Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 93



Sephora terduduk di atas tempat tidur merasai tubuhnya yang begitu sakit di sekujur tubuh. Setiap kali selesai Daniel melakukanya, Sephora hanya akan di tinggal begitu saja tanpa kata. Ini sudah satu Minggu berjalan seperti yang di minta Daniel, dan satu Minggu sudah Sephora menderita tanpa ada satu orang pun yang tahu. Sungguh dia begitu tersiksa dengan perilaku kasar Daniel saat berhubungan badan, dia juga begitu tersiksa dengan cara Daniel menatapnya seolah dia hanyalah sesuatu yang menjijikan ketika sudah selesai digunakan.


Ini benar-benar pelajaran yang mungkin tidak akan bisa Sephora lupakan seumur hidupnya. Dulu dia begitu perduli dengan stamina seorang pria yang dia anggap belum pernah ada yang membuatnya puas, sekarang? Ketika menemukan pria dengan stamina bagus dia malah kesakitan hingga berteriak tak sanggup di dalam hati setiap Daniel menyentuhnya.


Seperti hukuman yang begitu menyakitkan, setelah dua hari yang lalu melihat seorang wanita keluar dari apartemen Bram, bahkan parahnya Bram mengabaikan pesan darinya selama seminggu terakhir karena sibuk dengan wanita barunya. Tidak apa-apa, ini adalah kesalahannya sendiri, ini adalah hukuman dari perbuatannya, rasanya sih ingin sekali mengatakan itu agar diri sendiri bisa tenang, tapi tetap saja jiwa egoisnya begitu meronta tak terima dengan apa yang terjadi seolah dia membutuhkan seseorang selain dirinya untuk di salahkan.


" Ah! " Sephora terjatuh ke lantai karena tak tahan dengan luka perih di bagian intinya saat ingin bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Dia meringis menahan rasa sakit yang begitu jelas perih dan berdenyut tak bisa di jelaskan hanya dengan kata-kata saja.


" Ah, aku benar-benar tidak bisa bangkit. " Ucap Sephora lalu menangis sesegukan seorang diri di sana. Memang sudah ada makanan yang tersedia di sana, minuman juga ada, tapi yang tidak ada di sana adalah tenaga lebih untuk Sephora bangkit. Dia ingin sebentar ke kamar mandi, membasuh tubuhnya agar lebih segar, barulah dia ingin makan dan minum agar tubuhnya segar kembali.


Hampir tiga puluh menit Sephora tergeletak di lantai, ketiduran kah? Ah, mungkin lebih tepatnya dia pingsan. Tapi pingsan itu rupanya memberikan sedikit tenaga untuk Sephora sehingga dia bisa bangkit dari posisinya sekarang. Sebentar Sephora menyingkirkan selimut tebal yang sedari tadi melilit tubuhnya, meraih sebuah kemeja bekas Daniel pakai yang berserakan di lantai. Dia harus makan, jadi dia pergi untuk mencari makanan, barulah setelah itu dia akan pergi mandi kalau perut di rasa sudah kenyang.


Seperti orang kesetanan, Sephora melahap dengan rakus satu piring nasi dengan lauk pauk serta sayuran, dia juga memakan habis buah-buahan yang sudah di sediakan di sana, susu juga dia minum sampai habis, dan setelah dia bersendawa barulah Sephora bisa sedikit tersenyum karena merasa perutnya begitu kenyang.


Seperti kebanyakan orang yang kekenyangan, Sephora duduk di sofa yang menghadap ke arah layar televisi. Untuk menunggu perutnya membaik, Sephora menonton televisi terlebih dulu. Tak lama terdengar suara alarm pintu mendalam kehadiran seseorang. Jelas Sephora mengeryit, siapa yang datang? Tidak mungkin kalau itu adalah Daniel yang datang lagi kan? Awalnya Sephora tidak ingin membuka pintu, karena dia sudah mulai yakin jika orang itu bukan Daniel. Kalau benar dia Daniel, jelaslah tidur Pelu sampai menyalakan bel pintu kan? Lama kelamaan Sephora merasa terganggu juga hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


" Anda siapa? " Tanya Sephora menatap seseorang yang berdiri di hadapannya sekarang, yakin sekali jika orang itu sama sekali belum pernah bertemu dengan Sephora sebelumnya. Orang itu menatap Sephora dengan tatapan yang tidak biasa, matanya membelakak seperti orang marah, terlebih saat melihat kemeja yang melekat di tubuh Sephora.


