My Mafia Girl

My Mafia Girl
Good Night



Setelah cukup lama Garcia mendengar sebuah suara mobil yang seperti nya baru sampai ke tempat ini. Namun dia membiarkan nya saja dan tetap memejamkan matanya hingga seseorang menutup mata nya dari arah belakang.


“Ini ke kanak-kanakan Bry” Ucap Garcia tersenyum


“Bagaimana kamu tahu ini aku?” Tanya Bryant yang melepaskan tangannya yang menutupi mata Garcia dan langsung duduk di samping Garcia


“Bukannya tadi aku yang mengirimi mu lokasi ini?” Ucap Garcia


“Bisa saja orang lain” Ucap Bryant


“Selain kak Divna gaada lagi yang tahu kalo pun ada mereka gak akan berani sampai ke atap sini” Ucap Garcia


“Jadi aku laki-laki pertama yang kemari?” Tanya Bryant


“Hmm” Jawab Garcia


“Senang nya” Ucap Bryant menyandarkan kepala nya di bahu Garcia


“Bagaimana kondisi mu?” Tanya Bryant


“Aku baik-baik saja dan besok udah mulai sekolah” Jawab Garcia


“Kamu yakin?” Tanya Bryant


“Udah ketinggalan banyak pelajaran loh aku” Ucap Garcia


“Iq mu tinggi, pelajaran saat ini udah kamu kuasai” Ucap Bryant mengangkat kepalanya dan menatap Bryant


“Meskipun gitu aku harus tetep sekolah” Ucap Garcia yang kini gantian menyenderkan kepala nya di bahu Bryant


“Kamu gamau nanya soal ucapan ku tadi?” Tanya Garcia


“Aku udah tau kok” Ucap Bryant membawa Garcia ke dalam pelukan nya


“Sekarang aku cuma butuh isi energi buat besok” Ucap Bryant


“I miss you” Ucap Bryant


“Hahaha kita gak ketemu cuma 2 hari loh” Ucap Garcia


“Oh ya? Aku kira udah 2 tahun” Ucap Bryant


Di dalam pelukan Bryant Garcia memejamkan mata nya sambil mendengarkan detak jantung Bryant. Selama sebulan ini dan semenjak ingatan Garcia kembali hubungan mereka menjadi sangat dekat meski masih belum memiliki status apapun.


“Aku suka denger suara jantung mu Bry” Ucap Garcia


“Aku juga suka kamu” Ucap Bryant dan mendapatkan pukulan di dada dari Garcia


“Beda pembahasan” Ucap Garcia dan hanya mendapatkan tawa dari Bryant


Garcia mendongak melihat Bryant yang sedang tertawa yang terlihat begitu tampan di mata Garcia.


“Kenapa? Aku ganteng ya?” Ucap Bryant dengan pd nya dan membuat Garcia tertawa kecil


“Gimana hari mu hari ini?” Tanya Garcia


“Dari pagi sampe sebelum ketemu kamu rasa nya bosen banget” Ucap Bryant


“Haha i feel like dejavu” Ucap Garcia tertawa yang tiba-tiba teringat Bryant pernah mengucapkan hal yang sama seperti saat masih kecil


“Dejavu gimana?” Tanya Bryant bingung


“Tunggu, kamu bilang apa?” Ucap Bryant yang samar-samar mendengar Garcia memanggil nama masa kecil nya


“Gatau, tapi kayak pernah denger aja dari kamu” Ucap Garcia mengulangi ucapannya


“Setelah itu?” Tanya Bryant


“Kak Ayen?” Tanya Garcia


Mendengar ucapan yang sangat jelas itu membuat Bryant menatap Garcia yang sedang menatap nya.


“Kamu?” Ucap Bryant dengan raut wajah penuh tanda tanya


“Lucu kan namanya? Tadi tiba-tiba aku kepikiran itu dari nama mu” Ucap Garcia


“Aku kira dia inget” Batin Bryant yang mendadak kecewa


Melihat kekecewaan di mata Bryant membuat Garcia merasa bersalah. Tapi Garcia masih belum ingin memberitahu semua orang bahwa ingatannya telah kembali.


“Maaf” Ucap Garcia


“Kenapa kamu minta maaf?” Tanya Bryant


“Mata mu nunjukin kekecewaan, apa kamu berharap aku mengingat sesuatu?” Tanya Garcia


“Ah enggak kok, aku gak maksa kamu buat inget sesuatu” Ucap Bryant dan memberikan kecupan di kening Garcia


Garcia memejamkan mata nya merasakan kecupan itu dan membuat nya semakin merasa bersalah.


“Apa kamu akan senang jika aku mengingat nya?” Tanya Garcia


“Tentu, tapi jangan terlalu maksain” Ucap Bryant


Garcia hanya diam tanpa ingin menjawab dan mereka berdua sama-sama diam sambil menikmati angin malam yang menenangkan ini. Malam semakin larut dan mereka berdua memutuskan untuk pulang. Bryant mengawal Garcia pulang ke tempat pribadi nya dengan selamat.


“Gamau nginep sini aja?” Tanya Garcia


“Jangan pernah ngomong gitu ke cowo terlebih di jam seperti ini” Ucap Bryant menggoda Garcia


“Sepertinya otak mu harus di ganti” Ucap Garcia sinis


“Hahaha”


“Besok aku ada kerjaan penting. Mungkin lain kali” Sambung Bryant sambil mengedipkan mata nya sebelah


“Udah-udah pulang sana” Ucap Garcia kesal mengusir Bryant agar segera pergi


“Aku pulang ya, good night cantik” Ucap Bryant memberikan kecupan lagi di kening Garcia


Bryant langsung membalikan badannya namun tangannya di tahan oleh Garcia dan membuat Bryant berbalik menatap Garcia dengan tanda tanya. Garcia sedikit berjinjit untuk mengecup pipi Bryant.


“Good night” Ucap Garcia


.


.


Hai... Gimana hari ini?


Kayak nya selama 2 bulan kedepan author bakal sibuk total deh.. banyak banget tugas yang deadline nya deket-deket. Jadi kalo author gak update sesuai jadwal mohon maklum ya... Terimakasih.