Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 108



Sephora membeku dengan tatapan was-was ketika Daniel masuk kesana, dan mengunci pintu kamarnya. Memang tatapan Daniel tidak seperti biasanya, dia tidak terlihat ingin melukai Sephora, tapi luka lama yang di dapatkan Sephora karena pria itu mana bisa dia lupakan begitu saja?


Daniel melajukan langkah kakinya, dan sontak membuat Sephora memundurkan kakinya, sebisa mungkin dia tidak ingin dekat dengan pria yang sudah memberikan trauma mendalam untuknya. Sebenarnya di dalam hati Sephora merasa dikhianati, dia menganggap kalau Daniel bisa sampai kesana pasti karena Leo dan Ariel, mereka pasti sengaja ingin menyingkirkan Sephora karena Ariel memiliki dendam masa lalu dengannya.


" Sephora, jangan takut padaku, aku mohon sebentar saja kau dengarkan apa yang ingin aku katakan. Aku janji tidak akan menyentuh mu jika kau begitu takut padaku. "


Kata-kata itu mungkin di anggap Daniel bisa membuat Sephora tenang, tapi siapa sangka kalau Sephora malah akan semakin takut padanya. Tentulah Sephora berpikir kalau Daniel hanya mengatakan itu untuk membuatnya percaya, lalu menyiksa Sephora seperti sebelumnya.


" Jangan mendekat! Kau tidak boleh kesini! Aku tidak akan menyerahkan anakku kepada kalian! "


Daniel terdiam dengan tatapan terkejut. Sungguh dia tidak tahu kalau Sephora sedang hamil karena Leo tidak memberi tahunya sama sekali. Yah, mungkin Leo sengaja tidak memberitahu kabar kehamilan Sephora untuk mengetesnya apakah dia benar mencintai Sephora atau hanya menginginkan anaknya saja.


" Sephora, aku sungguh tidak tahu jika kau hamil. Aku datang bukan untuk mengambil anak, aku datang untuk membawa mu bersamaku, hidup bersamaku sebagai istriku. "


Sephora menatap kesal begitu Daniel selesai berbicara. Istri? Bukankah pria itu memiliki istri yang siap dan bersekongkol untuk mengambil anaknya? Bagaimana bisa Daniel merayunya dengan kalimat yang tidak masuk akal begitu? Demi Tuhan Sephora benar-benar merasa marah tapi dia juga tidak ingin membiarkan dirinya terbawa suasana mengingat kondisinya yang sedang hamil.


" Jangan bermimpi! Kau pikir aku akan tergoda oleh rayuan dan bujukan aneh mu itu? Kau pikir mudah mempermainkan ku? Kemarin kau memaksaku dengan surat perjanjian, sekarang kau mau melakukan apa lagi?! Apa kau belum puas menyiksaku hah?! " Sephora memundurkan kakinya karena dia tidak ingin dekat dengan pria itu. Dadanya terasa sesak setiap kali menatap lebih dekat wajah Daniel karena mau tak mau dia akan teringat apa yang sudah di lakukan oleh pria itu.


Daniel membuang nafasnya, dia mengeluarkan lembar kertas dari dalam saku jaketnya.


" Ini surat perjanjian waktu itu, aku membuat surat perjanjian ini karena aku ingin kau terus bersama ku. Aku tidak tahu bagaimana mengikat mu agar kau tidak akan pergi, aku pikir setelah kita punya anak nanti perlahan hubungan kita akan membaik, tapi aku benar-benar mengabaikan perasaan mu karena aku begitu egois. Maaf, Sephora... "


" Kebohongan apa lagi yang ingin kau katakan? Apa kau sudah selesai bicara? Aku muak, aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulut mu. "


Daniel tak menjawab ucapan Sephora, tapi dia merobek surat perjanjian itu di hadapan Sephora dan membuat Sephora terbelalak kaget.


" Sephora, berikan satu saja kesempatan untukku menunjukkan padamu bahwa aku benar-benar mencintaimu, aku ingin hidup bersamamu, aku juga akan membuktikan padamu bahwa keburukan yang melekat di pikiranmu terhadap ku tidaklah separah itu. " Daniel melajukan langkah kakinya, begitu juga dengan Sephora yang memundurkan langkah kakinya terus begitu hingga pada akhirnya kaki Sephora kehilangan keseimbangan, dan untungnya Daniel tepat waktu menahan tubuh Sephora agar tidak terjatuh.


