
Setelah mengetahui Bram berselingkuh, Sephora kini semakin tidak tenang. Dia mulai yakin bahwa Bram itu sama sekali tidak akan bisa setia karena memang dia begitu baik dan lembut memperlakukan wanita, dan mungkin memang tujuannya adalah untuk dekat dengan banyak wanita. Sungguh mengerikan bukan? Kebiasaan memperlakukan semua wanita dengan lembut tentu saja akan mudah membuat banyak hati wanita luluh dan terpana, tidak heran juga kalau setelah menikah nanti Bram akan terus berselingkuh.
Sephora membuang nafas kasarnya, padahal satu-satunya yang bisa menolong keuangan Sephora dan keluarganya adalah Bram, tapi kalau Bram seperti ini, bukan berarti dia akan kehilangan Bram dan uangnya nanti, atau malah dia tidak akan mendapatkan sokongan apapun dari Bram yang mengarah ke materi.
" Tidak bisa! Aku harus mencari cara! Mana mungkin aku menerima hidup miskin? " Sephora berjalan ke sana kemari sembari berpikir, bagaimana dia mencari solusi untuk masalah yang besar sekali menurutnya.
" Iya, iya! Aku harus menggoda Presdir Nard lebih gencar lagi, hanya dia harapan ku satu-satunya sekarang, jadi aku benar-benar harus bersiap dengan baik. " Sephora mengangguk menyetujui ucapannya sendiri, sudah tidak boleh membuang banyak waktu, sekarang dia harus menggunakan jalan pintas dan berusaha sebaik mungkin agar bisa menciptakan peluang dan memuluskan jalan dari rencananya.
" Iya! Aku harus melakukannya. " Sephora tersenyum penuh keyakinan, bahkan dia juga terlihat puas padahal belum juga melakukan apapun.
Pagi hari.
Ariel dan Leo menikmati sarapan seperti biasanya, tapi yang tidak biasa pagi ini adalah pakaian yang digunakan Sephora. Entah kerasukan apa dia hari ini, tapi baju yang digunakan Sephora benar-benar membuat Ariel ingin muntah rasanya. Celana jeans pendek, pendek sekali, di tambah ada robekan robekan di depannya membuat pahanya terekspos indah. Baju atas yang minim, saat menunduk punggungnya akan terlihat, saat mengangkat kedua tangan perutnya akan terlihat. Dadanya yang besar itu sengaja di perlihatkan bagian atasnya, menyembul aneh dan terlihat sesak.
Ah, pasti di sumpal dengan kaos kaki.
Batin Ariel ketika melihat dada Sephora. Memang Sephora memiliki bentuk dada dan bokong yang bagus, tapi yakin sekali bahwa dadanya tidak sebesar sekarang ini, tapi ya sudahlah, biarkan saja dan lihat apa yang sebenarnya akan di lakukan Sephora hari ini, Eh! maksudnya bagaimana cara Sephora menggoda Leo yang sedari tadi sudah mengeraskan rahangnya menahan kesal. Bahkan, tangannya yang mengepal menandakan dia marah juga sampai gemetar seperti tak tertahankan kemarahannya.
" Bagaimana suamiku sayang? Kok raut wajah mu begitu sih? Panas dingin melihat dada montok yang sampai luber melebihi tempatnya ya? " Ariel berbisik kepada Leo, lalu cekikikan setelah nya.
Leo tentu saja ogah sarapan pagi ini, karena penampilan Sephora benar-benar mengganggu penglihatannya. Bukan berarti tidak memiliki sifat pria yang kebanyakan akan terpana, hanya saja Leo yang menyandang status sebagai Presdir Nard bukan hanya sekali dua kali di goda oleh wanita dengan cara barusan. Awalnya saat usianya masih di angka dua puluhan benar dia sampai terus terbayang-bayang dan hampir goyah pendirian, tapi karena terlalu sibuk dan juga sering mendapatkan godaan seperti itu, pada akhirnya dia merasa bosan juga dan kesal sendiri jadinya.
