
Setelah Garcia sudah di pindahkan ke ruang VVIP, Louis bersama Amoora datang dengan terburu-buru.
“ADEK GUA GIMANA” Tanya Louis panik
“Dia di dalem, ayo masuk” Ucap Andre yang berada di depan
“Gimana kondisi nya” Tanya Louis yang kini berada di samping ranjang Garcia
“Kemungkinan besok dia akan sadar” Jawab Ronald
“Kakk cepet bangunn...” Ucap Amoora yang duduk di kursi sebelah ranjang Garcia sambil memegang tangan Garcia
“Apa kalian udah nemuin dalang di balik ini?” Tanya Louis
“Dia adalah CEO Diana’s Group, Nyonya Diana” Jawab Kevin yang baru saja tiba bersama William
“Lagi-lagi dia” Ucap Divna yang menahan amarahnya
“Sebenernya kenapa orang itu obses banget buat nyelakain Kak Garcia” Ucap Amoora
“Alasannya simple sih, dia dulu kalah tender dan Garcia pernah mempermalukan nya dalam acara ulang tahun perusahaan nya sendiri. Mungkin dari situ dia benci banget sama Garcia” Jawab Kevin
“Dulu dia punya backingan Mafia jadi dia gak takut buat nyelakain Garcia. Tapi setelah Mafia itu tahu lawannya adalah Garcia dia membalikkan badannya dan gak mau mendukung lagi orang gila itu. Karena gaada backingan yang kuat dan perusahaan nya udah ancur dia berfikir buat bunuh Garcia dengan cara nya sendiri namun dia yang malah tewas” Ucap William
“Mati? Semudah itu?” Tanya Louis
“Gua juga nyeselin hal itu sih, padahal gua mau bikin dia sadar” Ucap Kevin
“Dia langsung mati saat dalam perjalanan ke rumah sakit karena kehilangan banyak darah” Ucap William
“Yang penting sekarang kondisi Garcia, semoga aja besok dia udah sadar” Ucap Divna
“Ya, lu bener” Ucap Kevin
“Siapa backingan Mafia yang lu maksud itu?” Tanya Bryant
“Mafia nomor 13” Jawab William
Mendengar suara yang tak asing membuat Louis membalikkan badannya dan melihat seseorang yang sangat dia kenal.
“Bryant?” Ucap Louis
“Hai” Jawab Bryant
“Kenapa lu ada di sini?” Tanya Louis
“Cewe gua terluka, gimana gua gaada di sini” Ucap Bryant yang duduk di pinggir ranjang Garcia
“Cewe?” Tanya keempat Tuan-tuan H7D
“Dia tunangan Garcia sewaktu kecil” Jawab Louis
“Kak cia punya tunangan?” Tanya Amoora
“Garcia punya tunangan” Tanya Tuan-tuan H7D
Mereka bertanya secara bersamaan ketika mendengar pertanyaan dari Louis.
“Cia gak pernah cerita?” Tanya Louis yang heran
“Lu lupa kalo adek lu lupa ingatan?” Tanya Ronald
“Kamu udah tau soal ini, Na?” Tanya Ronald
“Baru tahu kemarin-kemarin sih, waktu liat sikap Garcia agak beda sama nih cowo” Jawab Divna
“Karena kedekatan mereka berdua orang tua kami bercanda akan menjodohkan mereka saat dewasa. Dan Garcia dulu sering menyebut Bocah tengik ini sebagai tunangan kecil” Jawab Louis
Tepat setelah ucapan Louis berakhir Andi, Sabrina, Renata, Aulia, dan kelima pria itu langsung datang.
“Gimana keadaan nya?” Tanya Andi panik
Bisa di lihat dengan sangat jelas jika mereka semua datang dengan kepanikan.
“Jangan berisik” Ucap Ronald
“Dia bakal sadar kan” Ucap Fadil yang berada di samping ranjang Garcia dan memegang tangan Garcia
“Kata dokter besok kemungkinan dia bakal sadar” Jawab Andre
“Syukurlah” Ucap Sabrina dan Aulia
Bryant yang melihat rasa khawatir dari mata Fadil sudah di pastikan bahwa laki-laki itu menyukai Garcia. Terlebih saat dia memegang tangan Garcia membuat nya merasa cemburu.
Louis dan Ronald yang melihay raut wajah Bryant yang terlihat marah langsung tahu apa penyebabnya. Mereka berdua berusaha mati-matian untuk menahan tawa.
“Hei, singkirkan tanganmu” Ucap Bryant dengan nada dingin
“Lu bisa ngelukain dia” Sambung nya
“Lu siapa” Tanya Fadil dengan nada tak kalah dingin
Situasi menjadi sangat canggung ketika kedua pria yang menyukai Garcia ini saling tatap dengan tajam.
“Kalian berdua! Pergi dari ruangan ini” Ucap Ronald yang frustasi
Bagaimana bisa mereka akan bertengkar di saat seperti ini. Ini benar-benar membuat kepala Ronald sangat pusing.
“Gua emang mau pergi! Bang, lu jagain dia buat gua” Ucap Bryant
“Dia emang adek gua sudah sewajarnya gua jagain dia” Ucap Louis
“Lu mau kemana?” Tanya Louis
“Nyelesain urusan yang harus selesain” Jawab Bryant lalu pergi begitu saja
“Apa dia mau nyerang Mafia 13?” Tanya Kevin
“Sudah pasti” Jawab Louis dan Divna bersamaan
Jawaban yang bersamaan itu membuat keduanya saling menatap.
“Dia tumbuh menjadi gadis cantik” Batin Louis tersenyum menatap Divna
“Haishhh jangan senyum gituu bang, kalo gua jatuh cinta gimana” Ucap Divna yang bercada lalu tertawa
“Maka aku akan bertanggung jawab” Ucap Louis
Ucapan Louis sukses membuat wajah Divna memerah karena malu.
“Dih saltingan” Ucap Kevin
“Paan sih lu” Ucap Divna memukul lengan Kevin
Mereka semua yang ada di dalam tertawa melihat kelakuan Divna dan Kevin.
“Gua bersyukur banget Garcia dikelilingi sama orang-orang yang sayang sama dia” Batin Louis tersenyum melihat kedekatan semua orang