
Akhirnya bayi laki-laki Wiliam dan Moza lahir setelah perjuangan mereka berdua menahan sakit yang sangat luar biasa. Moza berhasil melahirkan bayi laki-laki seberat tiga kilogram dengan panjang lima puluh tiga centimeter. Wajahnya benar-benar perpaduan antara Moza dan Wiliam, tapi kalau di lihat dengan teliti akan cenderung lebih banyak mirip Wiliam.
Wajah lelah yang kini berganti dengan rona bahagia benar-benar begitu terpancar dari wajah Moza, tapi sayangnya di Ayah baru itu benar-benar terlihat sangat menderita dengan cakaran, juga bekas gigitan yang begitu banyak di lengan, di leher, juga ada sebagian wajahnya. Ah, juga ada banyak rambut Wiliam yang rontok karena ulah Moza. Tapi bagi Nara, dan juga wanita sejagad raya, seangkasa raya, dunia nyata, dunia Maya, dan dunia lain, sakitnya melahirkan tentu saja tidak akan bisa di bandingkan dengan sakit yang di dapatkan Wiliam.
Nara yang kini menatap dengan bibir tersenyum dan wajah bahagia benar-benar membuat Mike, dan juga Mario menelan saliva dengan perasaan ngeri sendiri, Mike, dia bersumpah tidak akan menghubungi Nara dan Mario jika hari kelahiran bayinya tiba, dan dia juga akan bersiap menyembunyikan ponsel milik istrinya agar dia tidak dapat mengubungi Nara. Sedangkan Mario, dia benar-benar ngeri sekali bagaimana jika hari itu datang kepada mereka. Di bius pastilah hanya bius lokal kan? Tangan, mulut Nara pasti akan bergerak dengan nyaman saja bukan? Hah! Bagaimana ini? Haruskah dia berpura-pura pingsan saat operasi di mulai? Ataukah dia pura-pura ada meeting luar biasa penting menyangkut jiwa raganya sehingga dia bisa menunggu dari luar ruangan saja agar selamat?
" Mario, bersiaplah, hari ini pasti akan segera datang padamu. " Bisik Mike lalu terkekeh bahagia. Bagaimanapun dia yakin sekali kalau dia pasti tidak akan merasakan apa yang di rasakan Wiliam andai saja dia mencegah sebisa mungkin agar Nara tidak datang kepadanya ketika Penelope akan melahirkan.
" Moza, melihat kau begitu semangat saat kontraksi datang tadi, aku jadi bertekad akan membagi sakitnya dengan Mike, katanya anakku pasti bangga sekali karena orang tuanya kompak kan? Wah, meskipun melihat Moza kesakitan sekali sampai pucat dan berkeringat hebat, tapi begitu menyalurkan rasa sakitnya kau terlihat sangat kuat. " Ujar Penelope yang langsung saja membuat Mike menutup mulutnya rapat-rapat, lalu Mario bisa tersenyum puas dengan tatapan datarnya.
" Nikmatilah hari ini, aku akan jadi orang yang paling bahagia melihat kau merasakan apa yang di rasakan Wiliam. Hah! aku berharap tulang hidungmu patah, bibirmu pecah, bola matamu lari keluar, bulu hidungmu rontok, gigimu renggang, kulitmu jadi bermotif, kepalamu botak- "
" Tutup mulutmu, bajingan! " Kesal Mike yang tidak tahan lagi dengan ucapan Mario yang membuat jantungnya berdegup kencang. Benar, dia memang benar-benar takut dan ngeri kalau sampai apa yang di katakan Mario barusan terjadi.
Semua orang terkejut melihat tingkah Mike yang seperti anak-anak.
Dua hari setelah itu, giliran Penelope yang merasakan mulas di perutnya. Pertama sih masih santai karena sakitnya tidak seberapa, tapi semkin lama justru semakin sakit dan Lope juga semakin tidak tahan. Dia sempat panik meskipun di ana sudah ada orang tua masing-masing yang menunggu dan sebentar lagi ingin di bawa ke rumah sakit, tapi Lope terus panik mencari keberadaan ponselnya karena dia ingin menghubungi Nara, meminta Nara untuk ikut datang ke sana dan menemani dia saat proses melahirkan berlangsung.
