
Lalu dia mencium kening Garcia dengan lembut dan karena merasakan sesuatu di kening nya Garcia mulai membuka matanya dan melihat Bryant dengan jarak sedekat ini. Mereka saling menatap dan ntah Mereka saling menatap dan tiba-tiba Garcia mengecup bibirr Bryant dan membuat Bryant melotot kaget. Garcia cukup lama bibir Bryant dan Garcia bersentuhan dan saat akan melepaskan nya Bryant menahan tengkuk nya dan mengubah sebuah kecupan itu menjadi ciuman. Cukup lama mereka melakukan nya dan saat merasa Garcia kehabisan nafas dia memukul-mukul dada Bryant. Bryant melepaskan pungutan dan mengusap bibir Garcia yang basah.
“Apa yang gua lakuin? AAA BODOH BANGETT KENAPA GUA NGELAKUIN ITU. Mana ciuman pertama gua lagi” Batin Garcia berteriak mengutuki kebodohannya dan memegang bibir nya
“Kenapa? Baru pertama? Aku juga kok dan kamu yang udah nyuri ciuman pertama ku” Ucap Bryant tersenyum lalu turun dari mobil
“Hah? Dia bilang pertama kali juga? Apa mungkin?” Batin Garcia bertanya-tanya
“Ayo turun tuan putri” Ucap Bryant membukakan pintu untuk Garcia
Namun di sini Garcia hanya melamun dan memegang bibir nya. Melihat itu Bryant tersenyum dan mendekatkan diri nya dan seketika itu Garcia sadar dan langsung menutup bibir nya dengan kedua tangan nya. Betapa malu nya dia ketika melihat Bryant hanya melepaskan sabuk pengaman nya namun dia berfikir yang tidak-tidak. Padahal mereka baru saja berciuman.
“Ayo” Ucap Bryant mengulurkan tangannya
“E-eh i-iya” Ucap Garcia membalas uluran tangan Bryant
“Tetep tenang Cia.. Stay cool. Seolah-olah itu gak pernah kejadian” Batin Garcia
“Loh pantai?” Tanya Garcia ketika sadar saat dirinya sudah berada di tepi pantai
“Iyaa, kamu suka pantai kan?” Tanya Bryant yang duduk di pinggir pantai
“Hmm iya” Jawab Garcia tersenyum senang mengikuti Bryant duduk
Mereka hanya diam melihat ke arah pantai dengan waktu yang cukup lama dan karena kesunyian nya itu membuat suara ombak-ombak pantai terdengar jelas.
“Dingin gak?” Tanya Bryant
“Lumayan” Jawab Garcia
Bryant langsung meraih Garcia dan membawa nya ke dalam pelukannya.
“E-emm udah gak” Jawab Garcia
“Dasar modus kan dia bisa ngasih jaket nya ke gua” Batin Garcia
“Nyaman bangett sampe gua ngantukk” Batin Garcia
“Hari ini kamu happy?” Tanya Bryant
“Banget” Jawab Garcia
“Sejujurnya ini hari terbahagia ku sejak lama setelah bertahun-tahun. Hari dimana kamu udah mulai bisa nerima kehadiranku. Asal kamu tahu dulu waktu pertama kali kita ketemu lagi waktu aku nolong kamu dan kamu bilang aku sok jadi pahlawan. Saat ituu aku ngeliat tatapan dinginmu pada ku ngebuat aku ngerasa sedih tapi di saat bersamaan aku juga liat tatapan kesedihan mu. Saat itu juga aku bertekad untuk menjadi orang yang di bisa melindungi mu selalu.” Ucap Bryant bercerita
Saat tak mendapat kan respon dari Garcia Bryant mencoba menunduk mengecek Garcia yang saat ini bersandar di dada bidang nya.
“Astaga gadis ini” Ucap Bryant ketika melihat Garcia tertidur
Bryant membiarkan Garcia tertidur di pelukannya dan dia hanya menatap dan menikmati pemandangan yang ada di hadapan nya. Merasa waktu semakin malam Bryant langsung mengangkat Garcia dan menggendong nya menuju ke mobil.
Bryant langsung membawa Garcia menuju ke rumah Pribadi nya yang tak jauh dari lokasi pantai. Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya mereka sampai di kediaman pribadi Bryant. Bryant langsung menggendong Garcia dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
Saat ini dia membaringkan tubuh Garcia di ranjang milik nya. Dia menyelimuti Garcia dan memberikan kecupan selamat malam. Setelah itu dia langsung pergi keluar dari kamar nya.
Matahari pagi mulai terbit, seorang gadis yang tengah tertidur itu mulai membuka matanya secara perlahan. Saat matanya terbuka sepenuh nya dia duduk dan melihat sekeliling tempat asing membuat nya menyeritkan dahi.
“Dimana ini? Kemarin kayak nya gua ketiduran waktu di pantai” Ucap Garcia
“Mandi dulu lah” Ucap Garcia yang langsung beranjak dari duduk nya