
Bryant mulai melepaskan pelukannya dan berbalik sesuai perintah Garcia. Garcia mulai mengikatkan tali kimono nya dan kemudian menyuruh Bryant berbalik kembali.
“Udah” Ucap Garcia dan Bryant kembali menatap Garcia
“Bunga ini dari kamu?” Tanya Garcia mengambil bunga mawar itu dan duduk di sofa
“Iya, kamu suka?” Tanya Bryant yang mengikuti Garcia duduk di sofa
“Suka, Makasih” Jawab Garcia
“Untuk apa kamu datang kesini? Kan besok kita ketemu untuk rapat” Tanya Garcia
“Hanya ingin melihat wajah mu lebih cepat” Jawab Bryant yang tidur di pangkuan Garcia
“Aku ingin melihat wajah terus selama beberapa hari ini aku dengar minggu depan kamu akan sangat sibuk” Sambung Bryant
“Hmm memang benar” Jawab Garcia sambil mengelus rambut Bryant
“Pekerjaan apa sampai membuat ku tidak akan bisa menemui mu hmm?” Tanya Bryant
“Itu rahasia Bry, selama masih ada waktu sebelum aku sibuk dengan pekerjaan mari kita sering menghabiskan waktu bersama” Jawab Garcia
“Siap tuan putri, ayo jalan-jalan sekarang” Ajak Bryant yang langsung beranjak dari pangkuan Garcia
“Aku malas Bry” Ucap Garcia menyadarkan tubuh nya di sofa
“Baiklah aku akan menginap disini untuk menghabiskan waktu bersama mu” Ucap Bryant
“Kamar di apart ini Cuma ada 2, gaada tempat lagi buat kamu” Ucap Garcia
“Ada, kamar mu” Jawab Bryant
“Ngggak, kamu pulang ke hotel aja. Aku akan ke dapur bentar” Ucap Garcia beranjak dari duduk nya
Mendengar perintah dari Garcia membuat Bryant menyeritkan dahi nya. Dia langsung menarik Garcia yang berjalan meninggalkan nya dan jatuh ke pangkuan nya.
“BRYANT!” Teriak Garcia yang kaget
“Kamu mengusir ku?” Tanya Bryant dan menarik kaki Garcia dan membuat Garcia menghadap dirinya
“Apa yang kamu lakukan” Ucap Garcia berontak
“Diamlah babe, jika kamu terus bergerak itu berbahaya untuk mu” Ucap Bryant
“Apa maksud mu” Ucap Garcia sambil mencoba bergerak melepaskan tekanan Bryant
Saat merasakan sesuatu yang menonjol di bagian bawah membuat Garcia mengerti maksud Bryant dan dia langsung diam. Bryant dengan cepat menidurkan Garcia di sofa dan mengekangnya.
“Kamu pembangkang, jadi kamu mau bertanggung jawab untuk ini?” Ucap Bryant menatap Garcia yang berada di bawah nya
“Aku sudah cukup menahan sejak kamu muncul dengan pakaian seperti ini babe” Ucap Bryant
Bryant mendekatkan wajah nya dan mulai mencium bibir Garcia dia memulai dengan ******* lembut. Garcia hanya diam dan tak membalas nya hingga membuat Bryant menggigit bibir nya.
“Kamu gak suka?” Tanya Bryant melepaskan ciumannya
“Aku sangat menyukai nya” Ucap Garcia melepaskan ciumannya dengan senyuman
Mendengar ucapan Garcia membuat Bryant tersenyum dan mengusap bibir Garcia dengan lembut. Dia kembali mencium bibir Garcia dan **********. Suhu ruangan yang dingin kini berubah menjadi panas karena ulah kedua orang itu.
Tangan Bryant mulai melepaskan ikatan kimono Garcia dan tangannya mulai meraba perut rata Garcia yang masih di lapisi oleh dress sekssii nya. Saat sedang berada di puncak nya tiba-tiba sandi apartmen terbuka. Garcia yang mendengar itu langsung mendorong Bryant menjauh dari tubuh nya.
“Ada kak Divna” Ucap Garcia
Garcia langsung duduk dan mengikatkan kembali tali kimono nya dan sedikit merapikannya sedangkan Bryant dia duduk dengan wajah masam dan memerah. Divna masuk bersama Samuel dengan barang belanjaan di kedua tangan Samuel.
“Hai guys.. im comeback” Ucap Divna dengan bahagia
Divna yang melihat wajah Bryant yang kusut membuat nya bingung dan menatap Garcia. Sementara Garcia hanya menahan tawa nya melihat ekspresi Bryant.
“Aku kamar mandi dulu” Ucap Bryant beranjak dan pergi dari sana
“Kamar paling pojok, itu kamar ku” Ucap Garcia sedikit berteriak
“Bryant kenapa Ci?” Tanya Divna yang duduk di samping Garcia
“Gatau” Jawab Garcia
Divna hanya mengangkat kedua bahu nya menandakan dia tidak peduli dengan situasi sekarang.
“Oh ya, nih susu buat lu” Ucap Divna memberikan susu yang dia beli oada Garcia
“Thanks” Ucap Garcia
“Gua ke dapur dulu, naruh ini” Ucap Divna
“Mau aku bantu?” Tanya Samuel
“Nggak usah, di sini aja” Jawab Divna dan mendapatkan anggukan dari Samuel
“Okey” Jawab Samuel
Setelah Divna pergi, Samuel langsung menatap Garcia yang sedang minum susu dengan tatapan menggelikan. Garcia yang di tatap seperti itu langsung mengangkat kedua alis nya.
“Gua tau apa yang terjadi loh” Ucap Samuel menatap jail Garcia
“Sedikit keluar dari batasan gak masalah kan” Ucap Garcia
“Astaga bocah ini, udah sejauh mana hubungan kalian” Tanya Samuel
“Masih belum sejauh yang lu pikirin, tapi kalo kalian gak dateng tepat waktu mungkin udah sejauh yang lu pikirin” Jawab Garcia menaruh susu nya yang sudah habis di atas nya meja
.
.
hai guys... gimana hari ini?
sedikit info buat kalian, bulan ini author bakal sibuk total jadi kemungkinan update itu bakal jarang banget. Dan yang lebih parah nya lagi hp author balik rusak padahal kemarin udah baik-baik aja ehh malah rusak lagi.