Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 113



Hubungan Sephora dan Daniel membaik seiring berjalannya waktu, meski belum sepenuhnya Ibu dari Daniel merestui pernikahan mereka, tapi adanya bayi yang akan lahir yang tak lain adalah cucunya, Ibunya Daniel mau tak mau memilih diam dan menunggu saja sampai bayinya lahir. Kalau memang nanti Daniel masih akan tetap bersama Sephora, tentu saja dia tidak bisa melarang karena apapun yang dikatakan untuk melarang putranya tidak akan bisa menghentikan keinginan putranya itu.


Grade semakin hari justru semakin manja, pagi dia akan bangun untuk menemani Onard latihan berjalan, siang dia akan menempel dimana Onard bekerja, Sore dia akan menemani Onard berilah raga, malam tentu saja dia akan memeluk Onard sepanjang malam. Yah, walaupun kegiatan di atas ranjang hampir dia lakukan setiap hari, nyatanya dia benar-benar tidak bisa merasa bosan dengan Onard. Padahal pria itu tidak banyak berkontribusi, tapi bagi Grade Onard tetaplah yang terbaik untuknya.


Ariel dan Leo juga semakin mesra. Berbeda dengan Grade, karena disini Leo lah yang lebih aktif dalam menunjukan perhatian dan rasa cintanya untuk Ariel. Pagi, siang, malam, dia selalu memantau keadaan istrinya yang sudah mendekati hari persalinan. Sebenarnya wajar bagi seorang suami yang harus meninggalkan istri demi untuk bekerja harus merasa khawatir dan berdebar ngeri karena takut jika istrinya mulai kontraksi dan dia tidak berada di sana, atau lebih sialnya kalau saja tidak ada satu orang pun yang membatu istrinya. Berlebihan memang, padahal Ibu Maria juga berada di sana, dia lebih memilih untuk bersama dengan dengan Ariel sampai Leo pulang nanti karena dia begitu mengkhawatirkan Ariel.


Di kediaman Leo dan Ariel.


Ariel menatap Ibunya sembari memakan potongan buah apel yang di berikan Ibunya. Sungguh buta kalau tidak bisa melihat bagaimana sikap Ibunya yang tidak biasa hari ini. Dia seharian terus merona tidak jelas membuat Ariel berpikiran kalau pasti ada hubungannya dengan Win si manusia terkutuk itu. Bukannya Ariel tidak merestui, hanya saja Win itu terbilang tampan, tubuhnya juga begitu tegap, belum lagi Win itu kan pintar dan cekatan, pastilah banyak wanita muda yang jatuh hati padanya.


Ariel menghela nafas, padahal Ibunya sih cantik, tapi kenapa juga dia masih merasa takut kalau Ibunya akan dikhianati oleh Win nantinya?


" Nak, Ibu sebenarnya ingin membicarakan sesuatu dengan mu. "


" Aku tahu kok. "


Ibu Maria menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Anu, kalau Ibu menikah lagi apakah kau tidak keberatan? "


Ariel menghela nafas.


" Aku tidak tahu harus menjawab apa, aku kan tidak tahu bagaimana Win yang sebenarnya. Bisa saja kan nanti Win berselingkuh dari Ibu? Win kan lebih muda dari Ibu, peluang untuk berselingkuh dengan gadis muda pasti besar sekali kan? "


Ibu Maria tampak terkejut.


" Dari mana kau tahu kalau Win yang Ibu maksud? "


" Ibu dan Win kan bertingkah malu-malu kucing setiap bertemu. Tidak perduli ada aku atau tidak, kalian berdua terlalu menunjukkannya. "


Ibu Maria menggigit bibir bawahnya menahan malu.


" Jadi kau tidak setuju ya? "


" Aku kan belum menjawab, Ibu. Aku perlu menanyakan soal Win kepada Leo, meksipun Win adalah orang kepercayaannya, aku yakin sekali Leo tidak akan membohongiku kok. "


Ibu Maria tersenyum dan mengangguk.


" Kalau kau setuju, jangan lupa kabari Ibu secepatnya ya? Soalnya Win sudah menyiapkan segalanya yang di perlukan untuk pernikahan kita. "


Ariel ternganga tak percaya. Memang benar-benar gencatan senjata si Win itu, batin Ariel.


