
Ucapan mereka berdua tak di dengar oleh Garcia, dia langsung tertidur dengan cepat.
“Yahh nih anak di bilangin malah tidur” Ucap Nabila
“Udah biarin aja Bil” Ucap Mauza
“Ntar kalo ada guru tinggal bangunin” Sambung Mauza
Namun tak lama setelah ucapan Mauza berakhir Guru langsung tiba di kelas. Mauza yang ingin membangunkan Garcia namun takut karena Garcia baru saja tertidur. Dia menepuk pelan lengan Garcia dan berbisik bahwa guru sudah datang namun tak di dengar oleh Garcia. Hingga akhirnya guru yang ada di depan pun menegur Garcia.
“HEI KAMU YANG DI BELAKANG. CEPAT BANGUN” Teriak guru itu dan membuat Garcia terbangun dari tidur 2 menit nya
“Berisik” Gumam Garcia lalu mengangkat kepalanya menatap datar guru itu
“MAU JADI APA KAMU KALO TIDUR DI KELAS HAH!” Marah Guru itu
“Dia udah jadi CEO perusahaan besar kali bu bahkan pemilik sekolahan ini” Batin Mauza dan Nabila
“Jadi manusia yang bernapas” Jawab Garcia
“BERANI NYA KAMU MENJAWAB, KELUAR KAMI DARI KELAS SAYA!” Marah Guru itu
Tanpa babibu Garcia langsung beranjak keluar dari kelasnya begitu saja tanpa sepatah kata.
“Terimakasih” Ucap Garcia sebelum meninggalkan kelas
“Tuh bocah kenapa sih?” Bisik Nabila pada Mauza
“Gatau gua” Bisik balik Mauza
“Itu, kalian gausah bisik-bisik. Fokus kedepan” Ucap Guru itu
“Baik bu” Ucap Mauza dan Nabila
Sementara Garcia dia malah berjalan ke Rooftop, Raka yang baru saja dari ruang guru dan ingin krmbali ke kelas nya malah melihat Garcia yang sedang menaiki tangga ke rooftop. Dia langsung menyusul Garcia ke atap dan melihat gadis itu tengah duduk menatap ke depan. Raka langsung berjalan menghampiri Garcia yang tengah duduk sendirian.
“Kalo lu mau ngebacot, mending jangan sekarang deh” Ucap Garcia tanpa menoleh ke belakang
“Hahaha gua juga lagi males buang-buang tenaga” Ucap Raka dan duduk di samping Garcia
“Lu kenapa? Badmood? Dari awal tadi kayak gak semangat” Tanya Raka
“Lagi males aja” Jawab Garcia
“Kayak nya lu butuh healing deh, mau bolos bareng? Gua tau tempat bagus buat ngelepas stress” Tanya Raka menatap Garcia
Mendengar ucapan Raka yang terdengar aneh di telinga Garcia membuat Garcia menoleh menatap Raka. Ketos yang taat aturan ini ngajak bolos? Benar-benar di luar pikiran Garcia.
“Lu kerasukan ya?” Tanya Garcia dengan raut wajah heran
“Ketos disiplin kayak lu ngajakin bolos? Aneh banget” Ucap Garcia
“Sesekali lah” Ucap Raka
“Mau gak?” Tanya Raka
“Oke” Jawab Garcia setelah diam beberapa detik
“Gas” Ucap Raka berdiri
Garcia juga langsung berdiri dan pergi bersama bolos bersama Raka. Mereka pergi lewat jalan belakang yang tidak di ketahui murid lain.
“Ini jalan rahasia, gaada yang tahu” Ucap Raka yang melihat Garcia sedang menatap sekeliling
“Bentar gua ambil motor dulu” Ucap Raka yang berlari kecil ke arah sebuah gudang yang tak terpakai
Raka keluar dari gudang lama itu dengan moge miliknya. Dia langsung menghampiri Garcia yang tetap melihat sekeliling itu.
“Gaada cctv?” Tanya Garcia
“Gaada” Ucap Raka membuka kaca helm full face nya
“Karena daerah ini gak pernah di lewati dan juga dulu ada rumor kalo di sini ada hantu nya. Kakak kelas terdahulu katanya pernah di kasih tunjuk wujud cewe yang serem. Jadinya gaada yang berani ke sini” Sambung Raka
“Tapi tetep aja bisa jadi ada anak-anak lain kesini buat bolos kan” Ucap Garcia
“Jarang ada yang bolos sih, kecuali temen-temen mu itu” Ucap Raka
“Dan kita saat ini” Sahut Garcia mengambil helm yang ada di tangki motor dan memakai nya
“Ayo” Ucap Garcia yang sudah naik ke motor
“Gua suka badgirl” Gumam Raka
“Ayo cepet” Ucap Garcia sambil memukul punggung Raka
“Iyaiya” Ucap Raka yang langsung menjalankan motornya keluar lewat jalan pintas
Mereka berdua keluar dari sekolah bersama dan menuju ke sebuah tempat yang di maksud oleh Raka tadi. Cukup membutuhkan waktu hingga mereka sampai di sebuah tempat tujuan mereka.
“Tempat apa ini?” Tanya Garcia menatap sebuah gedung yang ada di depannya
“Nanti juga tahu” Jawab Raka
“Sini” Ucap Raka yang melepaskan helm Garcia dan menaruhnya di motor mereka
“Ayo masuk” Ajak Raka