My Mafia Girl

My Mafia Girl
Sarapan bersama



Mereka semua kembali ke hotel dengan tubuh yang sangat lelah dan langsung beristirahat. Sementara Garcia dia baru saja selesai membersihkan dirinya dan duduk bersandar di ranjang nya sambil memainkan ponsel nya.


Dia melihat foto-foto nya bersama para sahabat nya selama liburan ini. Senyum dan ekspresi penuh kebahagiaan mereka membuat Garcia ikut tersenyum melihat nya. Sesaat dia ingat akan ucapan Arya tadi.


“Janji yang manis, padahal sebelum nya gua berencana ninggalin kalian semua, ninggalin kehidupan gua sebagai leader MOTD, ninggalin cowo gua, dan bahkan ninggalin negara gua saat ini buat hidup bareng sama Daddy. Betapa bodoh nya gua berencana kayak gitu padahal gua aja belum yakin itu beneran Daddy atau bukan. Tapi, gua bakal pergi tanpa sepengetahuan kalian dan gua janji bakal balik lagi.” Ucap Garcia


Keesokan hari nya mereka masih terlelap di kamar mereka masing-masing kecuali Garcia yang baru saja kembali setalah joging. Dia kembali ke hotel berbarengan dengan Fadil yang ternyata juga baru saja selesai joging.


“Hai” Sapa Fadil


“Oh hai”


“Lu udah sarapan?” Tanya Fadil


“Belum” Jawab Garcia


“Mau sarapan bareng?” Tanya Fadil


“Boleh, tapi gua mandi dulu” Ucap Garcia dan di angguki Fadil


Mereka langsung menuju ke kamar mereka masing-masing dan membersihkan diri. Setelah beberapa saat Fadil mengirimkan pesan pada Garcia yang mengatakan bahwa dia ada di depan kamar Garcia. Garcia yang melihat pesan itu langsung keluar dan menemukan Fadil yang tengah berdiri di depan kamar nya dan menyapanya dengan senyuman.


“Yang lain belum pada bangun?” Tanya Garcia


“Belum kayak nya” Jawab Fadil


“Yaudah ayo” Ucap Garcia


Mereka memutuskan untuk sarapan di luar hotel dan berjalan-jalan di luar. Mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran hasil rekomendasi google. Sesampainya di restoran mereka langsung memesan menu yang paling banyak di minati. Sambil menunggu pesanan makanan mereka, mereka mengobrol beberapa hal dengan santai.


“Lu happy?” Tanya Fadil melihat Garcia yang sedang meminum minuman pesanan nya yang telah tiba lebih dahulu


“Kenapa tiba-tiba tanya kayak gitu?” Tanya Garcia


“Gua happy kok, lagian kita udah lama juga kan gak liburan” Ucap Garcia


“Bagus deh kalo lu happy” Ucap Fadil


“Oh iya, gua minta maaf soal waktu itu” Sambung Fadil sedikit ragu dan bakal mengubah suasana menjadi sangat canggung lagi


“Yang mana?” Tanya Garcia


“Yang soal hari gua cium tangan lu dan bilang kalo lu cewe gua” Ucap Fadil


“Gapapa, santai aja. Lagian udah biasa kok” Ucap Garcia


“Biasa?” Tanya Fadil bingung


“Tiap gua keluar sama abang-abang gua dan kalo ada cewe yang nyoba deketin mereka, mereka selalu bilang kalo gua pacar nya ya meskipun gak sampek cium tangan gitu juga sih” Ucap Garcia


“Sorry” Ucap Fadil


“It’s okay, gausah di pikirin” Ucap Garcia


Tepat setelah itu pesenan mereka akhirnya datang, mereka langsung menikmati pesanan mereka dengan tenang hingga makanan mereka habis.


“Mau jalan-jalan abis ini?” Tanya Fadil


“Boleh” Ucap Garcia


Setelah selesai membayar makanan mereka, mereka memutuskan untuk berkeliling kota dan menikmati tiap detik nya dengan senang. Melihat Garcia yang senang membuat Fadil juga ikut merasakan senang. Jarang sekali melihat Garcia tersenyum begitu senang seperti saat ini. Setelah cukup lama berjalan-jalan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.


Sore hari nya mereka memutuskan pergi ke Air terjun Staubbach. Air terjun Staubbach merupakan air terjun yang di tetapkan sebagai air terjun bebas paling tinggi di Eropa. Air terjun ini juga merupakan air terjun tertinggi kedua di Swiss. Air terjun ini benar-benar mempunyai pemandangan yang sungguh menakjubkan. Air terjun ini terletak di desa Lauterbrunnen, Desa ini memberikan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Selain itu, desa ini dikepung oleh banyak air terjun yang tentu menambah keindahan alamnya.