May I Love For Twice

May I Love For Twice
New Beginning (Seasons 2)



Setiap awal pasti akan ada akhirnya, namun diantara dua hal itu, ditengah-tengahnya pasti terdapat sebuah atau beberapa atau bahkan banyak sekali hal-hal yang dapat dipetik sebagai pelajaran dan pengalaman baru. Terselip cerita suka yang akan menjadi kenangan manis semasa perjalanan berlanjut.


Untuk Jacob, bertemu dengan Alesha mungkin bisa dikatakan sebuah anugrah terindah. Ia dapat bangkit kembali dari keterpurukan masa lalu yang membebaninya. Segala hal yang sudah ia lalui bersama gadis yang sudah menjadi ratu dalam hatinya itu tidak akan pernah terlupakan. Ketika kesendirian melingkupinya, Jacob akan selalu mengingat pada sosok manis yang begitu ia rindukan saat ini.


"Tunggu kejutan yang akan aku buat, Alesha. Kau tidak akan menduga itu." Mengajak bicara visual cantik yang terpampang pada layar ponselnya adalah hobi baru untuk Jacob. Mengoleksi banyak foto Alesha adalah salah satu cara agar ia bisa tetap merasa dekat dengan gadisnya itu.


Lalu Jacob pun mematikan kembali layar ponselnya.


"Permisi, tuan." Ucap seorang pria yang bukan lain adalah Taylor, salah satu bodyguard yang setahun lalu bertuga untuk menjaga dan menemani Alesha di Bandung ketika WOSA memberikan jatah liburan akhir semester untuk para muridnya. "Saya sudah menyelesaikan semua perintah yang ada berikan, tuan."


Jacob tersenyum bahagia setelah mendengar laporan dari pria yang kini sudah menjadi asisten pribadi juga orang kepercayaannya.


"Kerja bagus, Taylor." Jacob menepuk pelan bahu Taylor, sedangkan si empunya bahu tersebut tersenyum kecil karna berhasil membuat bahagia tuanya.


Lalu Jacob pun menjatuhkan tubuhnya pada sofa besar dan empuk yang berada di dalam ruang kerja pribadinya. Kini, Jacob bukan lah lagi seorang agent intelegent di SIO atau mentor di WOSA, kakaknya, Mona meminta Jacob untuk mengambil alih posisi kepala manager perusahaan milik ibu mereka. Namum bukan berarti Jacob sudah beralih profesi dan ia melupakan profesi lamanya begitu saja. Diwaktu senggang, biasanya Jacob akan pergi menuju SIO dan WOSA untuk memantau perkembangan dan kemajuan di tempat itu, Jacob juga yang menjadi jembatan kerja sama yang dilakukan antara perusahaan milik ibunya dengan SIO dan WOSA.


"Baby Ale, kira-kira bagaimana ya reaksi Ale yang asli setelah mengetahui rencanaku ini?" Tanya Jacob pada boneka beruang besar milik gadisnya. Sungguh, boneka itu benar-benar membuatnya nyaman, apalagi ditambah dengan wangi parfum milik Alesha yang Jacob dapatkan secara diam-diam beberapa hari sebelum hari kelulusan para murid WOSA berlangsung.


"Baby Ale, bersabarlah, pemilikmu mungkin lupa untuk membawamu, tapi aku yang akan tetap menjaga dan merawatmu hingga kau bisa bertemu kembali dengan pemilikmu.


Mungkin akan sedikit tampak seperti orang gila jika memperhatikan tingkah Jacob yang mengajak bicara sebuah boneka beruang besar berwarna pink, namun percayalah, Jacob melakukan hal itu karna memang hanya boneka itulah teman curhat pribadinya jika ia sedang merindukan Alesha.


"Baby Ale, kita sama-sama merindukan Ale yang asli, tapi aku akan berusaha agar kita bisa segera bertemu dengan Ale kita itu." Setelah mengucapkan kalimat itu, akhirnya Jacob pun menyandarkan tubuhnya pada Baby Alenya. Ia ingin beristirahat, selama kurang lebih tiga bulan ia disibukan dengan pekerjaan barunya sebagai manager utama perusahaan. Kenyataan yang cukup pahit pun meski Jacob hadapi, ia dan Alesha jarang sekali bisa memiliki waktu untuk dapat berkomunikasi walau hanya melalui jaringan telepon. Kesibukan Jacob membuat Alesha merasa tidak tega, jadi gadis itu memutuskan untuk membiarkan Jacob fokus bekerja dan tidak akan mengganggunya, belum lagi perbedaan waktu Indonesia-Amerika yang cukup jauh membuat mereka semakin kesulitan untuk dapat bisa bertukar pesan suara atau pun pesan teks.


Jadi selama lebih dari dua bulan, paling Alesha dan Jacob hanya akan bertukar pesan satu kali dalam seminggu. Disaat-saat seperti ini memang pengertian lah yang menjadi faktor utama agar mereka bisa tetap menjalin hubungan baik, meski komunikasi yang berjalan jauh dari ekspektasi.