Sayangnya, Mike sudah lebih dulu menyembunyikan ponsel milik lope, tentu saja tujuannya adalah agar Lope tidak menghubungi Nara dan Mike bisa selamat dari akal licik Nara yang sangat menyebalkan.
Pasrah saja karena tidak mendapatkan ponselnya, akhirnya Lope ikut keluarganya ke rumah sakit tanpa bisa menghubungi Nara terlebih dulu. Tapi metode yang Nara berikan kepada Moza beberapa waktu lalu, dia ingat benar bagaimana caranya sehingga dia melakukan hal yang sama. Dengan polosnya Lope berharap anaknya benar-benar bangga karena orang tuanya kompak merasakan sakit demi menyambut kehadirannya.
" Nara! Jika ada kesempatan untukku, Aku akan membalasmu! Bagaimana bisa kau begitu licik, sama persis seperti Mario pria menyebalkan sejagat raya! Aw, sakit! Lope, istriku yang paling cantik, tolong jangan gigit! Aw! Ah! Sakit! Lope, aku tahu kau kesakitan, Tapi kalau aku juga sakit bagaimana aku bisa merawatmu, padahal aku ini suamimu loh. "
Mario dan Nara datang untuk mengunjungi Lope dan Mike yang juga baru melahirkan bayi laki-lakinya.
" Selamat ya Lope dan Mike, akhirnya kalian sudah punya anak, dan kalian sudah jadi sepasang orang tua sekarang. " Ucap Nara sembari menyerahkan bingkisan untuk hadiah bayinya, juga untuk Lope dan Mike.
Lope tersenyum sembari menyeka air matanya, dia benar-benar merasa sangat bahagia karena bisa melahirkan bayinya dengan keadaan sehat. bayinya memiliki berat Tiga ribu dua ratus gram, dan panjangnya lima puluh empat centimeter.
Sedangkan Mike, pria itu benar-benar terlihat sangat menyedihkan. Mungkin keadaannya juga lebih parah dibandingkan dengan William, tapi biarpun begitu, Mike masih terlihat sabar, dan tidak begitu menunjukkan perasaan tertekan seperti William beberapa hari yang lalu. Mike dia begitu bangga dan terus memamerkan putranya yang baru lahir itu, dia terus memuji bahwa putranya tampan, putranya pintar, putranya juga akan memiliki sifat seperti ibunya, blablabla masih banyak lagi entah apa Mario dan Nara sampai lupa sendiri.
Sekembalinya Mario dan Nara ke rumah, Mario meminta Nara untuk istirahat segera Karena hari ini Nara juga cukup lelah mengerjakan banyak hal terutama tentang kesiapannya menyambut si anak kembar mereka. Begitu Nara sudah mulai tertidur, Mario yang tidak bisa tidur itu memutuskan untuk keluar dari kamar, duduk di ruang televisi dan rupanya Di sana juga ada Ayah dan Ibunya.
" Mario, Kenapa belum tidur? " Tanya tanya Ariel yang penasaran karena melihat Mario keluar dari kamar padahal ini sudah jam tidurnya.
Mario menghela nafas, dia duduk di sebelah Ayahnya.
" Ibu, Ayah, kalian tahu kan Bagaimana keadaan William dan Mike saat mereka menemani istri mereka melahirkan? sepertinya mereka tersiksa sekali, dan semua itu karena idenya Nara yang mengatakan bahwa sakit harus bisa ditanggung bersama agar bayi mereka lahir dengan bangga karena orang tua mereka kompak merasakan sakit untuk menyambut kehadirannya. Aku aku jadi berpikir dan agak sedikit takut, Bagaimana ya kira-kira Nara akan memperlakukanku saat dia menghadapi kelahiran bayi kami nanti? "
" Kalian membuatnya bersama, merasakan enak bersama, bukannya memang benar kalau sampai rasa sakit itu ada harusnya juga ditanggung bersama? " Ujar Leo dengan mimik datarnya.
" Apa Ayah dulu juga begitu? "
Bersambung.