berkas yang pernah Bryant berikan padanya.
“Daddy ada hubungannya sama Mafia itu? Orang itu emang berkhianat dan melaporkan semua hal tentang mafia kami ke musuh tapi laporan terbaru dari Selena ini ngebuat gua bingung. Emang gua belum yakin itu beneran Daddy atau bukan tapi semua nya persis sama Daddy tapi kenapa dia terlihat di sekitaran markas musuh yang pernah menyerang nya dulu?” Tanya Garcia bertanya-tanya
Tempat markas terbaru dari mafia Blood Demon sudah di ketahui oleh Garcia. Dia juga sudah mulai bergerak sedikit demi sedikit namun sebelum dia menghancurkan markas itu dia ingin memastikan kabar tentang Daddy nya.
Saat sedang sibuk dengan pikirannya dia di kejutkan dengan Bryant yang tiba-tiba masuk ke ruangannya dan duduk di depannya sambil menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Garcia
“Astaga, bikin kaget aja sih” Ucap Garcia
“Lagi ngapain sih sampe gak sadar aku ada di sini” Ucap Bryant mencoba melihat layar laptop Garcia
“Bukan apa-apa” Ucap Garcia menutup laptopnya
“Ayo ke atas mereka pasti udah nunggu lama” Sambung Garcia beranjak dari duduk nya
“Oke” Ucap Bryant dengan senang menggandeng tangan Garcia
“Ngapain?” Tanya Garcia sambil mengangkat tangannya yang di gandeng
“Biar gak nabrak, kamu kan tadi ngelamun siapa tahu ngelamun juga pas jalan kan” Ucap Bryant
Garcia hanya membiarkan nya dan langsung naik menuju ke bar. Sesampainya di bar dia menjadi pusat perhatian karena tangannya yang di gandeng oleh Bryant.