" Maaf sayang, tapi cucung kesayanganmu ini hanya bisa dibangunkan oleh mu kok. " Bisik Leo yang sontak membuat wajah Ariel begitu merah menahan malu. Cucung kesayangan apanya?! Aduh, mau membentak tak terima juga memang kenyataannya cucung itu mulia di sayang olehnya, apalagi rasanya kan.... Ah...! Hentikan! Pemikiran mesum dari mana itu?!
Sephora merasa jika hari ini pun masih gagal menggoda Presdir Nard yang malah asik berbisik dan sepertinya sedang menggoda Ariel karena terlibat wajah Ariel begitu merah dan malu malu.
Sialan! Apa sih yang bagus dari Ariel?! Aku juga cantik, bentuk tubuhku lebih bagus, aku juga lebih tinggi. Tidak mungkin Presdir Nard tidak bisa menilainya kan?
Tak lama setelah itu, tepat dimana Ariel dan Leo baru saja selesai dengan sarapannya, rupanya Onard dan Grade datang bersamaan. Onard yang biasa menggunakan kaca mata hitam dan penutup wajah tentu saja tetap menggunakannya saat akan pergi, sedangkan Grade nampak cantik meski pakaian yang ia gunakan begitu sederhana, wajahnya juga tak banyak riasan, mungkin hanya penambah warna saja di bibirnya.
Sephora yang melihat kedatangan mereka sontak membulatkan matanya terkejut. Dia berpikir kalau pria yang menggunakan kaca mata hitam dan masker wajah itu adalah Leo, maka dia menganggap itu adalah keberuntungan karena sekarang riwayat peselingkuhan antara Ariel dan Presdir Nard akan berakhir, dan dia bisa menggantikan Ariel untuk berhubungan dengan Presdir Nard, atau menggantikan Ariel mnejadi istrinya Leo juga tidak apa deh yang penting dia tidak jatuh miskin.
" Selamat pagi? "
Grade menatap sinis Sephora dari atas hingga kebawah. What the hell? Penampilan yang sangat terbuka itu kenapa juga harus dia lihat sepagi ini? Ah, dia juga sering menggunakan baju seperti itu ketika tinggal di luar negeri, tapi apakah oke saat di pagi hari? Terlebih, Grade belum melihat orang itu, dan entah mengapa Grade langsung bisa menebak kalau Sephora adalah pembantu di rumah itu.
" Who are you? " Tanya Onard bingung. Iya, ini kali pertama mereka bertemu kan? Sudah begitu membuat terkejut saja dengan penampilan terbuka sekali.
" Ah, namaku Sephora, aku Kakaknya Ariel. "
" What's?! Sephora yang bahkan menggunakan heels saja kaku memiliki Kaka jal*ng sepertimu? " Grade menatap heran, juga terkejut. Dia benar-benar tidak percaya kalau Sephora itu adalah kakak tirinya Ariel yang dia anggap kampungan dengan penampilan rapihnya.
Sebenarnya Sephora sangat marah, tapi karena dia menganggap pria yang duduk di kursi roda dengan wajah tertutup adalah Leo, maka mau tak mau dia hanya bisa menahannya sebentar dan berakting melas demi mendapat simpati dari pria itu.
" Maaf, sebenarnya aku juga tidak nyaman dengan penampilan ini, tapi karena aku tidak banyak baju, aku terpaksa menggunakan pakaian yang ada saja. "
Onard menggaruk tengkuknya, dia merasa bingung dengan perubahan ekspresi Sephora yang begitu cepat terjadi. Grade, wanita yang biasa menyakiti orang dengan kudanya tentu saja tidak bisa menahan diri untuk tidak bicara.
" Baju yang ada? Berarti baju yang kau punya rata-rata baju untuk mengehemi pria ya? "
Sephora menahan kesal, tapi sialnya dia harus bisa menahan diri dan mencoba tersenyum sebaik mungkin.
" Oh iya, di dalam ada Presdir Nard loh sedang bersama dengan Ariel. Eh, bahkan juga sudah beberapa hari ini menginap juga. " Maksud dari ucapan Ariel adalah untuk membakar api cemburu dari Leo.
" Oh, oke. "
" Eh?!!!!! " Kaget Sephora karena reaksi pria yang dia kira Leo malah seperti tidak perduli.
Bersambung.