Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 74



Leo kembali ke rumah begitu pekerjaannya sudah selesai. Ah, dia benar-benar merindukan istri kesayangannya, dia bahkan sudah tak sabar selama di perjalanan. Sungguh menyebalkan karena setiap jam pulang kantor jalanan selalu macet, ditambah lagi suara klakson yang begitu banyak membuat kepala sakit meronta untuk segera sampai di rumah.


Akhirnya Leo sampai di rumah, dengan langkah kaki cepat dia segera masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Ariel. Seharian dia pergi hanya meninggalkan pesan di ponsel Ariel saja, sudah begitu dia malah tidak mendapat jawaban sama sekali dari kesan yang dikirimkan kepada Ariel, menghubungi Ariel juga tidak diangkat. Entah kesibukan apa yang membuat Ariel begitu tidak sempat membalas pesan dan menerima telepon darinya.


Leo mengeryit melihat Ariel yang sedang tersenyum senang menatap Sephora dan Ibunya yang masih belum selesai dengan pekerjaannya. Sekarang ini mereka sedang mengepel lantai dengan menggunakan kain lap. Ah, benar-benar sangat indah sekali, karena melihat Sephora dan Ibu tiri belum selesai dengan anjing-anjing milik Leo. Seharian ini mereka baru saja memandikan satu anjing saja, itu juga mereka sudah terlihat sangat stress, wajah mereka pucat pasi, bahkan mereka berdua sudah berkali-kali kencing di celana.


" Ibu, aku benar-benar ingin mati saja kalau terus mengurusi anjing-anjing sialan ini. Ibu kan tahu aku tidak suka anjing, kenapa juga memaksaku untuk membantu Ibu? lihat! Aku sudah kencing di celana berkali-kali! Tubuhku Selian bau kotoran anjing, juga bau kencing dan bau badan. " Ucap Sephora sembari menangis sesegukan. Padahal baru satu anjing yang berhasil mereka mandikan, itu pun hanya berani menyemprotkan air dari jarak yang agak lumayan jauh, memberikan sampo juga sampai jatuh berkali-kali karena si anjing Tibet itu terus menggigit kain bajunya hingga sudah robek-robek bagian bawahnya.


" Sephora, Ibu melakukan ini kan untukmu, kau seharusnya dengan suka rela juga membantu! " Ibu tiri juga ga kuasa menahan kesedihannya. Dia juga sudah menangis berkali-kali begitu menghayati kesedihannya karena ini untuk pertama kalinya dia benar-benar menjadi pembantu, bahkan malai harus memandikan sebelas anjing, membersihkan kandangnya yang bau dan kotor, ditambah lagi anjing disana sangat jumbo sekali, Azawakh adalah anjing yang paling ditakuti oleh Ibu tiri karena anjing itu begitu tinggi dan tubuhnya yang kurus panjang hampir seukuran dengan tubuhnya.


" Ibu aku tidak tahan lagi, aku menyerah! Aku mau pergi mandi dan membersihkan diri, aku ini kan masih gadis, mana boleh aku begini? Bisa-bisa pria yang melihatku akan kabur dengan jurus seribu langkah kilat. " Sephora bangkit dengan begitu cepat, Mada bodoh dengan Ibunya yang terus berteriak memintanya untuk kembali membantunya.


" Ibu kerjakan saja sendiri, aku tidak mau gila lebih lama! " Ucap Sephora yang sudah hampir keluar dari kandang anjing itu. Dengan langkah buru-buru dia segera meninggalkan tempat itu. Niatnya sih ingin segera ke kamar mandi dan membersihkan diri yang sudah tidak karuan baunya. Tapi begitu melihat Ariel, dan orang di belakang Ariel yang sepertinya tidak disadari kehadirannya oleh Ariel membuat Sephora tak mampu berkata-kata, menatap pun dengan tatapan terkejut.


" Kenapa menatapku seperti itu? " Ariel memicingkan tatapan matanya, padahal niatnya ingin terang-terangan menertawakan Sephora begitu dia keluar dari sana, tapi melihat ekspresi Sephora yang aneh itu malah tiba-tiba membuatnya jadi tidak bisa tertawa.


Leo, pria hanya bisa menunjukkan betapa malasnya dia menatap Sephora. Dia memilih untuk memeluk istrinya dari belakang, dan itu tentu saja membuat Ariel terperanjak terkejut karena memang dia tidak menyadari kehadiran Leo.


