
Sudah berbulan-bulan berlalu, Bryant dan yang lainnya tak menyerah untuk menemukan Garcia.
“Sebenernya apa tujuan mereka, ini udah berapa bulan sejak kecelakaan itu namun mereka sama sekali gak ngasih clue sedikit pun” Ucap Aurel
“Gua harap Garcia masih bertahan” Ucap Nisa
Kini mereka berada di ruang rapat dengan keadaan putus asa karena selama beberapa bulan ini mereka hanya menemukan petunjuk kecil dan petunjuk itu juga tidak membantu mereka.
“Gua juga bingung sama tujuan mereka culik Garcia itu apa” Ucap Sasa
“Gua rasa ini tujuannya” Ucap seseorang yang membuka lebar pintu yang tidak menutup sempura itu sambil mengangkat sebuah berkas
“Louis? Amoora?” Ucap Divna kaget
“Jadi selama ini kalian nyembuyiin fakta ini?” Tanya Louis dengan
“Tega banget kalian nyembuyiin fakta ini dari kami” Ucap Amoora dengan air mata yang mulai mengalir
“Jawab gua kenapa kalian nyembuyiin ini dari kami” Ucap Louis dengan tegas
“Lu duduk dulu” Ucap Bryant
“Sejak kapan lu tahu?” Tanya Louis menatap Bryant
“Sejak awal” Jawab Bryant dengan dingin nya
“Brengsekkk harus nya lu kasih tahu gua anj” Ucap Louis yang langsung berdiri dan mencengkram kerah kemeja Bryant
“Tenangin diri lu, bro” Ucap Samuel menengahi mereka
“Kita punya alasan untuk itu” Sambung Sam
“Jelasin semua nya ke gua” Ucap Louis
Bryant pun mulai menjelaskan dari awal hingga saat ini dan kini pun Louis sedikit mengerti tentang penjelasan Bryant.
“Kenapa lu tiba-tiba ke sini?” Tanya Bryant setelah menjelaskan
“Karena ini” Jawab Louis memberikan amplop yang di bawa nya
Bryant pun langsung mengambil amplop yang di taruh oleh Louis di meja. Dia membuka nya dan melihat beberapa foto Garcia yang sedang tersenyum senang. Dia menatap foto itu cukup lama semua orang di sana bisa melihat jelas rasa rindu di mata Bryant.
“Setelah dapet itu gua sama Amoora langsung terbang kesini dan gua yakin kalian juga tahu fakta ini mengingat kalian masih belum kembali ke Indonesia setelah beberapa bulan” Ucap Louis
Mendengar itu Bryant langsung mengambil surat yang di maksud oleh Louis. Dia membuka surat itu dan membacanya, melihat ekspresi Bryant yang terlihat sangat marah membuat yang lain bertanya-tanya tentang isi surat tersebut.
“Kenapa?” Tanya Divna yang penasaran dengan isi surat yang di baca Bryant
“Bukankah bahaya membawa Amoora kesini? Yang di incer itu kalian bertiga” Ucap Bryant dan menaruh surat itu di meja
“Ya, tapi dia memaksa” Jawab Louis
“Bagaimana pun ini berbahaya, pulangkan dia” Ucap Bryant
“Nggak,aku gamau pulang. Aku mau nyelametin kak Cia. Dia itu kakak ku, kalo kalian tetep maksa aku buat pulang aku bakal gerak sendiri” Ancam Amoora
Bryant pun menghela nafas kasar melihat Amoora yang memaksa untuk ikut.
“Oke kalo itu maumu” Ucap Bryant
“Lu ngabarin Ronald soal ini?” Tanya Bryant
“Ya, waktu udah di bandara” Jawab Louis
“Yaudah”
“Hah? Ini gapapa ngabarin mereka Bry?” Tanya Samuel
“Hmm, untuk keadaan sekarang gua rasa mereka harus tau” Ucap Bryant
“Sel, suruh tim A buat pergi ke lokasi yang ada di surat itu dan tim D buat cari petunjuk juga di sekitar lokasi” Ucap Bryant
“Oke” Jawab Selena
“Suruh tim C buat cari tahu pulau-pulau terpencil di negara ini dan suruh tim B buat datengin secara diam-diam ke pulau-pulau yang ada. Tim C juga bantu tim B.” Ucap Bryant
“Siap, biar gua hubungi mereka setelah ini” Ucap Selena
Setelah kedatangan anggota mafia dari Amerika mereka langsung membagi semua anggota yang terkumpul menjadi 4 tim. Tim A, B ,C dan D. Tim A dan tim D di tugas nya untuk mengalihkan perhatian musuh dengan mencari Garcia secara terang-terangan. Sedangkan tim B dan C mereka melakukan tugas mereka secara diam-diam.
“Kenapa harus nyuruh mereka buat nyelidikin dulu? Kenapa kita gak gerak langsung? Kita kan udah tahu tempat nya” Tanya Amoora
“Kalo musuh sebodoh itu, kita sudah sejak dulu menemukan Garcia. Dari beberapa foto itu ada 2 foto yang ngeliat kaki Garcia ada pasir nya. Sedangkan lokasi yang ada di surat itu berada di sekitar kota dan gak mungkin juga mereka bakal ngajak Garcia jalan-jalan ke pantai. Kemungkinan besar Garcia berada di pulau orang itu” Jelas Bryant