My Mafia Girl

My Mafia Girl
Tikus peliharaan



“Kenapa dia tidak menjawab nya” Ucap Bryant menatap layar ponsel nya


“Lebih baik aku mandi dulu” Ucap nya langsung beranjak menuju ke kamar mandi


Sementara di posisi Garcia, dia sudah sampai di kota M dan saat ini dia sedang menuju ke sebuah tempat pembangunan Mall baru nya.


“Ada masalah di sana?” Tanya Garcia


“Tidak ada, kita hanya perlu mengecek nya saja” Jawab Divna


“Ohh” Ucap Garcia


Tingg...


Satu pesan masuk di ponsel Garcia, saat melihat pesan itu membuat Garcia merasa kesal, lagi-lagi nomor yang dulu menghubungi nya.


...Nomor tidak di kenal...


“Hi, aku merindukan mu. Kapan kembali hmm?” Tulis pesan ituu


^^^“Lu siapa?” Balas Garcia^^^


“Siapa Ci?” Tanya Divna ketika melihat raut wajah Garcia yang terlihat kesal


“Gatau” Jawab Garcia


“Lah?” Ucap Divna bingung


“Teror, biasa” Ucap Garcia menyadarkan kepala nya di sandaran kursi


“Mau gua lacak siapa dia?” Tanya Divna


“Gausah, dia gak niat buat ngusik gua” Jawab Garcia


“Oke” Ucap Divna menganggukkan kepalanya


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba di lokasi pembangunan.


“Kita sudah sampai Queen” Ucap anak buah Garcia yang menjadi supir nya


“Hmm” Dehem Garcia dan langsung membuka pintu mobil


“Mari nona” Ucap Divna mempersilahkan untuk berjalan ke arah lokasi


Tak menjawab ucapan sang asisten, dia langsung berjalan mendahului dan di ikuti oleh Divna di belakang nya. Saat tiba di sana mereka di sambut oleh beberapa pekerja untuk menyambut nya.


“Selamat datang bos” Ucap Manager yang mengurus pembangunan


“Bagaimana keadaan di sini?” Tanya Garcia berjalan melihat-lihat


“Semua nya baik bos, 30% lagi pembangunan akan selesai” Jawab Manager


“Apa ada masalah selama ini?” Tanya Garcia


“Tidak ada bos” Jawab Manager


“Baiklah” Ucap Garcia melihat daerah bangunan itu


“Saya akan ambilkan minuman sebentar” Ucap Manager dan kemudian pergi


Garcia tak menjawab nya, mata nya hanya menelusuri tempat dimana dia berdiri sekarang bersama Divna yang sejak tadi ada di belakang nya.


“Pembangunan sudah hampir selesai, apa kau puas dengan ini?” Tanya Divna


“Ya” Jawab Garcia singkat


“Boleh gua tanya sesuatu Ci?” Ucap Divna


“Hmm” Jawab Garcia


“Perjalanan pulang nanti ada tikus peliharaan yang bakal jadi penghalang” Jawab Garcia


“Tikus peliharaan?” Tanya Divna bingung


“Ya, tikus peliharaan” Ucap Garcia berbalik dan berjalan ke arah Divna sambil menepuk pundak Divna dan kemudian pergi meninggalkan Divna yang masih berpikir.


“Aku paham” Ucap Divna


“Garcia tunggu, lu belum jelasin lebih detail nya” Ucap Divna berlari mengejar Garcia


Saat ini mereka berdua tengah berada di ruangan Manager dan duduk santai di sana.


“Silakan di minum bos dan nona” Ucap Manager


“Terimakasih” Ucap Divna mengambil teh itu


“Sama-sama nona” Ucap Manager itu tersenyum


“Jika selama ini tidak ada masalah saya harap kedepannya pun sama” Ucap Garcia dengan nada dingin


“Baik bos” Ucap Manager itu


“Kita pergi” Ucap Garcia yang kemudian beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah keluar dari ruangan


“Kalo begitu kami permisi” Ucap Divna pada manager


“Baik nona, hati-hati di jalan” Ucap Manager itu tersenyum


Setelah melihat Garcia dan Divna pergi, Manager itu akhir nya bernafas lega.


“Astaga.. aura yang di keluarkan benar-benar mengerikan” Ucap Manager


“Aku harus mengantar nya” Ucap kembali Manager itu dan langsung menyusul Garcia


Saat di depan Garcia melihat sekeliling dan matanya tertuju pada mobil hitam yang tak jauh dari mobil nya. Melihat itu Garcia hanya tersenyum mengerikan dan Divna yang menyadari aura yang mengerikan membuat langsung menoleh melihat ke arah Garcia. Divna yang melihat Garcia tersenyum seperti itu dan mengeluarkan aura yang mengerikan ini pasti nya dia akan bermain-main hari ini.


“Tahan lah, aura mu benar-benar menakutkan. Lihatlah sekeliling mu ada banyak pekerja yang ketakutan” Bisik Divna


Memang benar para pekerja terlihat takut dan menundukkan kepalanya bahkan ada yang tangannya bergetar. Bukan hanya pekerja saja yang takut melainkan Manager yang baru sampai juga ketakutan lagi merasakan aura Garcia yang 4 kali lipat lebih menakutan daripada tadi.


Garcia tak menjawab bisikan dari Divna dan langsung masuk ke dalam mobil nya tanpa sepatah kata pun.


“Kami permisi, semoga pembangunan berjalan lancar” Ucap Divna memberikan senyuman


“Hati-hati nona” Ucap Manager


Divna hanya mengangguk kan kepala nya dan langsung ikut masuk ke dalam mobil. Ketika mobil Garcia berjalan semua orang yang ada di sana akhirnya bernafas lega.


“Aura yang di keluarkan bos besar benar-benar menakutkan” Ucap salah satu pekerja


“Ya, kau benar. Aku sampai merinding di buatnya” Setuju salah satu pekerja lain


“Sudah-sudah, sebaiknya kalian lanjut bekerja” Ucap Manager


“Baik bos” Ucap pekerja dan kemudian bubar dari sana


.


.


.


Hai, apa kabar? Gimana hari nya?


Maaf ya aku telat update, kemarin-kemarin cape bangett soal nya jadi gak sempet nulis bab lanjutan nya.