Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
Bonus Chapter 32



Seperti permintaan Ibu mertuanya, Lope kini tengah berbelanja keperluan rumah atau belanja bulanan karena pelayan rumah mereka yang biasa belanja sedang cuti, sementara Ibu mertuanya memiliki kegiatan di luar yang butuh banyak waktu. Lope tentu saja bergegas mengikuti apa yang diminta oleh Ibu mertuanya dan di sana juga ada Mike yang menemani sesuai keinginan Lope.


Selesai membeli kebutuhan dapur, tentu saja Lope tidak akan membuang kesempatan untuk berbelanja kebutuhan dirinya sendiri. Dia membeli beberapa pakaian, perawatan tubuh mula dari untuk mandi, hingga selesai mandi lengkap dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Sebenarnya saat masih gadis Lope tidak sama sekali begitu rajin dan detail memikirkan tentang perawatan tubuh, tapi setelah menikah di tambah yang dia nikahi adalah pria yang sangat sulit mengontrol diri, jadi mau tidak mau dia harus pintar merawat diri, agar bisa menguasai ruang di hati suaminya, karena hanya dengan begitu Lope akan mendapatkan yang namanya kesetiaan meski terdengar agak sulit.


" Eh, Mike sepertinya baju ini cocok untukmu deh. " Ucap Lope seraya berjalan cepat untuk menghampiri dimana sebuah kemeja tengah terpajang rapih di dekat susunan kemeja.


" Ini terlalu tua untukku, aku tidak mau ah! aku tidak biasa menggunakan kemeja seperti ini. " Ujar Mike menjauhkan kemeja itu dengan mimik yang menunjukkan kalau dia benar-benar ogah karena tidak menyukai kemeja pilihan Lope.


Lope menghela nafas, yah memang bisa apa dia kalau memang bukan selera Mike jadi mana mungkin dia memaksa sekalipun kemeja itu nampak sangat keren bagi Lope.


" Begitu ya? Kalau begitu kita cari yang lain saja. "


Baru saja Lope akan berbalik untuk meraih lengan Mike dan membawanya untuk pergi ke sisi lain, seorang gadis lebih dulu memeluk lengan Mike dan tersenyum melengketkan tubuhnya kepada Mike. Tentulah Lope terkejut begitu juga dengan Mike, tapi melihat keberanian wanita itu, tentu saja Lope paha sekali bahwa hubungan keduanya pastilah sejauh yang sedang dia pikirkan.


Mike segera melepas tangan wanita itu untuk menjauhkan dari lengannya. Takut, dia benar-benar takut sekali kalau sampai Lope marah padanya, lalu mengadu kepada orang tuanya dan jadilah dia miskin karena ancaman kedua orang tuanya adalah memberhentikan semua sokongan materi kepada Mike.


" Apa kabar, Mike? Sudah lama loh kita tidak bertemu, kau tidak pernah datang ke tempat biasa kenapa? " Wanita itu berbicara dengan mimik yang menggoda, di tambah bokong serta dadanya yang besar, benar-benar membuat Mike panas dingin di buatnya. Ah, seperti seleranya selama ini.


Lope membuang nafasnya, tentulah dia menyadari Mike yang sempat melirik beberapa kali ke dada wanita itu, tapi biarkan lah saja dulu, toh membuat sadar kucing jalanan untuk menyukai daging pilihan yang segar memang bukan hal mudah.


" Anu, aku se sedang sibuk, maaf maaf jangan seperti ini ya? " Mike kembali ingin menjauhkan lengan wanita itu, tapi anggapan wanita itu malah Mike sedang menggodanya dengan tingkah malu-malu meong yang membuatnya malah jadi ingin lebih gencar lagi menggoda Mike.


Lope sok sibuk saja dengan kemeja yang tadi sempat dia tunjukan kepada Mike, padahal telinganya sedang ia pasang tajam agar dia tidak melewatkan satu kata pun dari obrolan mereka berdua.


