
Garcia pun tiba di kamar nya dan mengambil laptop dan mulai menselancarkan jari-jari nya di keyboard dan mulai mengerjakan file-file kantor yang di kirim oleh sekretaris nya. Hingga waktu menunjukkan pukul 00:00 Garcia masih bekerja dan saat waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 dia mulai menyudahi pekerjaan dan berjalan keluar dari kamar nya, dia memutuskan untuk pulang.
Garcia pun masuk ke dalam mobil dan mulai melaju kan mobil nya pulang ke rumah nya. Dia baru tiba di rumah nya tepat pukul 02:00. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi dia langsung masuk ke dalam rumah dengan keadaan rumah yang masih menyala.
“Kenapa baru pulang” Ucap Louis yang tengah duduk di ruang keluarga
“Bukan urusan mu” Ucap Garcia yang langsung pergi naik ke atas
“GARCIA” Bentak Louis
Mendengar bentakan Louis, Garcia menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap ke arah kakak nya.
“Lu bentak gua?” Tanya Garcia menunjuk diri nya sendiri dan tersenyum miris
“Maaf, kakak gaada niat seperti itu” Ucap Louis yang menyadari kesalahannya.
Garcia mencoba menahan air mata nya namun gagal, setetes air mata Garcia pun turun ke pipi nya. Ini pertama kali nya Garcia di bentak oleh Louis dan itu membuat hati nya sangat sakit. Melihat Garcia menangis membuat Louis semakin merasa bersalah dan mencoba mendekat ke arah Garcia namun Garcia malah memundurkan langkah nya untuk menghindari Louis.
“Garcia maafin kakak, kakak gak sengaja bentak kamu. Kakak Cuma khawatir” Ucap Louis menghampiri garcia
“Berhenti di situ” Ucap Garcia menyuruh Louis menghentikan langkahnya.
“Garcia-” Panggil Louis sekali lagi
“Gua udah gamau denger lu ngomong” Ucap Garcia yang langsung pergi ke lantai atas.
Sedangkan Louis dia sedang frustasi dan menyesali perbuatannya. Sebenarnya dia sangat khawatir dia dengan Garcia sehingga tidak sengaja membentak adik kesayangannya itu.
Sementara di kamar Garcia dia sedang mengusap kasar air mata nya dia membenci diri nya yang seperti ini, terlalu lemah. Tak mau lama menangis dia memutuskan untuk pergi tidur dan menenggelamkan rasa kesal dan sedih nya di ranjang empuk nya.
Keesokan hari nya Garcia sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, saat ini dia tengah menuruni tangga dan melewati meja makan yang sudah terdapat kakak dan adik nya.
“Garcia, makan dulu dek” Ucap Louis ketika melihat Garcia
Garcia tak menggubris ucapan Louis dan melewati meja makan begitu saja tanpa sepatah kata pun.
“Ada apa dengan kak Garcia, kak?” Tanya Amora pada louis
“Gapapa kok, mungkin kakak mu lagi badmood aja. Kamu lanjut makan aja ya.” Ucap Louis lembut
“Amora udah selesai, Amora mau berangkat dulu” Ucap Amora yang mengambil 2 lebar roti dan mengolesi nya dengan selai.
Cup...
“Bye kak” Ucap Amora memberikan Louis ciuman di pipi dan langsung pergi dengan roti yang sudah di olesi selai.
“Hati-hati” Ucap Louis dan hanya di angguki oleh Amora
“Sekali lagi kakak membuat kesalahan” Batin Louis sedih yang mengingat semakin cuek nya Garcia terhadap dirinya.
“KAK CIA” Teriak Amora ketika melihat Garcia membuka pintu mobil nya.
“Kenapa Ra?” Ucap Garcia
“Bentar kak aku nafas dulu” Ucap Amora yang ngos-ngosan
Sambil menunggu Amora mengatur nafas garcia bersandar di mobil nya sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Ini buat kakak, kakak kan tadi gak ikut sarapan jadi Mora bawain roti biar kakak gak kelaperan” Ucap Amora memberikan roti yang dia bawa tadi
“Kakak gak laper, makan aja” Ucap Garcia datar
“Gamau tau, kakak harus makan” Ucap Amora mengambil tangan garcia dan memberikan roti itu.
Cup...
“Aku berangkat dulu ya kak, bye bye” Ucap Amora berlari ke mobil nya setelah mencium pipi Garcia.
“Anak itu” Ucap Garcia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Garcia pun memakan roti yang di berikan amora dan langsung masuk ke dalam mobil. Garcia melajukan mobil nya dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga tak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di sekolah nya.
“Bagus juga sekolah ini, akan aku beli” Ucap Garcia yang sudah memarkir mobil nya di parkiran dan melihat sekeliling dari dalam mobil.
“Wahh gilaa mobil siapa itu” Ucap salah satu murid dengan heboh hingga mengundang perhatian yang lainnya
“Wahh gila itu mobil cuma ada 3 di dunia” Ucap Salah satu murid lain
“Murid baru kah?” Tanya murid lain
Mereka menunggu orang yang berada dalam mobil itu keluar mereka sangat penasaran siapa yang menaiki mobil mahal itu.
Tokk... Tok....
Seseorang datang mengetuk kaca mobil Garcia, melihat orang itu Garcia langsung membuka pintu mobil nya dan keluar dari dalam mobil. Melihat seorang gadis cantik membuat murid-murid yang menunggu tadi berteriak histeris.
“Wahh gilaa cantik banget bro”
“Cantik banget”
“Jadi pacar ku mau gak woy”
“Cantik nya gak manusiawi”
“Ayo” Ucap orang itu yang tak lain adalah Divna
“Hmm” Ucap Garcia