May I Love For Twice

May I Love For Twice
Manja-Manja



Keutuhan hati, dan cinta yang Jacob miliki membuat pria itu benar-benar mengasihi wanita pujaannya. Tatkala cinta sudah mengambil alih satu jiwa, maka melepaskan pun tidak akan pernah terelakan. Dalam tiap-tiap waktu yang berlalu-lalang, kisah kasih yang terurai menjadi tirai dimana tepat dibaliknya terdapat benua cinta yang mempraaksai sebuah hubungan suci penuh janji.


Meski hanya dua tahun lewat beberapa bulan, kini Jacob sudah benar-benar menemukan cinta sejatinya kembali. Sejenak mengenang kehilangan Yuna, namun Jacob tak akan terusik lagi. Tiga tahun Jacob jalani penuh lika-liku pilu berharap sang kekasih dapat kembali, namun kenyataan tak berpihak hingga direbutnya sosok gadis polos yang begitu dicintai.


Berbanding terbalik dengan saat ini. Jacob sudah mendapatkan yang sepadan kembali. Tentunya yang selalu bisa membantu, dan membuatnya terlepas dari beban rindu, dan rasa bersalah yang selalu membelenggu. Alesha adalah pusat semesta baru untuk Jacob, ditambah lagi dengan hadirnya janin yang sedang membiak dalam rahim wanita itu, semakin saja Jacob bertambah ekstra untuk memberikan kasih sayang, dan penjagaan.


Contohnya saja ketika sedang berbulan madu. Jacob begitu perhatian, dan enggan untuk menjauhkan diri dari kekasih hatinya, Alesha. Tiap hari selama hampir dua minggu di Turki mereka lalui dengan kebahagiaan akan kebersamaan yang didasari oleh cinta suci nan murni.


Bahkan malam pun tak luput dari kontak raga mereka sebagai sepasang suami istri. Tiap pagi selalu tersuguhkan dengan canda kecil yang sangat berarti.


Berhari-hari meluntang-lantung di negara lain demi mengukir cerita bulan madu pribadi mereka, Alesha, dan Jacob benar-benar lupa akan semua hal yang berbau-bau buruk. Mereka sungguh menikmati apa yang mereka lewati.


Kebersamaan yang tak akan pernah terlupakan.


Namun sayang, waktu bagi mereka berbulan madu sudah habis.


Mendapatkan kuota dua minggu untuk cuti sepertinya masih sangat kurang.


Tapi tidak apa. Alesha, dan Jacob bersyukur karna sudah merasakan bagaimana manisnya berbulan madu.


"Jadi seperti ini ya rasanya berbulan madu? " Alesha menanyakan hal itu sewaktu ia, dan Jacob tengah menikmati malam berbintang di salah satu taman kota.


"Apa kita bisa seperti ini lagi, Jack? "


Ketika itu, Jacob merasa sangat gemas pada istrinya, hingga ia pun beralih dengan memeluk tubuh Alesha dari belakang seraya berucap.


"Tentu saja, Lil Ale. Jika kita memiliki waktu untuk berlibur, maka aku akan membuatmu merasa seolah kita sedang berbulan madu kembali."


Tak terkira berapa banyak momen manis mereka selama menikmati masa-masa berbulan madu di Turki. Terutama Alesha, ia yang paling aktif, dan bersemangat.


Sungguh Jacob merasa jika memang hanya Alesha lah moodbosternya. Setiap kali Jacob dihadangkan dengan masalah kecil, Alesha selalu bisa menjadi penghiburnya.


Hingga setelah mereka tiba kembali di Indonesia, tepatnya di mansion pribadi yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, baik Alesha mau pun Jacob, mereka langsung membersihkan, lalu merebahkan diri diatas busa tebal yang sangat nyaman.


"Kenapa cepat sekali ya? Rasanya seperti baru kemarin kita akan berangkat menuju Turki," Ucap Alesha.


"Itu karna kita terlalu asik menikmati kebersamaan kita, Alesha. Kita lupa kalau waktu terus berjalan," Balas Jacob.


"Terima kasih banyak, Jack," Tiba-tiba saja Alesha membawa tubuhnya untuk meminta dekapan dari suaminya. "Aku tidak tahu harus bagaimana untuk bisa membalas semua kebaikanmu. Aku hanya bisa berterima kasih sangat sangat berterima kasih. Sejak kita saling mengenal, kau selalu saja baik, dan begitu perhatian padaku. Aku tidak akan lupa ketika kau bertarung dengan anak buah Mack sendirian hanya untuk menyelamatkanku."


