Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 105



Setelah dinyatakan benar-benar hamil, Grade dan Onard kompak terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Onard bukan tidak bahagia, tapi dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Selama ini dia hidup dengan keyakinan bahwa dia hanya akan hidup seorang diri seumur hidup, lalu tiba-tiba diminta untuk menikah, setelah melalui beberapa tahap dalam rumah tangga dia benar-benar seperti pria polos yang di hajar siang malam oleh gadis Casanova, dan sekarang Grade hamil, dia akan punya anak!


Grade, wanita itu juga tidak bisa berpikir kalau pada akhirnya dia akan hamil karena Onard. Ah, sebenarnya bukan karena Onard, tapi karena dirinya sendiri yang begitu ketagihan dengan Onard. Yah, padahal saat melakukannya dia sendiri yang begitu aktif menikmati apa yang dia lakukan. Tapi yang tidak dia sangka adalah Onard bisa membuatnya hamil padahal tidak melakukan gerakan apapun saat sedang melakukanya. Ah! Apakah ini yang namanya karma? Grade yang melakukannya sendiri dan dia lah yang hamil? Duh! Padahal dia melihat sendiri kalau Onard juga terbawa suasana, bahkan juga melenguh saat dia menggerakkan tubuhnya ketika sedang itu, ewita maksudnya.


Grade menoleh melihat bagaimana ekspresi Onard yang gak terbaca olehnya.


" Hei, kenapa kau tidak bilang kalau cairan mu tidak habis terbakar? "


Onard tambah saja melongo heran. Memang mulut Garde asal bicara setiap waktu, tapi syukurlah kata-kata itu membuat Onard tersadar dari lamunannya.


" Mana aku tahu? "


" Jadi kau tidak senang akan punya anak? "


" Bukan tidak senang, tapi aku kaget sampai tidak tahu mau melakukan apa dan mengatakan apa. "


Grade dan Onard sama-sama menghela nafas.


" Kau sendiri bagaimana perasaan mu? " Tanya Onard, entah mengapa dia tiba-tiba berpikir kalau dia kasihan dengan Grade. Sekarang ini dia kan tidak bisa berjala dengan benar, dia takut Garde akan sudah sendiri saat hamil, dia juga takut kala nanti anak mereka akan merasa malu karena memiliki Ayah yang cacat.


" Perasaan ku ya? " Grade terdiam sebentar. Jujur dia senang, hanya saja dia takut, takut kalau Onard merasa ragu apakah itu anaknya atau bukan. Selama ini semua orang tahu bagaimana Grade kan? Bukan hanya tidur dengan satu atau dua pria saja, tapi setelah menikah dia benar-benar tidak pernah tidur dengan pria lain, jadi jelas sekali anak yang ada di dalam kandungannya adalah anaknya Onard.


" Onard, apa kau merasa curiga dan tahu tentang anak siapa yang aku kandung? "


Onard sempat mengeryit pada awalnya, tapi dia akhirnya paham apa yang di takutkan oleh Grade.


" Selama kita menikah kan kau hanya menghabiskan waktumu di rumah, bersedih sampai tidak tahu pagi siang malam selama sebulan penuh, kau juga tidak keluar untuk pergi nongkrong, jadi kenapa juga aku harus curiga? Aku yakin kau tidak akan melakukan hal memalukan itu. "


Grade tersenyum, ini masih di rumah sakit, tapi mendengar ucapan Onard Grade jadi tidak tahan untuk tidak mendekap tubuh Onard.


