
Setelah membicarakan masalah Sephora dengan Leo, mereka akhirnya memutuskan untuk membatu Sephora. Memang adalah rasa berat hati yang di rasakan Leo, tapi mau bagaimana lagi kalau itu adalah permintaan Ariel yang tidak bisa dia tolak.
Pertama-tama Sephora akan ditemani Ariel untuk memeriksa kandungannya. Untunglah ada Win yang selalu membantu sehingga dia bisa lebih cepat mendapat penanganan.
" Ini masih sangat awal, jadi usahakan agar anda menjaga suasana hati, makanlah makanan yang sehat, bersih, perbanyak juga asupan asam folat ya? Bantu juga dengan minum susu, agar bayi terhindar dari kecacatan. " Pesan Dokter yang akan di ingat oleh Sephora.
Ariel tak sengaja melihat senyum Sephora yang begitu hangat, tulus saat dia menyentuh perutnya sendiri. Mungkin dia memang jahat padanya dulu, tapi melihat wajah Sephora sekarang ini Ariel merasa yakin kalau Sephora pasti akan menjadi Ibu yang baik. Ariel yang tadinya ingin menunda kehamilan tiba-tiba merasa tergugah, dia jadi ingin hamil juga.
Sepanjang perjalanan Sephora terus tersenyum bahagia hingga tidak menyadari jika sedari tadi Ariel terus menatapnya dengan pemikirannya sendiri. Sudahlah, ini mungkin adalah keberuntungan Sephora hamil lebih cepat dari pada dirinya, meskipun bagi sebagian wanita hamil tanpa suami terasa memalukan. Kalau dipikirkan lagi bagaimanapun lebih baik melahirkan dan merawat baik-baik anaknya ketimbang di gugurkan, atau seperti beberapa kasus bayi yang di buang, bahkan di bunuh begitu dia lahir.
" Oh iya, Ariel aku boleh minta turun ke mini market tidak? Aku ingin membeli susu hamil. " Ucap Sephora setelah ingat bahwa dia belum membeli susu hamil untuknya.
" Iya. "
Kurang lebih sepuluh menit setelahnya, Sephora turun untuk membeli susu, tapi karena Ariel yang suka jajan itu tidak bisa melihat mini market yang jelas menyediakan banyak macam camilan jadi dia juga ikut turun setelah Sephora turun. Berbeda dengan Sephora yang sibuk memilih susu terbaik untuk Ibu hamil, Ariel justru sudah memenuhi keranjang belanjanya dengan camilan camilan kesukaannya.
" Sephora? "
Sephora terdiam sebentar karena dia hafal benar suara siapa batuan. Ariel juga yah tak sengaja mendengar suara itu segera menatap ke arah Sephora yang tidak jauh darinya.
" Kau beli susu hamil? "
Sephora terdiam sebentar.
" Iya, kenapa? "
" Hah! Benar-benar tidak heran kalau kau hamil. Untung saja aku tidak berniat menikahi mu dari awal. "
Ariel mengeryit kesal, sedangkan Sephora memilih diam tapi tangannya mengepal kuat. Bukan tidak menyadari jika perasaan pria itu, yang tak lain adalah Bram begitu cetek, niat untuk menikah dengan Sephora hanyalah iya mulutnya saja karena terdesak dengan tekanan orang tua Sephora sendiri.
" Kau sudah bicaranya? Kalau sudah, lebih baik kau minggir saja. Aku ingin memilih susu hamil yang ada di dekat punggung mu. " Ucap Sephora sebisa mungkin tidak ingin merusak hati bahagianya hanya karena Bram saja.
Ariel tidak tahan lagi, dia meraih tepung yang di kemas dengan plastik berukuran seribu gram, lalu memukulkannya ke kepala Bram hingga pecah dan membuat bubuk putih itu memenuhi tubuh Bram, juga tangannya, sedikit juga mengenai Sephora.
" Aku! Kenapa memangnya?! " Jawab Ariel tak terlihat takut sama sekali.