Jacob tersenyum lembut. Ia membelai penuh kasih sayang pada puncak kepala istrinya. "Aku tidak ingin kau membalas apapun Alesha, sama sekali tidak. Yang aku ingin sekarang adalah kau tetap bersamaku hingga kita tua nanti, dan memiliki anak cucu. Aku ingin melihat bagaimana wajah cantik ini menua dengan penuh cinta, dan kasih sayang yang aku berikan."


"Aku juga ingin melihat bagaimana wajah jelekmu itu menua dengan semua cinta yang aku berikan."


"Wajah jelek?" Ulang Jacob dengan kekehan kecilnya.


"Ya, kau itu sangat jelek, saking jeleknya hingga selalu membuatku tersipu jika sudah ditatap olehmu."


"Tapi kau suka kan?" Goda Jacob.


"Tidak! Aku tidak suka padamu!" Tegas Alesha. Namun sejurus kemudian ia pun menelusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya. "Tapi aku sangat mencintaimu," Lanjut Alesha sangat pelan.


"Apa? Apa kau bilang?" Jacob berpura-pura seolah ia tidak mendengar, padahal telinganya menangkap dengan jelas ucapan Alesha barusan.


"Aku mencintaimu, Jacob Ridle," Bisik Alesha.


Jacob tersenyum cerah setelah mendengar ucapan istri barusan. "Aku juga mencintaimu, Nyonya Ridle."


"Elusi perutku, Jack," Pinta Alesha.


"Hmmm... Baiklah, sesuai perintahmu, Nona."


Jacob mengecup kilas kening istrinya, lalu setelah itu ia pun mulai mengelusi perut Alesha yang masih datar.


Tak terasa, usapan lembut Jacob membuat Alesha luluh pada tidurnya. Meski baru beberapa menit, dengkuran halus pun terdengar oleh Jacob.


"Nyaman ya dielusi?" Gumam Jacob yang terkekeh ketika mendapati kalau istri mudanya itu sudah tertidur pulas.


"Selamat tidur kalian berdua. Aku mencintai kalian," Ucap Jacob sembari mencium bibir ranum Alesha. Selepas itu, ia pun turut menyusul istrinya menuju alam mimpi.


***


Malam dingin yang kian berlalu, kini tegantikkan dengan waktu subuh yang menandakan akan datangnya pagi hari.


Seperti biasanya, Jacob bangun, dan mendapati kalau Alesha masih tertidur sembari membelakanginya.


Bergeser sedikit, kini Jacob berada tepat dibelakang tubuh minimalis istrinya.


"Alesha... Sayang..." Jacob bebisik pelan disebelah telinga Alesha.


"Heyy, Lil Ale, bangun..." Jacob memberikan beberapa ciuman lembut pada pipi wanita kesayangannya itu.


"Alesha..." Guncangan kecil pun Jacob berikan pada tubuh Alesha, dan membuat si pemilik tubuh terusik hingga mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Eungh....." Alesha mulai bergerak-gerak, mencari posisi yang menurutnya nyaman untuk melanjutkan tidurnya.


Alesha diam ketika mendengar ucapan suaminya barusan. Selang beberapa detik kemudian, matanya pun kembali terbuka, dan menatap pada Jacob.


"Hmmm, bantu aku bangun," Gumam Alesha sembari mengangkat kedua lengannya.


***


Karna hari ini adalah hari terakhir Alesha mendapatkan jatah cuti kerja, jadi selama seharian ini pula ia habiskan dengan beristirahat bersama suaminya, Jacob.


Dimulai dengan sarapan pagi, lalu menonton film di ruang keluarga, dan siangnya Alesha membuat semangkuk besar seblak yang sangat pedas.


Jacob tidak banyak berkomentar akan tingkah istrinya yang seolah begitu terobsesi dengan makanan pedas, termasuk seblak. Namun beberapa kali pula Jacob sudah memperingatkan pada Alesha agar tidak berlebihan memakan makanan pedas. Alesha hanya mengangguk dan menjawab 'Iya' saja sebagai balasannya.


Setelah kenyang memakan seblak buatannya sendiri, Alesha pun tertidur pulas di kamarnya hingga pukul empat sore.