" Cobalah untuk mengenalku, Sephora. Aku jamin tuduhan mu terhadapku akan terbantahkan. " Ucap Daniel begitu menangkap tubuh Sephora dan jarak wajah mereka yang terbilang sangat dekat. Sephora terdiam karena dia tidak tahu harus mengatakan apa. Sebenarnya dia sendiri sudah tidak percaya dengan yang namanya pria, dia juga sudah tidak memikirkan soal pernikahan setelah apa yang terjadi belakangan ini. Tapi, jika Ariel dan Leo mengizinkan Daniel masuk ke dalam rumah sudah pasti mereka mengetahui banyak hal, dan tidak mungkin juga Leo akan menggunakan cara licik untuk membalas perbuatan buruknya seperti ini.


" Biarkan aku berdiri. " Ucap Sephora, lalu segera Daniel membantu Sephora agar bangkit dan berdiri dengan benar.


" Kau menekan ku dengan surat perjanjian selama ini kan? kalau begitu, aku ingin kau membuat surat perjanjian yang sesuai dengan apa mau ku. "


Daniel terdiam, dan itu membuat Sephora tersenyum sinis. Sephora mengira jika tidak mungkin Daniel mengiyakan ucapannya itu, sedangkan Daniel terdiam karena dia merasa agak sedih mendapati Sephora yang masih belum bisa mempercayainya. Tidak masalah, semua yang terjadi juga karena kesalahannya, maka Daniel akan mengikuti apa yang di inginkan Sephora sebagai bukti dari kesungguhannya.


" Baiklah, berikan aku selembar kertas dan pena. "


Sephora menelan salivanya sendiri, sungguh lah dia tidak menyangka kalau Daniel akan mengikuti ucapannya tanpa terlihat keberatan sedikit pun.


" Kau tahu kan sulitnya terikat dengan surat perjanjian? " Tanya Sephora demi memastikan kesungguhannya Daniel.


Daniel tersenyum, dia sama sekali tak menunjukkan sedikitpun rasa tertekan atau takut di rugikan.


" Aku tahu, tapi aku tidak keberatan terikat dengan mu seumur hidup. Mau menggunakan surat perjanjian atau tidak, nyatanya aku pasti akan melakukan apa yang kau inginkan. "


Sephora terdiam menahan kekesalan karena merasa jika Daniel benar-benar pandai berpura-pura.


Daniel sudah duduk sembari memegang pena dan kertas.


" Hanya tinggal sebutkan persyaratan darimu. "


Sephora dengan berani menyampaikan satu persatu keinginannya.


" Pertama, aku berhak penuh atas anak yang akan aku lahirkan meksipun kau adalah Ayahnya. Kau, dan juga keluargamu tidak boleh membawa anakku pergi tanpa izin dariku, juga tidak boleh membawanya lebih dari dua puluh empat jam. "


Daniel tersenyum lalu mengangguk.


" Lalu? "


Sephora mengeryit menatap Daniel dengan tatapan kesal.


" Kau harus membiayai anakku seratus persen, kau wajib mendaftarkan namanya ke asuransi kesehatan, menjamin kebutuhan pendidikannya setelah dia lahir. "


" Baiklah, apa lagi? "


Sephora semakin menatap kesal.


" Istrimu itu, tidak di izinkan mendekati anakku, tidak boleh sampai memanggilnya Ibu! "


Daniel tersenyum.


" Bagaimana mungkin memanggil istriku buka Ibu? Kan istriku nantinya juga kau sendiri. "


Sephora membuang nafas kasarnya.


" Baiklah, ini yang terakhir. Semua harta yang kau miliki akan menjadi milik anak ku. "


Sephora tersenyum puas, kenapa? Karena dia yakin Daniel tidak akan pernah menyetujui hal itu.


" Tidak masalah, apa ada lagi? "


Jawaban Daniel ini benar-benar membuat Sephora ternganga tida percaya, padahal dia berharap Daniel menyerah, tapi kenapa dia sanggup berpura-pura sampai sejauh itu?


" Kau sedang bermain-main?! "


Daniel mengeryit.


" Kenapa kau malah mengatakan itu? Apa kau pikir aku tidak mampu melakukannya? " Daniel menghela nafas, dia melanjutkan tulisannya, lalu memberikan tanda tangannya sebagai persetujuan darinya.


" Aku sudah menyanggupinya. " Ucap Daniel menunjukan tanda tangannya di surat perjanjian itu.


Bersambung.