" Ah, suamiku tersayang. Kalau begitu mulai sekarang aku akan lebih baik melayani mu. Aku akan menentukan hak mu tidak perduli pagi, siang, malam, fajar, subuh, kapan pun boleh. "


Onard menelan salivanya. Hah! Bukan ini yang dia inginkan, tapi jelas sekali dia yakin kalau mulai hari ini dia benar-benar tidak akan di buatkan tidur dengan tenang. Beberapa waktu setelah kejadian di mobil itu, hari dimana kesucian seorang Onard sebagai seorang bujang telah di rebut paksa oleh gadis jahanam tidak tahu tempat itu, setelah hari itu benar-benar Onard tidak bisa tidur dengan tenang karena Grade menerkamnya Dangan sangat buas seperti singa betina yang setiap hari begitu haus dan kelaparan.


Aku yang hanya bisa diam ketika dia melakukan itu pada akhirnya bisa membuat Grade hamil, aku benar-benar tidak tahu apa jadinya kalau aku bisa jalan nanti, mungkin kami bisa membuat kesebelasan untuk sepak bola dalam memproduksi anak.


" Grade, Dokter bilang untuk baik-baik menjaga kandungan kan? "


" Iya, aku juga sudah tanya kok tentang melakukan itu, Dokter bilang tidak ada masalah asalkan melakukannya dengan sedikit lebih lembut. " Grade meninggalkan senyum setelah berbisik barusan.


Hanya Tuhan yang tahu apa maksud sedikit lebih lembut bagimu.


***


Setelah mengetahui jika Daniel ada mencari di rumah Leo, tentu saja Sephora menjadi panik. Dia sudah memberi tahu Ariel, dan meminta bagaimana caranya untuk bisa menghindari Daniel karena dia takut saat Daniel tahu dia sedang hamil dia akan di kekang dengan berbagai cara seperti dulu.


" Tenanglah, Sephora. Dia tidak akan bisa masuk ke rumah ini, Leo dan Win juga pasti akan melindungi mu dengan baik kok. "


Sephora yang tidak bisa menyembunyikan tubuh gemetarnya hanya bisa menahan tangis. Tentu hanya dia yang tahu bagaimana rasanya di sekap tidak bisa keluar dari rumah karena di ikat dengan perjanjian yang sangat merugikannya. Melihat bagaimana Sephora Ariel benar-benar merasa kasihan sekali.


" Aku tidak bisa tenang, Ariel. Aku takut, aku takut dia akan mencuri anak ku nantinya. Dia itu punya surat perjanjian yang sudah aku tanda tangani juga, jadi sulit bagiku untuk bisa bebas dari dia. "


Ariel terdiam sebentar sembari berpikir, memang dia yakin kalau Leo dan Win bisa melindungi Sephora dan bayinya, tapi Leo dan Win ternyata juga tidak mampu membuat Sephora merasa tenang. Dari raut wajah Sephora, tubuhnya yang gemetar, jelas dia punya trauma sendiri terhadap Daniel.


" Sephora, bagaimana kalau kau tinggal bersama Ibuku? Nanti minta Win mengawasi tempat tinggal mu, bagaimana? "


Sephora menggeleng dengan cepat.


" Aku lebih takut kalau tinggal dengan Ibumu, pengawasan di sana kan tidak seketat di sini. "


Ariel menghela nafasnya.


" Ariel, kirim aku pergi jauh. Buatkan aku pergi ke tempat dimana Daniel tidak bisa menemukan ku. "


Ariel melotot kaget, dia hanya bisa terdiam saat Sephora mengatakan itu sembari menggoyangkan tubuhnya.


" Biarkan saja aku pergi, aku janji akan menjaga diri dengan baik. Nanti setelah melahirkan aku akan mencari pekerjaan di tempat itu dan akan berusaha membiayai anak ku sendiri. " Ucap Sephora dengan tatapan memohon.


" Tapi, Sephora- "


" Tolong, aku tida bisa tenang berada di sini karena aku terus panik dan ketakutan. "


" Kau mau pergi kemana? "


" Kemana saja, kirim aku sejauh mungkin, bila perlu ke luar negeri. Aku menguasai bahasa Inggris dengan baik, aku bisa bertahan hidup dengan baik aku janji. "


Bersambung.