Meski merasa bosan karna ditinggal tidur oleh Alesha, Jacob enggan mengganggu waktu istirahat istrinya itu karna ia sudah tahu kalau memang seorang wanita hamil akan lebih sering, dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk tertidur.


Maka dari itu, untuk menghilangkan rasa jenuhnya, paling-paling Jacob akan mengelusi perut Alesha sembari bermain ponsel.


"Jack..." Panggilan pelan tersebut mengusik sang pemilik nama.


"Hmm..." Lalu Jacob pun melirik pada istrinya yang masih terpejam.


"Jam berapa sekarang?" Gumam Alesha tanpa membuka matanya.


"Jam empat, Al," Jawab Jacob.


"Emm.... Berapa jam aku tertidur?"


"Tidak usah dipikirkan, jika masih mengantuk tidur lagi saja, sayangku," Balas Jacob sembari mencium gemas salah satu pipi Alesha.


"Baby J juga ingin dicium," Manja Alesha.


Jacob terkekeh akan ucapan istrinya barusan. "Baby J yang meminta, atau memang kau yang menginginkannya? Hmm.."


"Kami berdua," Alesha tersenyum manis setelah menjawab itu.


"Semenjak hamil kau berubah menjadi sangat manja sekali, Alesha."


"Kenapa memangnya? Tidak boleh ya?" Alesha memanyunkan bibirnya.


"Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku merasa kau terlihat lucu ketika sedang bermanja-manja," Balas Jacob sembari menaruh dua kecupan lembut pada permukaan kulit perut Alesha.


"Awww, geli!" Kekeh Alesha.


Bersama pikiran jahilnya, Jacob malah semakin mengangkat baju blouse yang Alesha kenakan, dan juga mulai menaruh kecupan lain pada tubuh bagian atas istrinya itu.


"Hei hei hei!" Dengan sigap Alesha menyibak kembali pakaiannya agar menghentikan ulah jahil suaminya itu. "Aku tidak memintamu untuk mencium area yang lain!" Protes Alesha.


"Bonus, sayang," Balas Jacob sembari menunjukan kedipan nakalnya.


"Ish, dasar genit!" Alesha mendengus lalu beranjak bangun. "Awas, aku ingin makan!"


"Owh, jadi istri kecilku ini lapar ya setelah kenyang tertidur," Gemas Jacob sembari mengelus puncak kepala Alesha.


"Iya! Baby J butuh asupan lagi," Alesha bergerak menuju tepian kasur, lalu setelah itu bangkit, dan berjalan begitu saja meninggalkan suaminya yang masih terkekeh.


"Malam ini ibu, dan Sharon akan datang, Alesha."


Deg!


Seketika langkah Alesha terhenti ketika mendengar ucapan suaminya itu.


Ibu sama Sharon mau datang?..... Gumam Alesha dalam hatinya


"Ibu ingin melihat keadaan menantunya yang sedang mengandung cucu barunya," Lanjut Jacob sembari menghampiri Alesha.


Alesha menghela, lalu menghembuskan napasnya setenang mungkin. "Kenapa baru bilang sekarang? Aku belum mempersiapkan apapun. Apa yang harus aku masak nanti?" Alesha mendongkak, menatap pasrah pada suaminya.


"Tidak usah memikirkan itu, Alesha. Ibu ke sini untuk melihat kondisimu juga Baby J," Balas Jacob.


"Tapi aku tidak enak, Jack."


"Syut.." Jacob mendekatkan wajahnya pada wajah Alesha. "Sekarang makan, dan tidak usah memikirkan hal itu," Lanjut Jacob sangat lembut.


"Atau aku yang akan memakanmu?" Bisik Jacob dengan seringai nakalnya.


"Tidak tidak!" Pekik Alesha. "Ini masih sore, dan aku lapar!" Lalu Alesha berjalan begitu saja dengan terburu-buru karna takut jika ia akan dijadikan santapan nikmat oleh suaminya itu.


Jacob tertawa kecil melihat tingkah Alesha yang menurutnya lucu itu. Awalnya ia tidak menyangka jika ternyata Alesha adalah gadis yang suka sekali bermanja, dan dimanja, tapi setelah menikah, khususnya ketika hamil, Jacob jadi lebih paham bagaimana sikap istri menisnya itu.


.