
“Udah cukup suasana ini, sekarang mari mulai pesta sesungguhnya” Ucap Nabila dengan semangat dan di soraki senang oleh semua nya
Mereka melanjutkan berpesta dengan perasaan senang di hati mereka. Keesokan harinya Garcia bersiap untuk berangkat sekolah dia baru saja keluar dari kamar nya dengan terburu-buru karena ini sudah hampir terlambat untuk nya.Dia berjalan dengan terburu-buru dan melewati meja makan begitu saja.
“Maaf semua, gua udah telat” Ucap Garcia
“Kebiasaan” Ucap Ronald yang melihat Garcia terburu-buru
“Biar gua aja yang kasih roti buat Garcia” Ucap Divna berdiri dengan membawa roti yang sudah di lapisi selai coklat
“Biar gua aja ya” Ucap Louis menahan Divna
“Oh yaudah sana” Ucap Divna memberikan roti nya pada Louis
Louis langsung mengambil roti dari tangan Divna dan berlari menghampiri Garcia. Garcia baru saja sampai di bawah dia juga melihat Nabila dan Mauza sedang menunggu nya.
“Sorry, lama ya” Ucap Garcia
“Nggak kok, baru 30 menit berdiri nungguin lu” Ucap Nabila
“Kenapa gak duluan aja” Ucap Garcia
“Harus solid gurl” Ucap Nabila
“Yaudah ayo” Ucap Garcia membuka pintu mobil mereka
Louis yang melihat Garcia ingin masuk ke dalam mobil langsung berteriak menghentikan Garcia.
“CIAA TUNGGU” Ucap Louis
Garcia langsung menoleh dan melihat Louis tengah berlari ke arah nya.
“Kenapa kak?” Tanya Garcia
“Ini buat kamu sarapan di jalan” Ucap Louis terengah-engah memberikan roti nya pada Garcia
“Aduh padahal gausah gapapa gua bisa makan di kantin” Ucap Garcia mengambil roti yang di berikan Louis
“Nanti gak konsen kalo belajar sama perut kosong kayak gitu” Ucap Louis tersenyum
“Yaudah makasih yaa” Ucap Garcia
“Sama-sama”
“Belajar yang rajin yaa meskipun sebenarnya kami udah punya gelar” Ucap Louis memberikan kecupan di dahi adik nya
“Udah sana masuk” Sambung Louis
Garcia hanya tersenyum dan mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil nya keluar dari markas. Louis terus melihat mobil adik nya yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan senyuman sebenarnya dia tidak percaya dengan semua ini. Dia sudah berbaikan dengan Garcia saja membuat nya sangat bersyukur hal yang sangat dia inginkan akhirnya terjadi.
“Udah senyum nya, mobil nya udah gak ada” Ucap Divna yang muncul di samping Louis
“Ini bukan mimpi kan?” Tanya Louis yang benar-benar tak percaya dengan semua ini
Plakkk
Divna memukul lengan Louis dengan keras hingga membuat Louis kesakitan.
“Sakit Na” Ucap Louis sambil mengelus-elus lengan nya
“Udah ayo masuk” Ucap Divna berbalik meninggalkan Louis
“Tunggu” Ucap Louis menyusul Divna sambil merangkul pundak Divna
Sementara di sebuah rumah seorang pria tengah bersemangat menyambut hari ini. Hingga membuat asisten nya merasa muak dengan senyuman yang di tampilkan oleh bos nya itu.
“Lu kenapa sih” Ucap Samuel
“Gapapa, lagi seneng aja” Ucap Bryant
“Jadwal gua hari ini apa?” Tanya Bryant
“Meeting sama perusahaan A di jam 9:00, di jam 11:00 ada rapat sama karyawan terus siang nya jam 13:00 lu ada janji sama nyonya besar setelah itu lu bebas” Ucap Samuel
“Bagus”
“Bebas bukan berarti lu gaada kerjaan ya anjir” Ucap Samuel
“Iyaiya tau” Ucap Bryant
“Ayo berangkat” Sambung nya keluar dari kamar
Garcia sampai di sekolahan nya tepat waktu. Saat dia keluar dari mobil nya dia sudah di sambut dengan pria yang pernah menjadi musuh nya.
“Pagii cantikk, tumben gak telat” Ucap Raka
“Berisik deh” Ucap Garcia
“Yang di sapa cuma yang cantik ternyata Za” Sindir Nabila
“Hehe pagi guys” Sapa Raka setelah merasa di sindir
“Udah basi” Ucap Nabila
“Ayo Zif” Ucap Mauza menggandeng lengan Garcia dan berjalan mendahului Raka
“Heii tungguin gua dong” Ucap Raka berlari menghampiri mereka bertiga
Bel sekolah akhirnya berbunyi dan semua murid berhamburan keluar.
“Ngacafe dulu yukk, udah lama kita gak ngacafe” Ucap Mauza
“Ide bagus tuh” Ucap Nabila
“Yaudah ayok” Ucap Garcia
“Tumben?” Tanya Nabila
“Tumben langsung setuju” Sambung nya
“Sesekali”
“Jadi gak? Kalo gak yaudah gua duluan” Sambung Garcia
“Jadi lah, kalo lu duluan kita gimana? Orang kita semobil” Ucap Nabila
Mereka bertiga langsung keluar dan menuju ke cafe terdekat untuk sekedar mengobrol ringan atau merefresh kembali otak mereka setelah belajar.