" Ariel? Kau?! Berani sekali kau melakukan ini padaku! Memang aku mengganggumu, hah?! " Protes Bram yang masih sempat-sempatnya menjaga perilakunya karena sekarang ini hampir semua orang melihat ke arahnya.
" Kau tidak menggangguku secara langsung, tapi kau sudah menghina kakak ku! Jadi bagaimana bisa kau menyebut tidak mengganggu ku?! Memang kenapa kalau dia hamil? Kau pikir hanya kau saja yang tidak ingin menikah? Dia juga tidak berniat penuh menikah dengan pria brengsek yang cucungnya belok ke sembarang arah, sudah cucung kecil saja belagu di gunakan di banyak lobang wanita! Kau ini seharusnya ewita dengan monyet saja, cucung mu kan seukuran dengan cucung monyet! "
Sephora tersenyum karena di merasa bahagia dengan kalimat yang keluar dari mulut Ariel. Dia bahagia saat Ariel meyebut dirinya adalah seorang kakak meskipun dulu dia tak pernah sekalipun memperlakukan Ariel dengan baik. Ditambah lagi Ariel begitu membelanya tak perduli kalau pria yang cekcok dengannya adalah pria yang dahulunya adalah mantan pacar yang Sephora rebut dengan tidak berperasaan.
" Ariel, berhentilah selalu menghina benda sensitif pribadiku! Kau juga jangan sok membelanya, kau pasti tahu kan betapa tidak tahu malunya dia? Jangan juga menganggap dia sebagai kakak mu, karena dia tidak pernah menganggap mu adik sama sekali. Asal kau tahu saja, dulu dia selalu menjelekan namamu agar bisa mendekatiku, dan sekarang kau sebut dia kakak? Kau sudah tidak waras ya? "
Ariel menghela nafas, masalah itu memang siapa yang tidak tahu? Tapi bagaimanapun semua sudah terjadi, toh dengan adanya perbuatan buruk Sephora itu dia jadi menyadari kebusukan Bram lebih cepat, bahkan Sephora juga lah yang sudah mengantarkan dia untuk menikahi pria yang baik seperti Leo.
" Terserah kau mau bilang apa, yang pasti apapun itu tidak akan bisa mempengaruhi ku. "
Bram mengepalkan tangannya semakin kuat, tatapannya juga semakin terlihat kesal.
" Sa sayang? Kau tidak apa-apa? " Tanya seorang wanita yang sepertinya adalah wanita barunya Bram. Dia terlihat kasihan menatap Bram, tapi tangannya juga ragu-ragu untuk menyentuh tubuh Bram yang kotor membuat pria itu semakin kesal di buatnya.
" Aku akan membalas apa yang kau lakukan padaku, Ariel! "
Ariel berdecih dengan tatapan santai karena memang tidak takut sama sekali. Kalau dulu sih mungkin Ariel akan langsung menciut nyalinya dan ketakutan saat ada yang mengancamnya seperti tadi. Tapi, sekarang dia kan punya Leo, suruh saja Leo maju menggantikan dia dalam situasi bahaya, kan kebanyakan orang tidak berani macam-macam dengan pria itu, eh! Maksudnya suaminya Ariel sendiri.
Setelah sampai di rumah, Sephora kembali ke kamarnya, dan tak lupa dia mengucapkan kata terimakasih dengan mimik yang menunjukkan bahwa dia begitu tulus. Benar-benar membuat Ariel terperangah tak percaya, bahkan sampainya Ariel di dalam kamar juga masih terus memikirkan perubahan sikap Sephora yang begitu berbeda. Ah, sudahlah! Bagaimanapun perubahan ini terbilang bagus juga dari pada harus menghadapi Sephora yang menyebalkan seperti dulu.
Sephora duduk di pinggiran tempat tidur dengan perasaan lega. Entah mengapa dia merasa ingin terus tersenyum, apakah karena kehamilannya? Ataukah karena Ariel masih menganggapnya sebagai seorang kakak? Mungkinkah Sephora bahagia karena keduanya?
" Semoga semua akan baik-baik saja dan berjalan seperti harapan. " Ucap Sephora laku tersenyum sembari mengusap perutnya yang masih rata itu.
Bersambung.