
Ariel terus menatap Leo yang sibuk dengan ponselnya. Ah tidak tahu apakah pura-pura tidak melihat Ariel yang jelas memperhatikannya sedari tadi. Niatnya sih ingin menanyakan kebenaran dari ucapan Leo tadi, tapi dia sendiri juga merasa ragu kalau kalau itu hanya membuat hatinya kecewa nanti. Maklum saja, meskipun mereka suami istri, nyatanya Ariel sama sekali tak tahu bagaimana Leo yang sebenarnya, dia juga tidak tahu suaminya bekerja apa, dan di mana. Dulu sih memang dia tidak perduli, tapi semenjak membicarakan tentang Ibunya, Ariel tiba-tiba ingin tahu lebih banyak tentang Leo.
Lagi, Ariel kembali melirik ke arah Leo yang sepertinya sangat sibuk tidak seperti biasanya. Aneh sih, padahal biasanya dia akan mengatakan, mandi, makan, ganti baju, bau, berisik, sana! sini! Kenapa tiba-tiba dia sibuk dengan ponselnya?
" Berhentilah terus memperhatikan ku jika tidak ingin jatuh cinta dengan si buruk rupa ini. " Ucap Leo tapi tak sekalipun dia menatap ke arah Ariel yang terus menatapnya tanpa henti. Tentu saja dia tahu, dan itulah alasan dia memilih sibuk dengan ponselnya.
Ariel mengejek dengan gerakkan bibirnya. Bukan masalah jelek alias buruk rupanya, tapi lebih ke malas saja jatuh cinta dengan di pemilik mulut kosa kata yang mengandung sarang lebah.
" Kau mau sampai kapan sibuk dengan ponsel mu? Apa kau tidak ingin mandi? "
Ariel melotot kaget dengan ucapannya sendiri. Mandi? Kenapa tiba-tiba fokusnya ke kamar mandi? Padahal banyak juga kegiatan malam yang belum dilakukan, termasuk makan malam, dan Leo biasanya akan memberikan makan malam juga untuk anjing kesayangannya. Aduh, malu sekali sih, tapi mau bagaimana lagi kalau sudah tersebut dari mulut?
" Maksudku, kau itu terlihat sangat lelah dan kusut. Maka jangan salahkan mataku yang gatal melihatnya sampai ingin memandikan mu. " Ujar Ariel tapi tak berani sedetikpun menatap ke arah Leo berada.
Leo meletakkan ponselnya, lalu menatap Ariel yang sedari duduk dipinggiran tempat tidur, sementara dia sedari tadi duduk di dekat sofa.
" Kalau begitu gatal ingin memandikan ku, maka kau bisa memandikan aku sekarang. Jangan ragu-ragu, aku tidak akan menolak kok, dan yang lebih pentingnya, aku tidak akan keberatan saat kau ingin menyentuh bagian yang lain. Anggap saja itu sebagai hadiah untukmu sekalian agar kau tidak penasaran apakah cucung ku ini berfungsi atau tidak. "
Ariel terdiam sebentar, sebenarnya dia sempat mencari tahu di internet bahwa orang yang mengalami lumpuh di bagian pinggang ke bawah itu artinya bagian cucungnya juga tidak berfungsi. Tapi kalau Leo begitu percaya diri seperti itu, apakah Leo adalah pengecualian? Kakinya lumpuh tapi cucungnya masih bisa bangun?
Ah, Masak iya sih? Habisnya setiap kali aku melihat cucung jumbonya itu kan sedang tidur. Ih! Aku jadi merinding sendiri bagaimana ya kalau cucungnya sudah bangun? Kira-kira dengan pergelangan tangan ku sama tidak ya? Ah, apa-apaan ini?! Aku tidak mau memikirkan hal kotor itu!
" Sudahlah, memandikan mu kan sama saja seperti memandikan anak TK. Kalau memang butuh di mandikan, aku akan segera melakukannya. "
Leo tersenyum tipis.
" Ya sudah, ayo cepat mandikan aku! Ingat, aku tidak suka kalau masih ada kotoran atau kuman yang tertinggal di tubuhku, jadi pastikan kau memandikan ku dengan amat sangat bersih. "
Ariel menelan salivanya sendiri. Ya ampun, padahal hanya kalimat biasa saja sebenarnya, tapi kenapa ucapan dari mulut Leo terasa sangat membuatnya merasa sangat tertekan?
