My Mafia Girl

My Mafia Girl
Kejar-kejaran



Hari demi hari terjadi teror kecil seperti sekarang. Para anak MOTD sedang menjinakkan bom yang di pasang di mobil.


“Queen, bom berhasil di jinakkan” Ucap Ilham yang menangani kasus ini


“Kerja bagus Ham” Ucap Garcia


“Leon sama kak Diva kawal mereka sampai hotel. Gua sama Ilham biar ngurus yang ada di sini. Biar nanti gua alihin perhatian mereka” Ucap Garcia


“Baik Queen”


Mereka semua masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke hotel. Di tengah-tengah perjalanan Leon dan anggota lain yang berada di dalam mobil yang berbeda mengubah warna mobil nya dan pergi ke arah lain sedangkan Garcia dan yang lainnya mengarah ke arah sebaliknya dan mengelabui orang-orang yang sedang mengikuti mereka hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sepi.


“Siall! Kita masuk perangkap” Ucap Salah seorang dari mobil musuh yang mengikuti Garcia sejak tadi


Garcia, Ilham dan para anak MOTD lainnya keluar dari mobil di ikuti para musuh yang juga keluar dari mobil.


“Astaga, Cuma gengster rendahan” Ucap Ilham


“Jadi selama ini kalian yang neror kami? Bos kalian bodoh juga ya nyewa orang-orang kayak kalian.” Sambung Ilham


“Bodoh? HAHAHAHA” Ucap Bos dari gengster itu


“Hei kalian dengar? Mereka bilang kita bodoh HAHAHA” Ucap Bos itu dan di ikuti tawa oleh bawahannya


“Kalian lah yang bodoh” Ucap Bos itu tersenyum miring


Melihat itu Garcia menyadari bahwa mereka lah yang masuk ke dalam jebakan yang di buat oleh musuh.


“Oh shitt!” Umpat Garcia


“Lu beresin di sini secepat mungkin dan susul gua” Ucap Garcia yang langsung berlari ke arah mobil dan pergi dari sana menyusul Divna dan Leon


“HAHAHA apa kalian baru menyadari nya? Bodoh sekali” Ucap Bos itu


“Berisik anjng!” Ucap Ilham dan langsung menembak orang yang berada di sebelah bos gengster itu


“Sialann!” Ucap Bos itu


Para gengster langsung maju dan menyerang Ilham dan anak-anak yang lain. Sementara di posisi Leon di sadar bahwa seseorang sedang mengejar nya.


“Gua bakal berusaha halangin mereka. Lu bawa mereka ke tempat aman” Ucap Divna yang memang kebutulan dia sedang menyetir membawa mobil yang dia tumpangi


“Baik” Ucap Leon


“Kalian berpegang lah, saya akan sedikit mengebut kita sedang di kejar” Ucap Leon


“Apa? Bagaimana bisa? Bukannya sudah di alihkan?” Ucap orang penting itu


“Maaf, tapi sepertinya mereka menyewa 1 gengster untuk mengelabui kami” Ucap Leon


“Lalu sekarang bagaimana? Mereka terus mengejar” Ucap Asisten orang penting itu


“Rekan saya akan menghalangi mereka jadi berpeganganlah saya akan mengebut untuk menghindari mereka dan membawa anda ke tempat yang aman” Ucap Leon


“Saya percayakan semua pada anda” Ucap orang itu


Leon melihat ke arah orang itu melalui kaca dalam mobil dan menganggukkan kepalanya lalu mulai menginjak gas dan membawa mobil nya pergi menghindar.


Sementara di mobil Divna, dia berusaha menghalangi mobil-mobil yang ingin mengejar mobil Leon. Dengan kemampuannya dia sama sekali tidak memberikan celah pada mobil-mobil yang ingin mengejar Leon.


Di sisi lain Garcia berhasil menyusul rombongan Divna dia melihat bahwa Divna sedang menghalangi mobil-mobil untuk mengejar Leon. Garcia langsung menyambungkan earphone nya pada Divna untuk memberitahu kan untuk menggiring mereka ke tempat yang lebih aman.


“Kak, gua ada di belakang. Giring mereka ke tempat yang aman” Ucap Garcia


“Oh oke” Jawab Divna


Sementara di mobil musuh, Bos mereka yang turun tangan langsung dalam misi ini langsung memerintahkan kepada anak buah nya untuk menembak saja mobil yang ada di depan mereka.


“Tembak saja mobil mereka!” Ucap Bos dari mafia itu


Para anak buah nya langsung menembaki mobil Divna lewat kaca mobil mereka. Di mobil Divna juga tak kalah para anak MOTD yang berada di mobil juga membalas tembakan mereka. Tembakan-tembakan itu terjadi di jalan raya hingga membuat warga lain berlindung dan beberapa kendaraan mencoba menepi agar tak menjadi sasaran tembakan itu.


“Mobil belakang, kejar mobil yang ada target kita. Musuh saat ini sedang fokus terhadap tembakan kita” Ucap Bos mafia itu melalui earphone yang menghubungkan pada mobil belakang


Mobil belakang langsung menyalip mobil Divna dan mengejar mobil Leon. Divna yang melihat itu sangat kesal dan memukul setir kemudi mobil nya dia juga menambah kecepatan mobil nya dan anak-anak MOTD yang lainnya juga masih saling menembak.