" Jadi kau?! Kau jal*ng yang sudah berani-beraninya menggoda suamiku?! " Orang itu adalah seorang wanita yang kira-kira usianya sekitar tiga puluh tahunan. Begitu dia berbicara tangannya juga ikut bergerak menarik rambut Sephora dengan kuat. Dia datang bersama satu orang wanita lainnya, wanita yang lainnya itu nampak lebih muda dari pada wanita yang menyebut dirinya seorang istri yang suaminya di goda oleh Sephora.


" Ah, sakit! Hentikan! Ini sakit! " Sungguh Sephora tidak bisa banyak melawan karena keadaan tubuhnya benar-benar belum pulih sepenuhnya meski dia sudah banyak sekali makan tadi. Hanya saja tatapannya yang meremang beberapa saat kini sudah membaik dan bisa jelas melihat seperti apa wajah kedua orang itu.


" Sakit katamu? Kau pikir sakit mana suaminya di rebut jal*Ng sepertimu, hah?! " Wanita yang lebih muda itu meneriaki Sephora dengan begitu semangat tali tak jelas di dengar Sephora karena Sephora benar-benar merasakan sakit saat rambut ya di Jambak dengan begitu brutal.


Bruk!


Tubuh Sephora di hempaskan ke lantai dengan tatapan marah oleh wanita yang mengaku suaminya di goda oleh Spehora.


" Aku tidak menggoda suami mu! "


Pak!


Baru saja Spehora akan melakukan pembelaan diri, wanita yang tak lain adalah Istri dari Daniel itu melayangkan sebuah pukulan keras di wajah Sephora. Sedangkan satu lagi wanita yang lebih muda itu adalah Adik dari istrinya Daniel yang sedari tadi melotot tajam menatap Sephora.


" Kenapa kau menamparku?! Kalau kau merasa terkhianati, maka salahkan saja suamimu, kenapa harus menyakitiku! Kalau saja bukan karena mu, aku juga tidak akan mungkin jadi seperti ini! " Kesal Sephora, dia sudah cukup sabar selama ini, meghadapi semua orang termasuk Daniel, tapi untuk penghinaan sampai harus menyakiti fisiknya benar-benar tidak bisa ia terima begitu saja.


" Dasar wanita rendahan! Katakan saja berapa uang yang ka butuhkan, aku akan membuatmu setelah itu pergilah dari kehidupan suamiku! "


Sephora mengepalkan kedua tangannya, dia bangkit meksipun tubuhnya masih sangat lemah. Dengan berani dia menatap kedua bola mata istrinya Daniel yang begitu tajam ke arahnya.


" Jika memang anda tidak ingin saya ada di kehidupan suami anda, tolong minta suami anda melepaskan saya dengan cara, anda harus segera hamil! "


Plak!


Sephora terperangah kesal, meksipun dia mengatakannya dengan nada penuh emosi, tali ucapan itu benar-benar dia harapkan agar segera terjadi sehingga dia tidak perlu menderita lebih lama lagi.


" Jangan asal bicara kau, jal*Ng! "


" Kau pikir punya anak itu mudah hah?! Kakak ku memiliki kondisi tertentu yang tidak bisa menentukan kakak ipar anak, jadi jaga bicaramu! " Ucap gadis muda yang adalah adik dari istrinya Daniel.


" Kalau begitu, lebih baik pergilah saja karena kedatangan kalian kesini tidak ada gunanya. " Ucap Sephora pasrah.


Bersambung.