
“Mau beli dress Zif?” Tanya Mauza
“Menurutmu?” Tanya balik Garcia
“Ya mau beli sih” Ucap Mauza
“Terus lu kenapa tanya ogeb” Ucap Bila kesal
“Basa-basi aja” Ucap Mauza
“Kalian udah selesai beli?” Tanya Garcia
“Udah nihh” Jawab Bila menunjuk barang-barang nya
“Bayar” Ucap Garcia datar dan langsung pergi ke kasir
Penjaga kasir menotal semua belajaan mereka bertiga dan uang yang di keluarkan sangat banyak hanya untuk beberapa baju dan dress.
“150 Juta Kak” Ucap Kasir itu setelah selesai menotal semua belanjaan mereka bertiga.
“Nihh mbak” Ucap Bila yang ingin membayar semua belanjaan itu namun tangannya di cegah oleh Garcia.
“Gua aja” Ucap Garcia
“Tapi Zif?” Ucap Bila terjeda ketika melihat Garcia mengeluarkan black card nya
“Anjirr black card dong” Ucap Bila kaget
Kasir yang menerima black card itu juga merasa kaget pasal nya kartu yang di miliki oleh Garcia hanya ada 2 di dunia ini. Kasir menerima black card Garcia dengan tangan gemetar dan mulai menarik uang yang ada di dalam nya.
“Terimakasih sudah berbelanja di toko kami, silahkan datang lagi di lain waktu” Ucap Kasir itu ketika memberikan black card Garcia
Setelah membayar mereka keluar dari toko baju tersebut dan beralih ke toko sepatu ternama.
“Zif, lu sekaya apa sih?” Tanya Bila
“Iya Zif, kok lu bisa punya black card” Ucap Mauza
“Bukannya kalian juga kaya ya?” Tanya balik Garcia
“Kita kaya 7 tanjakan lah lu 7 turunan pun kayak nya gak bakal habis” Jawab Bila
“Gua gak sekaya itu” Ucap Garcia
“Merendah untuk di tampol ya?” Ucap Bila kesal
Bagaimana tidak kesal dia bilang tidak sekaya itu? Padahal dia mempunyai black card yang langka di miliki orang lain dan hanya di miliki oleh 2 orang di dunia dan dia bilang tidak sekaya itu? Lalu bagaimana dengan Bila dan Mauza yang hanya memiliki kekayaan 7 tanjakan seperti apa yang di katakan nya.
“Woyy bagus gak?” Tanya Mauza memegang sepasang sepatu di tangan nya
“Bagus” Jawab Garcia
“Oke gua beli” Ucap Mauza
“Lu ganggu aja sih” Ucap Bila kesal
“Lah ganggu apa gua?” Tanya Mauza bingung
“Dahlah” Ucap Bila pergi dari sana dan menuju rak sepatu lain
“Gua ganggu apa Zif?” Tanya Mauza
“Gaada” Ucap Garcia lanjut memilih sepatu
Setelah lama akhirnya mereka membayar semua barang belanjaan mereka dan waktu sudah berganti malam mereka memutuskan untuk pergi makan di restoran mall.
“Udah malem nih kita cari makan yok” Ajak Mauza
“Hayukk gas, perut gua udah bunyo sejak tadi” Ucap Bila
“Yok Zif” Ucap Mauza menarik tangan Garcia
Mereka menuju ke sebuah restoran yang terkenal dengan menu makanan yang sangat enak di maal ini. Saat mereka sampai di restoran Bila dan Mauza terlihat kecewa karena restoran sudah sangat penuh.
“Kita telat, kita cari resto lain aja deh” Ucap Bila yang juga kecewa
Melihat kedua temannya kecewa dia memutuskan untuk mengajak tetap makan di sana.
“Kita di sini aja” Ucap Garcia
“Tapi udah penuh Zif” Ucap Bila
Garcia tidak mendengarkan ucapan Bila dan memanggil pelayan resto tersebut.
“Selamat datang nona ada yang bisa saya bantu?” Ucap pelayan restoran yang tahu bahwa orang yang di depannya adalah pemilik Mall ini sekaligus pemilik restoran ini.
“Panggil manager mu suruh ke tempat ku” Ucap Garcia pada pelayan itu
“Baik nona, saya izin pamit” Ucap pelayan itu yang kemudia pergi memanggil manager.
“Kok dia manggil lu nona sih Zif?” Tanya Bila
“Ikut gua” Ucap Garcia yang berjalan terlebih dahulu tanpa menjawab pertanyaan dari Bila
Bila dan Mauza pun pasrah mengikuti Garcia yang menunu ke sebuah ruangan yang tak lain adalah ruangan VVIP pribadi Garcia.
“Wahh kita boleh Zif masuk sini?” Tanya Mauza
“Milik gua” Ucap Garcia singkat
“Resto ini milik lu?” Tanya Bila kaget
“Hmm” Jawab Garcia dengan deheman
“Daebak” Ucap Bila memberikan tepuk tangan meriah
Garcia tak menanggapi reaksi Bila dengan bingung, karena menurut nya di hanya punya restoran terus apa yang hebat dan pasti nya mereka pasti juga punya bisnis lain kan?.
Tak lama Manager resto tersebut datang bersama dengan pelayanan yang membawa makanan di troli yang dia dorong.
“Selamat datang nona Emer” Ucap Manager
“Hmm, duduklah” Ucap Garcia
“Terimakasih nona” Ucap Manager
“Bagaimana kondisi resto akhir-akhir ini?” Tanya Garcia
“Sangat baik nona, akhir-akhir pelanggan kita terus bertambah bahkan tempat yang sudah di sediakan masih kurang. Beberapa pelanggan rela mengantri untuk makan disini dan beberapa pelanggan yang datang harus pergi karena melihat semua tempat sudah terisi ” Jelas Manager
“Seperti yang ku alami” Ucap Garcia sambil meminum Es coklat nya
“Menurut mu apa yang harus saya lakukan?” Tanya Garcia
“Menurut saya, jika kita ingin memperbesar resto mungkin akan sedikit susah karena lokasi resto kita berada di Mall. Jadi mungkin akan lebih baik jika kita membangun cabang resto ini saja, nona.” Ucap Manager
“Baiklah, urus itu” Ucap Garcia datar
“Baik nona” Jawab Manager
.
.
.
.
.
.
Hai, apa kabar? Gimana hari nya?
Guys kalian gamau semangatin author di novel ini kah? Sedih bangett...