
Garcia langsung berjalan menuju ke kamar nya sedangkan Divna langsung duduk di samping Samuel dan menanyakan apa yang mereka bicarakan.
“Apa yang kalian bicarain?” Tanya Divna sambil menyandarkan kepala nya di dada Samuel dan memakan cemilan yang di beli nya tadi
“Cuma obrolan biasa” Jawab Samuel
“Ohh, mau nonton film?” Tanya Divna
“Boleh” Jawab Samuel
Divna langsung menyalakan sebuah Tv di depan mereka dan memilih film yang ingin mereka tonton. Sedangkan di posisi Garcia dia baru saja selesai ganti baju. Saat ini dia duduk di sofa kamar nya sambil menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.
“Kenapa lama banget” Ucap Garcia yang melihat jam di dinding kamar nya
Garcia terus menunggu hingga 40 menit Bryant baru keluar dari kamar mandi. Melihat Garcia yang menatap nya dengan kesal membuat Bryant bingung. Dia pun menghampiri Garcia dan duduk di samping gadis itu.
“Kamu kenapa?” Tanya Bryant
“Kamu lama banget, aku dari tadi nungguin” Jawab Garcia
“Itu kan karena mu” Ucap Bryant
Mendengar ucapan Bryant yang benar ada nya membuat Garcia terdiam dan mulai ingat akan tujuannya menunggu Bryant.
“Lupain itu, ayo pergi jalan-jalan” Ajak Garcia beranjak dari duduk nya dan nenatap Bryant yang tengah duduk
“Bukannya tadi kamu malas untuk keluar” Ucap Bryant
“Udahh ayoo” Ucap Garcia
“Iya iya” Jawab Bryant beranjak berdiri
Mereka berdua keluar dari kamar bersama, saat melewati ruang tamu mereka melihat Divna yang sedang mesra-mesran bersama Samuel.
“Ehem” Dehem Garcia membuat mereka menoleh menatap Garcia dan Bryant
“Kalian mau kemana?” Tanya Divna
“Mau jalan-jalan bentar” Jawab Garcia
“Oh yaudah hati-hati ya” Ucap Divna
“Hmm, gua pergi dulu” Ucap Garcia langsung menarik Bryant
Mereka langsung turun menggunakan lift menuju ke parkiran apartemen.
“Mau night ride?” Tanya Garcia
“Apapun mau mu akan aku turuti” Ucap Bryant dan di balas senyuman oleh Garcia
Saat sampai di parkiran, mereka langsung menuju ke tempat motor Garcia terparkir. Garcia langsung melempar kan kunci motor nya pada Bryant dan Bryant menangkap sempurna kunci itu.
Garcia menurut dan sedikit mendekat ke arah Bryant. Bryant langsung memasangkan helm itu untuk Garcia.
Dia mulai naik dan memakai helm lalu menyalakan motor nya.
“Ayo naik” Ucap Bryant sambil menggerakan kepalanya agar Garcia naik ke belakang
Garcia langsung naik dan tanpa memeluk Bryant hingga membuat Bryant tetap diam tak berjalan.
“Kenapa gak jalan?” Tanya Garcia bingung
“Peluk aku” Ucap Bryant menoleh ke arah Garcia
Garcia langsung memeluk Bryant dan membuat Bryant tersenyum di balik helm full face itu.
“Good girl” Ucap Bryant lalu mulai mengegas motor nya keluar dari parkiran
Mereka berjalan-jalan di sekitaran ibu kota menikmati angin malam yang sejuk ini. Hingga akhir nya mata Garcia tertarik pada suatu makanan pinggir jalan.
“Bry, berhenti di depan deh. Aku mau beli jajan itu” Ucap Garcia sedikit menaikan suaranya agar Bryant bisa mendegarnya
“Oke” Ucap Bryant
Bryant menghentikan motornya tepat di depan orang yang menjual sempol ayam. Setelah berhenti Garcia langsung turun dan di ikuti Bryant. Bryant langsung melepaskan helm Garcia dan merapikan sedikit rambut Garcia yang berantakan. Dia juga ikut melepas helm nya dan menaruh nya di motor lalu menggandeng tangan Garcia menuju penjual yang di maksud oleh Garcia tadi.
“Pak beli 10 ribu ya” Ucap Garcia
“Siap neng guelis” Ucap Pedagang itu
Bryant langsung mengeluarkan dompet nya dan membayar pedagang itu dengan uang.
“Biar aku yang bayar” Ucap Garcia menahan tangan Bryant
“Kamu cukup temani aku dan habisin waktu mu bersama ku. Untuk soal uang biar aku yang menghabiskannya untuk mu” Ucap Bryant
“Ini pak” Ucap Bryant memberikan uang untuk pedagang itu
“Kembalian nya ambil aja” Sambung Bryant
“Aduh... Hatur nuhun A” Ucap pedagang di itu dan di angguki oleh Bryant
“Ayo duduk di sana” Ajak Bryant
“Iya” Jawab Garcia