Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 92



Setelah hari itu hubungan Onard dan Grade benar-benar mengalami kemajuan yang cukup pesat. Grade sudah tidak tidur di sofa lagi, meski belum melakukannya lagi setelah kemarin setidaknya mereka sudah cukup baik dalam mengerti satu sama lain.


Grade yang dulu masa bodoh ketika minat orang kesulitan kini begitu peka ketika melihat Onard yang kadang agak kesulitan saat akan bangun dari kursi rodanya. Pagi ini Grade juga membantu Onard untuk berlatih berjalan Meksi Onard sudah mengatakan kalau itu tidak perlu. Tapi syukurlah dengan adanya Grade Onard benar-benar lebih semangat untuk latihan berjalan agar bisa lebih lama berjalan dan tidak melulu di kursi roda.


" Grade, seharian ini kau sudah banyak membantuku, apa yang harus aku lakukan agar bisa membalasnya? "


Onard menatap Grade yang sepertinya terlihat kelelahan hari ini. Maklum saja, sedari pagi Grade sudah begitu banyak aktivitas, di tambah dia juga berolah raga lumayan lama jadi Onard merasa bersalah juga karena membuat Grade kelelahan.


" Tidak perlu membalas apapun padaku, cukup saja kau harus rajin latihan berjalan, dan jangan lupa selalu minum obatmu. Kau baik-baik saja dan kau bisa berjalan dengan gagah nanti adalah harapan mu, jadi tetap berusaha saja dan jangan pikirkan mau membalas apa. "


Onard terdiam sebentar, bukankah tadi Grade sudah mengatakan jika Onard bisa berjalan dengan gagah adalah harapannya? Lalu, bagaimana kalau dia tidak bisa memenuhi harapan itu? Ini sudah bertahun-tahun dan dia hanya baru bisa berdiri dan selangkah dua langkah saja berjalan. Dia juga ingin berjalan dengan normal, bisa dengan bangga berada di samping orang-orang ketika mereka sedang berjalan agar orang tak menatapnya kasihan dan menganggapnya sebagai beban untuk kakeknya. Apalagi ketika ada sebagian orang yang tahu jika di dan Leo adalah kakak adik meski beda Ibu, orang akan terus membandingkan mereka berdua dengan begitu keterlaluan. Sekarang orang menyebutnya Mister L karena sosok Presdir Nard sudah melekat ke dalam nama Leo padahal Leo juga adalah si Mister L itu sendiri. Banyak dari mereka mengatakan, lihatlah Mister L, dia hanya bisa duduk di atas kursi roda, mengacungkan jari menunjuk kepada Presdir Nard yang adalah adiknya untuk melakukan ini, itu, memajukan perusahaan, sedangkan dia hanya bisa duduk seperti Bos padahal tidak berguna sama sekali.


Hah..... Memang kalau mendengarkan ucapan dan komentar negatif orang memang hanya akan membuat semangat menjadi kendur, dan di masa-masa itulah dia iri kepada Leo yang bisa terus bersikap dingin dan tidak menganggap ucapan, komentar buruk itu sama sekali. Yah, Leo ya tentu saja adalah Leo jadi mana bisa di bandingkan dengan dia yang cenderung selengekan juga paling tidak bisa menahan bibir saat ada yang menghinanya.


" Grade, bagaimana kalau pada akhirnya aku tetap tidak bisa berjalan seperti kebanyakan orang normal lainya? "


Grade yang saat itu sedang tengkurap menikmati leganya tubuh setelah mandi menjadi menatap Onard dengan dahi mengeryit. Grade bangkit dari posisinya, dia duduk menatap Onard yang memilih menatap ke arah lain dengan tatapan seperti sedang menerawang menebak jawaban yang akan di katakan Grade padanya.


" Berusaha memang harus sekuat tenaga dan semampu yang kau bisa, masalah hasilnya bagaimana kita bisa apa selain menerima? Berhentilah merendahkan diri sendiri karena satu kekurangan mu. "


Onard menghela nafasnya.


" Grade, kau sadar tidak bahwa mungkin saja kau akan terikat denganmu lebih lama dari yang kau pikirkan. Lalu bagaimana kalau pada akhirnya aku akan menjadi beban untukmu karena kondisiku? "


" Onard, lihatlah orang yang memiliki kondisi lebih darimu. Ada seseorang yang hidup tanpa dua tangan tapi tetap bisa melukis, memekai baju untuknya sendiri, memasak, dan banyak hal lain. Apa kau pernah lihat seorang pria tanpa kedua kaki bisa bermain bola? Semua itu mereka bisa melakukanya karena mereka tidak terlalu fokus dengan kekurangan mereka. Lihatlah dari sudut pandang yang lain, Onard. Kau memang tidak bisa menggunakan kedua kakinya dengan normal, tapi kau masih punya tangan, semua indera mu yang lain tetap berfungsi dengan baik, kau juga punya kursi roda yang membantumu, kau juga punya aku, kakek, ka punya Leo juga kan? "


Onard terdiam menahan tangis dengan kedua bola matanya yang sudah memerah. Ini untuk pertama kalinya dia mendengar barusan kalimat yang membuatnya begitu tenang, ini adalah barusan kalimat yang membuat dia yakin dia bisa menjalani hari hari dengan bahagia meski kakinya tidak akan bisa seperti para manusia normal lainnya.


" Grade, aku anggap kau menerima keadaan ku sepenuh hati, jadi jangan sampai kau mengatakan kalimat penyesalan nantinya. "


Grade menghela nafas, dan dia tersenyum setelahnya.


" Aku sudah pernah bilang kan? Asalkan milikmu masih berfungsi aku tidak akan banyak mengeluh. "


Onard mengalihkan pandangan karena dia benar-benar merasa malu sendiri dengan ucapan Grade. Tidak perlu sok baik dengan mengatakan akan bersedia merawat Onard begitu saja, walau bagaimanapun Grade juga wanita normal yang membutuhkan kepuasan batin. Tapi ucapannya tadi memang benar kok, dia hanya butuh milik Onard masih bereaksi, dan biarkan dia melakukannya untuk mereka berdua.


" Baiklah, nanti kalau kau butuh sesuatu beri tau aku saja, aku akan membantu sebisa ku. " Ucap lagi Onard yang ogah membicarakan tentang hal mesum terus. Biarpun dia seorang pria yang seharusnya lebih banyak membicarakan itu dan mencari keuntungan dari sana, nyatanya dia malah merasa jika membicarakan hal itu membuatnya malu sendiri, anehnya juga dia merasakan jantungnya yang begitu berdebar entah apa maksud sebenarnya di balik debaran jantung itu.


***


Setelah hari di mana Sephora di bebaskan, Sephora benar-benar menuruti apa yang dikatakan Daniel. Pria akan menghubungi Sephora untuk segera datang ke apartemennya, tujuannya hanyalah untuk melakukan hubungan badan agar Sephora segera hamil dan memberikannya anak. Memang seperti tak punya harga diri, tapi Daniel sudah menyanggupi kalau dia akan membayarkan hutang keluarganya kepada Ibu Maria sehingga keluarganya akan bebas dari kewajiban untuk menjadi pelayan di rumah Leo dan Ariel.


Sudah bukan hal baru lagi kalau Sephora akan di tinggal begitu saja begitu mereka selesai melakukanya, toh hubungan mereka tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Sephora yang merasa dirinya sudah hancur, Daniel yang hanya memikirkan anak karena tidak bisa mendapatkan itu dari istrinya.


Bersambung.