My Mafia Girl

My Mafia Girl
Bertarung bersama



Setelah mengatakan hal itu, Garcia hanya diam dan hanya menatap bulan. Dari sejak dia kecil dia sangat menyukai bulan semua keluh kesah nya di ceritakan pada bulan. Mungkin ini akan terdengar aneh di telinga orang lain tapi itu memang terjadi. Jika orang lain menceritakan keluh kesah nya pada seorang sahabat, media sosial, atau yang lain tapi Garcia memilih menceritakan semua nya pada bulan yang menyinari malam.


Setelah diam selama sejam akhirnya Garcia memutuskan untuk pulang setelah perasaan nya jauh lebih tenang.


“Perasaan ku sudah jauh lebih baik, aku akan pergi” Ucap Garcia berdiri dan membersihkan sedikit dress nya dari pasir


Dia berjalan ke arah mobil nya dan mengemudi nya pulang ke rumah pribadi nya. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mobil Garcia sampai di rumah pribadi nya.


Dia langsung masuk ke dalam rumah dan betapa kaget nya dia ketika melihat Bryant tanpa selang infus dan menatap Garcia dengan tajam.


“Kenapa bergerak dari tempat tidur mu” Ucap Garcia menghampiri Bryant


“Kenapa baru pulang? Dinner apa sampai tengah malam seperti ini?” Ucap Bryant


“Sudah ku bilang itu bukan urusan mu” Ucap Garcia


“Kamu dari pantai?” Tanya Bryant ketika melihat sedikit pasir di dress Garcia


“Hmm”


“Ngapain?” Tanya Bryant


“Nenangin diri” Jawab Garcia lalu pergi begitu saja


“Tunggu”


“Siapa pria itu?” Tanya Bryant yang mengikuti Garcia dari belakang


“Dia pacar mu?” Tanya Bryant namun tetap tak mendapat jawaban dari Garcia


Garcia terus melangkah kan kaki nya menuju ke kolam renang dan Bryant masih terus mengikuti nya. Sesampainya di sana Garcia duduk di pinggiran kolam renang dengan kaki yang menyentuh air.


“Jawab pertanyaan ku Garcia” Ucap Bryant yang ikut duduk di samping Garcia


Garcia menoleh sebentar ke arah Bryant dan kembali bermain air dengan kaki nya.


“Cia” Panggil Bryant membuat kaki Garcia diam dan membuat Garcia menoleh ke arah nya


“Sebenarnya anda siapa? Memanggil nama ku seenak nya dan menyuruh ku menceritakan dengan siapa saya pergi. Saya merawat anda di sini sebagai balas budi jika anda sudah merasa lebih baik silahkan pergi.” Ucap Garcia dengan nada datar


Bryant yang mendengar ucapan Garcia hanya bisa diam. Bukan nya dia tidak bisa menjawab nya namun Bryant melihat begitu banyak kesedihan di mata Garcia saat ini. Bryant rela menjadi sasaran kemarahan Garcia jika itu bisa membuat rasa yang membebani nya hilang.


“Ada masalah?” Tanya Bryant menatap Garcia


“Ceritakan lah, lalu aku akan lupa dengan semua yang kamu katakan” Sambung nya


“Apa bisa seperti itu” Ucap Garcia tersenyum remeh


“Pukul aku jika itu bisa membuat mu merasa tenang” Sambung Bryant


“Baiklah, berdirilah tuan” Ucap Garcia lalu bangkit dari duduk nya dan di ikuti Bryant


“Ikuti aku” Sambung Garcia


Bryant hanya diam dan mengikuti langkah Garcia. Garcia membawa Bryant ke halaman belakang tempat dimana dia biasa berlatih sendiri.


“Untuk apa kita kesini?” Tanya Bryant


“Tunggu di sini” Jawab Garcia


Garcia pergi meninggalkan Bryant di halaman belakang sendirian. Tak lama dia kembali dengan membawa 2 buah pedang di kedua tangannya. Dia melempar pedang itu pada Bryant dan Bryant menangkap pedang itu dengan sempurna. Garcia langsung membuka sarung pedang nya dan mengacungkan nya pada Bryant.


“Bertarung dengan ku, King” Ucap Garcia menatap datar Bryant


Mendengar Garcia memanggil nya dengan sebutan seperti itu membuat Bryant tersenyum tipis.


“Sebuah keberuntungan bisa berlatih dengan seorang Queen dari MOTD” Jawab Bryant yang juga melepaskan sarung pedang nya


Garcia tak menjawab nya dia langsung memulai pertarungan ini terlebih dahulu. Suara pedang yang saling bergesek menghiasi malam yang indah ini. Mereka bertarung layaknya pertarungan sungguhan. Untung nya Garcia menggunakan dress pendek selutut sehingga tidak mengganggu langkah nya untuk menyerang. Dan jujur saja Bryant merasa sedikit kualahan mendapat serangan sebrutal ini namun dia tetap mencoba menyeimbangi nya.


Tanpa mereka sadari, tak jauh dari mereka terdapat dua orang yang sedang memperhatikan pertarungan mereka berdua sejak tadi.


“King terlihat seperti kualahan, ini pertama kali nya dia menemukan lawan yang pas” Ucap Samuel sambil menyeduh kopi di gelas nya


“Queen kami jika merasa marah akan seperti itu” Jawab Divna


“Dan lagipula, ini juga pertama kali nya Queen mendapatkan lawan yang sepadan dengan dirinya. Biasanya Queen akan menang dalam waktu 15 menit tapi ini sudah lebih” Sambung Divna


“Apa Tuan ku membuat kesalahan?” Tanya Samuel


“Mana gua tahu” Jawab Divna kembali ke gazebo yang dia duduki tadi bersama Samuel


.


.


.


Hai guys... Apa kabar hari ini?


Hari ini author update lagi, karena cukup senggang dan gabut juga sih jadi gabut nya author buat nulis aja dan update lagi. Udah itu aja kabar hari ini hehe.