" Mandi mau sebersih apapun juga tidak akan ada habisnya kuman bermunculan di tubuhmu. Toh kau hanya perlu mandi dan biarkan aku memandikan mu, anggap saja aku ini babysiter mu saja, Oke? "
Leo membuang nafasnya, benar-benar membuat tak bisa bicara lagi.
" Kalau begitu, maaf merepotkan mu, istriku. "
Hah? Ariel merinding sendiri mendengar kata istriku yang di khususkan untuk dirinya dari Leo yang pasti. Tidak tahu apa yang di pikirkan Leo saat menyebut itu, tapi Ariel benar-benar berdebar tak menentu sekarang ini.
Leo tersenyum tipis melihat Ariel yang seperti tersipu.
" Capat, kau ini serius tidak ingin memandikan ku? "
" Iya serius. " Ariel berjalan mendekat kepada Leo, perlahan dia membuka satu persatu kancing kemeja yang di gunakan Leo kala itu. Wangi, bahkan wanginya sama persisi dengan Presdir Nard. Ah, mungkin karena mereka sama-sama orang kaya jadi memiliki kesamaan dalam menyukai parfum juga bukan hal yang aneh.
" Kau butuh bantuan agar celanaku bisa cepat terbuka? "
Glek!
Ariel menelan salivanya lagi, tali sebisa mungkin dia tak ingin menjawab, jadi biarkan saja Leo memikirkan apa yang ingin dia pikirkan. Sementara Ariel, gadis itu dengan cepat segera melucuti bagian bawah suaminya setelah mendapatkan sela untuk melepaskannya tadi.
Aduh, ukurannya memang benar-benar tidak mengecewakan. Ini saja belum Tuing! Kalau sudah Tuing tidak tahu sebesar apa. Sayang, dia pasti tidak bisa melakukannya karena lumpuh.
Leo, pria itu hanya bisa membiarkan Ariel menatap lekat benda miliknya padahal dia sendiri merasa ini agak aneh dan tidak terbiasa untuknya. Tapi tidak masalah lah, asalkan semua berjalan sempurna seperti rencananya, maka cepat atau lambat akan mendapatkan hasil yang dia inginkan.
" Sudah, aku sudah melepaskan semua pakaianmu! " Ucap Ariel seraya bangkit dari posisinya, ah dia malu sekali sampai pipinya merona karena melihat cucung Leo dengan posisi yang sangat dekat sekali tadi.
" Kamar mandi! "
Ariel memutar bola matanya jengah.
" Pergilah sana! Kan biasanya kau akan mandi sendiri. " Ujar Ariel karena memang benar. begitulah biasanya.
" Cepat, aku sudah bilang kalau kau harus memandikan ku, dan jangan lupa kalau ini adalah keinginanmu sendiri tadi. "
Ariel menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan perlahan membuang penat, dan semoga saja dia diberikan kesabaran yang lebih lagi untuk menghadapi Leo.
Seperti janjinya, sekarang ini Ariel mulai menggosok punggung Ariel, semua bagian atas hingga bersih, dia juga sudah mencuci rambut Leo, dan sekarang masalah terbesarnya adalah, tinggal bagian bawah sana yang belum dia bersihkan.
" Anu, bagian bawahnya kau saja yang membersihkan nya ya? " Pinta Ariel karena tak bisa dengan mudahnya kabur begitu saja kan?
" Tidak mau, kau harus membersihkannya sendiri karena itu adalah keinginanmu juga. Oh, sekalian saja kau coba cari tahu, apakah dia, maksudku cucung ku bisa bangun atau tidak. "
Ariel semakin serba salah jadinya. Sebentar dia terdiam menimbang apakah perlu untuk dia lakukan atau tidak?
" Satu, dua ti- "
" Iya! Ini aku sedang mengambil posisi! " Ucap Ariel kesal.
" Tolong cuci cucung ku dengan baik, jadi dia sudah cukup bersih saat istriku menginginkan nya. "
Matamu! Tutup saja mulut sialan mu, dasar brengsek.
Bersambung
Maaf kalau banyak sekali typo, kalian bisa kasih komentar di bagian typo ya..... Othor uda sangat mengantuk😭