" Mike, kau sedang ingin membeli kemeja ya? mau aku pikirkan untukmu? Aku tahu benar bagaimana seleranya kok, jadi belanja denganku saja ya? sekalian tolong bayarkan baju ini untukku. "


Lope tersenyum mengejek, memang semua wanita yang pernah dekat dengan Mike hanyalah mengincar uang saja, karena sedikit-sedikit merayu dan pada ujungnya adalah uang yang dia inginkan.


" Tidak perlu kok, aku sudah beli kemeja, tuh! Aku beli yang itu. " Mike menunjuk kemeja yang kini sedang di pegang oleh Lope. Tentu saja dia tahu kalau Lope hanya berpura-pura saja tidak melihat mereka, tapi Lope pasti mendengarkan semua yang mereka bicarakan bukan?


" Duh, itu kan sangat kuno. Aku pilihkan untukmu ya? "


Mike benar-benar sudah tidak tahan lagi karena dia benar-benar sangat takut. Segera dia menjauhkan tangan wanita itu dari tubuhnya lalu berjalan cepat mendekati Lope. Biarlah dia di bilang suami takut istri, karena sampai detik ini dia sungguh tidak bisa hidup kalau tanpa uang dari kedua orang tuanya.


" Ini adalah kemeja kesukaanku! Mulai sekarang seleraku seperti ini, iya kan Lope? Eh, maksudku sayang? "


Lope melotot kesal, dia menunduk melihat bagian dadanya yang memang tidak bisa dibandingkan dengan milik wanita itu, apalagi bokongnya, jelas tidak ada apa-apanya. Benar-benar kesal sih, tapi ya mau bagaimana lagi karena pemberian Tuhan benar-benar patut dia syukuri dan jangan coba di rubah.


" Kenapa melihat dada dan bokong ku seperti itu? Kau sedang menilai tubuhku lewat dada dan bokong? " Lope menatap sinis wajah wanita itu.


" Santai saja, aku hanya sedikit heran saja kok. Selama ini kan Mike tidak menyukai perempuan yang kurus kerempeng sepertimu, jadi aku agak terkejut saja. "


" Begitu ya? "


" Iya, memang kau tidak tahu? Ngomong-ngomong mau aku antar menemui Dokter bedah plastik yang paling bagus? "


" Tidak suka, aku nyaman dengan tubuhku ini. "


" Nyaman? Apa kau tidak merasa kalau tubuhmu kekurusan dan terlalu rata? "


Mike tanpa sadar mengangguk membuat Lope kesal dan malas untuk berdebat lebih lagi.


" Aku punya wajah cantik, itu sudah cukup. " Ujar Lope, dia yang hari itu menggunakan baju dengan dada bagian atas terbuka, lalu ikat model kerut di pundaknya sengaja dia turunkan agar bagian dada atasnya semkin terekspos membuat Mike melotot kaget karena bingung apa yang ingin Lope lakukan.


Lope tersenyum, dia berjalan meninggalkan Mike dan juga wanita itu, lalu berjalan mendekati seorang pria tampan yang sepertinya datang sendirian saja.


" Permisi, boleh minta tolong? "


Pria itu menoleh menatap Lope lalu tersenyum dengan tatapan terkesima.


Mike, pria itu benar-benar tidak menyangka kalau Lope akan berbuat sejauh itu. Tapi tunggu! Bukan itu masalahnya, masalah sebenarnya adalah kenapa Lope membuat dadanya terekspos? Segera Mike berjalan cepat, lalu menelusup di tengah untuk menjauhkan posisi Lope dan pria itu kemudian membenahi pakaian Lope.


" Kau ini apa-apaan sih?! Cuma aku ya yang boleh melihat tubuhmu! " Protes Mike.


" Kenapa? Kenapa aku harus mau bagi-bagi sedangkan kau tidak boleh? "


Bersambung.