My Mafia Girl

My Mafia Girl
Mendekat lah



Meskipun tahu niat Fadil memprovokasi nya Bryant tetap menyerang Fadil dengan brutal. Kata-kata Fadil benar-benar membuat nya sangat kesal dia ingin membuktikan bahwa Fadil lah yang tak pantas untuk Garcia.


Kebrutalan Bryant membuat Fadil sangat kualahan dia hanya bisa menahan serangan Bryant tanpa bisa membalas nya. Semua orang yang ada di sana menyaksikan kebrutalan Bryant membuat mereka sangat khawatir terutama Garcia.


Pertarungan di antara mereka berdua benar-benar membuat yang lain sangat was-was. Hingga mereka melihat Fadil terjatuh dan Bryant yang mengayunkan pedang nya seolah ingin menebas Fadil.


“AAAA” Teriak para perempuan


Melihat itu Garcia langsung mengambil pedang nya dan berlari ke arena pertarungan kedua laki-laki itu dan menahan pedang Bryant dengan pedang nya.


“Cukup!” Ucap Garcia dengan tegas menatap Bryant


Bryant langsung tersadar dan menurunkan pedang nya dia tak berani menatap Garcia yang terlihat sangat marah pada nya.


“Bangun lu!” Ucap Garcia pada Fadil


“BUBAR KALIAN SEMUA” Teriak Garcia pada semua orang


“Kecuali kalian berdua” Sambung nya di tujukan pada Bryant dan Fadil


“Mampus mereka” Ucap Kevin yang melihat amarah di mata mata Garcia


“Udah-udah ayo pergi” Ucap Andre


Para anggota inti langsung bubar sesuai perintah Garcia dan kini di halaman belakang hanya tinggal mereka bertiga.


“Gua kecewa sama kalian berdua terutama sama lu Dil” Ucap Garcia


Fadil hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menatap Garcia setelah kekalahan nya.


“Kalian berdua, Selama beberapa hari kedepan jangan muncul di hadapan gua” Ucap Garcia


“Periksa keadaan mu” Sambung nya pada Bryant lalu pergi begitu saja


“Gua masih belum nyerah” Ucap Fadil pada Bryant lalu pergi


...****************...


Sudah 8 hari ini mereka berdua sama sekali tidak pernah bertemu dengan Garcia bahkan waktu sarapan hingga makan malam mereka sama sekali tidak bertemu dengan Garcia. Selama itu Bryant juga tinggal di H7D meskipun Bryant mencari Garcia ke tempat nya tapi dia tetap tidak menemukan mantan kekasih nya itu.


Malam ini, akhirnya Bryant bisa bertemu dengan Garcia karena Garcia sendiri yang memanggil nya ke kolam renang. Dengan semangat Bryant pergi ke kolam renang dan sesampainya di sana dia melihat sosok yang dia rindukan selama 8 hari ini tengah berdiri menatap air kolam.


Garcia langsung menoleh dan melihat Bryant yang berdiri di belakangnya. Dia langsung melemparkan senjata pada Bryant dan Bryant menangkap nya dengan sempurna.


“Senjata yang aku janjikan” Ucap Garcia


“Sangat keren” Ucap Bryant melihat senjata api itu dengan seksama


“Mendekat lah” Ucap Garcia


“Kenapa?” Tanya Bryant bingung


“Ck, mendekat lah” Ucap Garcia kesal


Bryant pun lebih mendekat ke arah Garcia dan secara tiba-tiba Garcia memeluknya. Hal itu membuat Bryant sangat kaget dan juga senang di saat yang bersamaan.



“Biarin kayak gini sebentar aja” Ucap Garcia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Bryant


Bryant membalas pelukan Garcia dengan erat. Perasaan nya benar-benar sangat senang saat ini. Berbeda dengan Bryant yang sangat senang, ada orang yang merasa sakit melihat mereka berdua sedang berpelukan.


Fadil yang tadinya ingin mencari angin segar ke kolam renang malah melihat sepasang orang yang tengah berpelukan dengan sangat erat seolah mereka akan terpisah. Dengan hati yang benar-benar hancur Fadil memutuskan untuk pergi dari sana.


“I love you then, now, and forever” Ucap Bryant


Garcia tak menjawab nya dan semakin erat memeluk Bryant dan menenggelamkan kepalanya. Setelah cukup lama akhirnya berpelukan akhirnya Garcia melepaskan pelukannya dan menatap Bryant dengan senyuman.


“Makasih” Ucap Garcia


“For what?” Tanya Bryant


“Pelukan dan juga sudah mencintai ku” Jawab Garcia


“I am very happy now because of you. Dan seharusnya aku yang berterimakasih karena membuat malam ini lebih indah dari malam-malam sebelumnya” Ucap Bryant kembali memeluk Garcia


“Istirahatlah, sekarang sudah sangat malam” Ucap Bryant melepaskan pelukan nya


“Aku antar” Sambung nya menggandeng tangan Garcia