" Kau? Sejak kapan kau di belakang ku? "


Sephora menatap Ariel dan Leo yang begitu mesra dengan tatapan tak percaya. Dia bahkan sampai lupa kalau tubuhnya sudah bau tidak karuan.


" Aku belum lama sampai, aku merindukan mu, kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku? kenapa tidak membalas pesan dariku? "


Ariel menghela nafasnya.


" Seharian ada banyak kejadian yang menyenangkan, jadi maaf aku sampai tidak sempat melihat ponsel. " Ucap Ariel tersenyum senang mengingat bagaimana Sephora kesakitan bolak balik ke kamar mandi, melihat Ibu tiri dikerjai anjing-anjing sampai jungkir balik, dia juga melihat Sephora dan Ibu tiri sampai kencing di celana karena ketakutan.


" Benar-benar perlu dihukum, bisa-bisanya bahagia tanpa ku. " Leo membawa Ariel pergi dari sana menuju kamar mereka.


Sephora baru sadar kembali jika badannya sangat bau.


" Sialan! Presdir Nard pasti jijik sekali melihat penampilan ku, juga bau di tubuhku! Ah....! " Sephora mengacak-acak rambutnya frustasi.


" Si wanita kurang ajar itu berani-beraninya berselingkuh, lihat saja bagaimana aku akan mengatakannya kepada suami cacat mu nanti! Hah! Pasti dia sedang pergi bekerja di luar negeri seperti Ayahnya Bram kan? Pengusaha memang begitu kan? Awas saja kau Ariel, jangan terlalu senang bisa berselingkuh dengan Presdir Nard ku, aku akan membuatmu di tendang oleh suami cacat mu, juga di tendang jauh seperti sampah oleh Presdir Nard ku. "


Grade terdiam melihat bagaimana Onard berusaha keras untuk bangkit dari duduknya di atas kursi roda. Jujur saja dia tidak perduli pada awalnya, tapi lama-lama melihat Onard begitu berusaha keras dia menjadi sebal sendiri dan gatal sendiri ingin membantu karena merasa heran dengan orang yang sudah puluhan kali mencoba tapi masih tak mampu melakukanya.


Grade bangkit dari duduknya, dia meraih tubuh Onard yang cenderung tinggi besar, membantu untuk berdiri tanpa mengatakan apapun.


" Hei hei hei! Aku tidak meminta bantuan mu yang jelas pasti tidak rela kan? Kau pasti sedang menyumpahi ku di dalam hati kan? Ah, atau kau sedang mendoakan kematian ku?! "


Setelah Onard bisa berdiri dengan tegak, Grade menjauhkan tubuhnya lagi tak ingin bicara, membalas ucapan Onard.


" Terimakasih. " Ucap Onard setelah berdehem beberapa kali, sebenarnya dia tidak ingin berterimakasih, tapi mau bagaimanapun dia juga perlu mengucapkan itu kepada orang yang sudah membantunya kan?


" Simpan untukmu sendiri, aku tidak menginginkan ucapan terimakasih darimu. "


Onard menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan kesal.


" Aku mengatakannya karena aku sangat tahu diri, mau terima atau tidak ya urusanmu. " Onard berdecih sebal setelahnya.


" Diam lah, aku sedang tidak mood bicara denganmu. " Ucap Grade dengan tatapan yang entah sedang memikirkan apa.


" Ya sudah, siapa juga yang begitu repot ingin berbicara dengan mu? " Kesal Onard.


" Bagus! " Ucap Grade singkat tanpa melihat ke arah Onard.


" Anu, tapi aku butuh bantuan mu, tolong jadi pegangan ku, aku ingin ke tempat tidur. " Ucap Onard malu-malu tapi tidak berani juga menatap Grade.


" Tidak tahu malu! " Kesal Grade, tapi dia tetap saja bangkit membantu Onard.


" Ah! " Pekik Grade saat tiba-tiba Onard menjatuhkan tubuhnya yang besar itu kepadanya, bukan sengaja, itu karena Onard kehilangan keseimbangan.


Grade dan Onard sama-sama saling melotot kaget saat tidak sengaja bibir mereka bersentuhan.


Bersambung.