
“Hahaha... Ternyata pacar ku berpikiran kotor tentang ku ya” Ucap Bryant yang terus tertawa terlebih lagi wajah merah Garcia saat ini membenarkan semua nya
“Nakal ya” Sambung Bryant dengan senyum menyebalkan
“Apa kamu membayangkan betapa kuat nya aku di ranjang hmm? Atau bagaimana caraku berma-“ Ucap Bryant yang terputus akibat telpon yang di matikan oleh Garcia
“Hahaha wajah nya lucu sekali. Kalo begini bagaimana aku bisa tahan. Oh god, aku bisa gila karena gadis itu” Ucap Bryant lalu menaruh ponsel nya di atas nakas dan dia pergi ke ruang ganti.
Di sisi lain wajah Garcia merah padam mendengar ucapan Bryant yang terlalu vulgarr itu. Dia melemparkan ponsel nya begitu saya dan menutupi wajah nya dengan bantal.
“Benar-benar memalukan” Ucap Garcia yang tertangkap basah memikirkan hal kotor
Ting
Sebuah pesan masuk di ponsel Garcia, dia langsung melihat isi pesan itu yang ternyata dari Divna. Saat membaca pesan dari Divna, Garcia buru-buru beranjak dari ranjang nya dan duduk di sofa dengan laptop di hadapannya. Sesaat setelah melihat isi laptop wajah Garcia berubah menjadi kesal. Baru saja dia mau beristirahat dari pertempuran melelahkan sekarang malah ada masalah baru lagi. Garcia langsung menelpon Divna dan menyuruh nya untuk ke kamar nya segara.
“Ke kamar gua sekarang” Ucap Garcia dan langsung mematikan telpon tanpa menunggu jawaban dari orang di sebrang
Tak lama sistem kamar (DG) memberitahukan bahwa Divna sudah ada di depan kamar. Garcia langsung memerintahkan untuk membukakan pintu untuk Divna.
Divna pun masuk dan menghampiri Garcia yang sedang fokus dengan laptop di hadapannya itu. Dia langsung duduk di samping Garcia dan ikut melihat isi laptop.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Garcia dengan nada serius
“Bagaimana bisa data perusahaan bocor begitu aja? Bukannya sistem keamanan kita sangat kuat” Sambung Garcia
“Sepertinya orang dalam yang membocorkannya. Gua sama bang Ronald masih nyari siapa yang berani bocorin. Untung nya tadi bang Ronald bisa ngehandle dan cuma sedikit yang bocor. Untuk data yang bocor itu bakal di atasi sama bang Willi.” Jelas Divna
“Cepet beresin semua nya sampe tuntas dan cari orang itu.” Ucap Garcia
“Baik” Jawab Divna
“Lalu ini apa?” Tanya Garcia menunjukan sebuah email dari seseorang
“Mereka meminta kita mengawal orang yang sangat penting saat berkunjung ke italia, jepang, dan amerika. Dalam kunjungan ini di yakinkan bahwa ada orang-orang yang mengincar 'orang penting' itu. Terlebih lagi ketiga negara itu memiliki mafia-mafia yang kuat pastinya musuh akan berfikir menyewa para mafia untuk tugas ini kan.” Ucap Divna
“Berapa lama?” Tanya Garcia
“Sekitar 3 minggu 5 hari kalo semuanya berjalan lancar” Jawab Divna
“Bulan ini lu bener-bener sibuk Ci, besok lu ada kunjungan ke kantor pusat sama kantor cabang di kota B. Besok nya lu ada Rapat sama Bryant. Minggu depan kita berangkat ke italia.” Ucap Divna
“Maksud mu bulan ini kita ngawal mereka? Kenapa mendadak banget? Seharusnya jika mereka berniat meminta kita buat ngawal mereka harus ada pemberitahuan sebulan sebelum nya.” Ucap Garcia yang kesal
“Gua juga udah bilang hal itu sama mereka. Dari pihak mereka Cuma minta maaf dan bilang kalo ini kunjungan rahasia yang gak bakal di ketahui publik” Jawab Divna
“Kalo gini caranya bulan ini gua gak bisa ke inggris” Batin Garcia
“Bagaimana dengan jadwal ku bulan depan? Apa ada jadwal kosong?” Tanya Garcia
“Awal bulan seperti biasa, cukup sibuk. Tapi pertengahan bulan cukup longgar. Gak banyak janji yang di buat di pertengahan bulan depan. Kenapa emang?” Tanya Divna
“Tanya aja” Jawab Garcia
“Berapa bayaran yang mereka tawarkan?” Tanya Garcia mengalihkan pembicaraan
“Lumayan, sekitar 20T” Ucap Divna
“Gimana? Ambil?” Sambung Divna
“Ambil” Jawab Garcia lalu menyenderkan tubuh nya di sofa
“Lu pasti capek ya?” Tanya Divna
“Capek itu pasti kak, tapi tujuan gua masuk ke dunia ini aja masih belum terselesaikan. Gimana gua bisa berhenti. Sekali nya masuk bakal susah keluar.” Jawab Garcia
“Gua yakin lu pasti bisa” Ucap Divna menepuk pundak Garcia
“Thanks” Jawab Garcia
“Gua balik kamar dulu. Lu istirahat aja” Ucap Divna dan hanya di balas deheman oleh Garcia
Divna pun melangkah pergi meninggalkan kamar Garcia. Setelah Divna pergi, Garcia langsung bangun dan mengontak-atim laptop nya mencari sesuatu. Setelah dia menemukan sesuatu dia hanya terdiam menatap sebuah foto seorang pria paruh baya.
“Apa Daddy beneran masih hidup?” Tanya Garcia menatap sebuah foto kiriman dari Selena dan meraba nya
Latar belakang ibukota inggris di sebuah foto itu membuat tekad Garcia ingin cepat-cepat pergi ke inggris. Namun dia harus memikirkan segala sesuatu yang berisiko terlebih lagi inggris tempat musuh nya berada.
“Jika itu benar-benar Daddy, tolong tunggu Cia sampai bulan depan Dad” Ucap Garcia
.
.
Hai guys.. Gimana hari ini?
Maaf ya lama, ponsel author rusak padahal waktu malem nya baik-baik aja eh pas pagi nya ponsel author cuma nyala mati nyala mati dan cuma nampilin logo aja. Sekarang pun masih dalam proses perbaikan semoga cepet bisa dehh... Aamiin. Ini aja author pinjem ponsel mami author dan baru bisa ngabarin kalian sekarang karena author lupa dulu author daftar pakek apa huhu.