Malam hari setelah Leo kembali ke rumah, Ariel membicarakan soal Ibunya dan Win kepada Leo.


" Restui saja, sayang. Win itu bukan pria yang akan berselingkuh, aku tidak ingin berbohong, tapi Win benar-benar tidak memiliki niat menikah sebelumnya, jadi jika dia sudah sampai serius seperti ini, itu tandanya dia benar-benar mencintai Ibumu. "


Karena ucapan Leo itu, akhirnya Ariel merestui hubungan Ibunya dan Win sehingga mereka berdua melangsungkan pernikahan sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga inti saja.


Grade dan Onard, Sephora dan Daniel, Ariel juga Leo menjadi saksi sumpah janji suci yang di ucapkan Win kepada Ibu Maria yang kini telah sah menjadi istrinya.


Ariel mengangguk setuju.


" Yah memang benar-benar tepat sih, Win kan masih muda, jelas sekali staminanya masih oke, wanita empat puluh tahun itu sedang berada di ujung semangat dalam urusan ranjang, jadi pernikahan ini jelas adalah tindakan yang tepat. "


Ariel, dan yang lainnya menatap Grade dengan tatapan heran.


" Kalau aku berusia empat puluh tahun nanti, apa aku bisa seberuntung Ibuku ya? " Gumam Ariel yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Leo.


" Sayang, aku benar-benar akan menjaga tubuhku dan staminaku dengan baik, aku janji tidak akan mengecewakan mu sampai harus membuatmu ingin menikahi pria muda. "


Ariel memaksakan senyumnya, aduh dia lupa kalau tidak boleh asal bicara saat bersama Leo karena pria itu lebih cemburu dari yang di pikirkan.


" Sayang, nanti saat usiaku empat puluh tahun, kita harus coba beberapa gaya terbaru jadi kita tidak akan mudah bosan, iya kan? Apalagi kakimu sudah mulai kuat, juga bisa berjalan cukup lama, jadi aku benar-benar tidak sabar menunggu kau bisa memimpin di tempat favorit kita. ( Ranjang )


Onard menghela nafas, benar-benar yang ada di otak Grade hanyalah itu itu saja. Anak belum juga lahir, tapi dia sering membahas untuk rajin membuat anak supaya banyak anak dan rumah tidak sepi, juga bisa untuk menemani kakek agar tidak kesepian. Entah itu bisa di sebut berkah memiliki istri yang begitu semangat memiliki anak, ah! Ataukah hanya semangat membuat anaknya saja?


" Aw! " Grade memegangi perutnya, dahinya mengernyit seperti merasakan dan menahan sesuatu di sana.


" Ada apa? " Tanya Onard panik.


" Pe perutku! "


Onard yang reflek karena bingung segera memegang perut Grade seolah memeriksanya.


" Perutmu, ada apa dengan perutmu? "


" Sakit! " Ucap Grade yang membuat semua orang di sana menoleh padanya.


" Grade, kau baik-baik saja? " Tanya Ariel kaget dan juga khawatir.


" Ini, apakah trik mu supaya lebih diperhatikan suamimu? " Tanya Sephora karena memang biasanya Grade seperti itu.


" Ah! Bukan, ini sakit! Aku mungkin akan melahirkan! "


Sephora membuang nafas sebalnya, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Grade, itu karena masih kurang dua mingguan lagi perkiraan Grade akan melahirkan.


" Kau akan melahirkan dua Minggu lagi, lalu aku sekitar sepuluh hari dari sekarang, jadi jangan lebai, kita- " Sephora terdiam karena dia merasakan ada yang tidak beres juga di perutnya.


" Ah! " Pekik Spehora membuat Daniel yang khawatir sekarang. Ah, padahal dia baru akan menghubungi Ambulans, jadi gagal karena melihat istrinya kesakitan juga.


Ariel menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sementara Leo terus menatap dengan tatapan terkejut karena ketika melihat Grade berteriak kesakitan dan Sephora yang pucat dia jadi takut melihat istrinya seperti itu.


" Ini, air apa? " Tanya Ariel yang tak sengaja melihat genangan di lantai, tepat dia berdiri.


Bersambung.