My Mafia Girl

My Mafia Girl
Masakan Mommy Anggi



“Gegara ini aku sampek lupa panggil dokter” Ucap Bryant dan langsung memencet tombol yang berada di dinding samping ranjang Garcia


Tak lama dokter datang dengan suster yang mendampingi nya untuk memeriksa keadaan Garcia. Setelah memeriksa mereka langsung keluar dan di lorong mereka berpapasan dengan Divna. Divna yang melihat dokter baru keluar dari ruang rawat Garcia langsung berfikir jika terjadi sesuatu pada Garcia dan langsung berlari ke kamar rawat Garcia.


“Garcia kenapa?” Tanya Divna panik


“Oh hai kak” Sapa Garcia


“Loh? Lu udah sadar?” Tanya Divna


“Gak liat lu?” Tanya balik Garcia


“Tadi ada orang yang gua pesenin kalo ada apa-apa sama lu biar langsung hubungi gua. Tapi ini malah gak di hubungin” Sindir Divna


“Gua gak punya nomer lu” Ucap Bryant


“Ya... Salah gua sihh gak ninggalin nomor” Ucap Divna yang mengalah


“Gimana keadaan lu?” Tanya Divna


“Lumayan lah, udah bisa salto-salto juga” Jawab Garcia


“Jadi lu bujukin tuh orang biar gua bisa pulang hari ini” Sambung Garcia


“Kamu gak denger apa kata dokter tadi?” Tanya Bryant


“Iyaiya ah” Jawab Garcia


Di rumah utama kediaman keluarga Wildert seorang wanita paruh baya sedang memasak dan di sertai omelan yang keluar dari mulut nya.


“Bagaimana cara bocah itu menjaga calon menantu ku sampai dia kecelakaan seperti ini, dasar tidak berguna” Omel Mommy Anggi


“Dan apa bibi tau? Bahkan saya tidak di perbolehkan menjenguk calon menantu ku di rumah sakit. Anak itu benar-benar” Ucap Mommy Anggi menggeleng kan kepala


Sementara bibi hanya bisa tersenyum dan mendengarkan nyonya besar nya sedang mengomeli anak nya itu. Setelah selesai dengan masakan nya Mommy Anggi langsung menaruh nya ke dalam wadah dan di bantu oleh bibi.


Setelah siap Mommy Anggi langsung memberikan nya pada Samuel yang tengah duduk dan mengobrol dengan Daddy Dimitri.


“Ini bawalah dengan hati-hati” Ucap Mommy Anggi memberikam sebuah katung yang berisikan makanan-makanan yang di buat nya.


“Bilang sama bocah itu, untuk menjaga calon menantu ku dengan baik” Sambung nya


“Baik Mom” Ucap Samuel


“Kalo begitu saya permisi” Ucap Samuel


“Hati-hati” Ucap Daddy Dimitri dan di angguki oleh Samuel


“Apa anak Mario baik-baik saja Dad?” Tanya Mommy Anggi


“Dari informasi yang Daddy dapet dia terlihat sangat baik-baik saja. Gadis itu benar-benar mirip seperti Mario” Ucap Daddy Dimitri


“Andai mereka masih hidup” Ucap Mommy Anggi dengan raut wajah sedih


“Itu semua takdir. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya” Ucap Daddy Dimitri


“Ya, semoga Bryant bisa menjaga Garcia dengan baik seperti yang di harapkan oleh Laura” Ucap Mommy Anggi


“Bryant akan menjaga nya dengan sangat baik. Percayalah. Bryant pernah frustasi karena mendapat kabar bahwa Garcia sudah meninggal dulu. Jadi kurasa sekarang dia akan menjadi Garcia dengan baik” Ucap Daddy Dimitri


Ya, mereka sudah tahu semua nya tentang Garcia. Saat mengetahui hal itu mereka terkejut bahwa Garcia masih hidup. Saat mendengar apa yang terjadi di masa lalu keluarga Bryant langsung datang ke Inggris dan mengecek keadaan namun mereka sama sekali tidak menemukan Garcia, Louis, ataupun Amoora. Seperti yang di lihat oleh orang tua Fadil dan yang lainnya mereka juga menemukan mayat anak-anak yang mereka pikir itu Garcia, Louis, dan Amoora. Saat melihat itu, Bryant yang ikut bersama keluarga nya untuk melihat keadaan keluarga Garcia langsung terpukul melihat jazad yang terbakar hangus dan wajah nya bahkan tidak bisa di indentifikasi. Hal itu pernah menjadi ganguan mental untuk Bryant, dia telah kehilangan orang yang paling dia ingin jaga dan membuat nya bahagia bersama nya.


“Ya kamu benar Dad” Ucap Mommy Anggi


Di ruang rawat Garcia, Samuel sudah datang dengan makanan yang dia bawa.


“Halo Ci, gimana keadaan mu?” Tanya Samuel


“Lumayan baik” Jawab Garcia


“Syukurlah” Ucap Samuel lalu memberikan katung makanan itu pada Bryant


“Lama banget” Ucap Bryant


“Ya, sabar dong” Ucap Samuel yang langsung duduk di sofa bersama Divna


“Hai” Sapa Samuel


“Hai” Jawab Divna


Bryant langsung membuka kantung itu dan menyiapkan makanan untuk Garcia.


“Bau nya enak banget” Ucap Garcia mencium aroma dari soup


“Rasa nya akan lebih enak dari bau nya” Ucap Bryant yang mulai menyuapi Garcia


“Aku bisa makan sendiri” Ucap Garcia yang menolak untuk di suapi


“Diam dan buka mulutmu” Ucap Bryant


Garcia hanya pasrah dan membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Bryant.


.


.


Hai guys... Gimana hari ini?


Cuaca nya lagi dingin bangett nihh apalagi di tempat author liburan sekarang. Di tempat kalian gimana? dingin gak? Jaga kesehatan kalian yaa...