Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 53



Win keluar dari ruangan kerja pribadi Leo dua jam setelah kepulangan mereka kerumah. Ini benar-benar kali pertama dia mendapatkan hukuman aneh yang tidak masuk akal untuknya. Jelas sih kalau Leo akan bersikap aneh karena ini adalah kali pertama untuknya begitu tertarik dengan seorang wanita, dan dari cara memperlakukan serta mengeluhkan istrinya jelas Leo mencintai dengan sangat wanita itu.


" Ah.....! " Keluh Win karena merasakan panas di pipinya. Lengan dan tangannya sih masih bisa dia tahan, tapi bagian pipi sepertinya Leo memukul dengan sangat kuat. Uh, untungnya dia bisa menahan pukulan itu, dan dia tahu bagaimana caranya agar pukulan kuat dari Leo itu tidak mencederai wajahnya.


Sebenarnya Leo tidak asal main pukul-pukul saja, tapi anak buah mana yang bisa memukul Bosnya sendiri? Awalnya sih Leo mengajaknya berduel di ruangan olahraga yang pintunya tersembunyi melalui ruang kerjanya, tapi Win benar-benar tidak mampu memukul Leo dan hanya berpura-pura saja menyerang tapi sengaja meleset. Yah, dia paham benar bahwa Bosnya sedang sangat emosi, jadi biarkan saja dia memukul, toh ini tidak akan terjadi setiap hari kan?


" Aku benar-benar butuh teman duel yang cocok, ah! Sepertinya Gun itu lumayan juga ya? Kapan kira-kira bisa memukul wajahnya dan membuat semua giginya rontok? " Gumam Win masih mengusap pipinya sembari berjalan keluar dari sana.


Ariel mengedipkan matanya dengan tatapan terkejut melihat Win yang sepertinya kesakitan. Terbukti sih, pipi Win tadi memang sangat merah. Ariel sengaja tak mendekati win, dan karena dia sudah melihat betapa menyeramkan nya Leo saat cemburu, Ariel memilih untuk bergegas masuk ke dalam kamar, merebahkan tubuhnya, menarik selimut tinggi-tinggi hingga batas mata. Ngeri, dia pokoknya tidak ingin terbawa dalam masalah ini meksipun dia lah yang sudah melakukan semua hingga Win terkena pukulan.


Awas saja kalau kau sampai memukulku juga, aku benar-benar tidak akan mau di ewita oleh mu lagi! Cih! Nanti kalau sedikit saja kau melukaiku, lusa aku akan menggunakan celana yang terbuat dari besi supaya kau tidak bisa melakukan itu padaku.


Cukup lama Ariel menunggu sembari berpura-pura tidur hingga tubuh separuhnya pegal, nyatanya Leo belum juga kembali ke kamar, jadi dia putuskan untuk menurunkan selimutnya, merubah posisinya untuk mencari yang nyaman.


Di ruang kerja pribadi milik Leo.


Leo mengeryit melihat kegiatan setahun terakhir paman Daris di luar negeri. Laporan itu dia dapatkan tadi pagi sebenarnya, tapi karena tidak sempat membukanya, Leo baru bisa melihatnya sekarang ini.


" Perusahaan Medtpro? Untuk apa mereka berurusan dengan perusahaan yang tidak ada kaitannya dengan RC? Perusahan ini bergerak di bidang apa? Kenapa informasinya sangat sedikit? Makanan olahan apa? " Leo menghela nafasnya, sungguh dia kurang paham dengan semua informasi terbatas dari perusahaan yang mondar mandir dikunjungi oleh Paman Daris dan Mark.


Lanjut, Leo melihat apa saja selanjutnya sekian mengunjungi perusahaan tadi, dan ternyata Mark masih belum berubah, dia masih sangat suka bergonta ganti wanita, dan Paman Daris juga rupanya sedang dekat dengan istri dari rekan kerjanya disana.


" Heh, benar-benar tidak tahu diri. Padahal dia itu istri orang yang banyak membantumu, dasar orang tua tidak tahu diri. " Ujar Leo tersenyum meremehkan.


" Kalian ini hidup dengan begitu bahagia selama disana ya? Kalau begitu kembalilah kesana, dan kali ini akan ku buat kalian tidak akan pernah bisa pergi kemanapun, apalagi sampai kembali ke negara ini. " Leo tersenyum setelah menutup laptopnya.


Leo meraih ponselnya, lalu menghubungi Win yang sedang mengompres pipinya dengan es batu.


" Win, cari tahu mengenai Medtpro. Perusahan yang ada di negera tempat Paman Daris dan Mark tinggal sebelumnya, cari sedetail mungkin, jangan lewatkan sekecil apapun informasinya, kau paham? "


Baik, akan saya usahakan.


" Jangan sampai gagal, anggap saja itu hukuman untukmu, kalau kau gagal, aku benar-benar akan menukar mu dengan Gun. "


Saya janji tidak akan gagal, Tuan.


" Heh, bagus! "


Setelah itu, Leo memutuskan untuk istirahat karena ini juga sudah pukul sebelas, dan waktunya memberikan hukuman untuk si istri yang berani-beraninya membuat dia kesal hari ini.


Menyadari ada langkah kaki mendekat ke kamarnya, Ariel dengan segera merebahkan tubuhnya lagi, dan menarik selimut setinggi sebelumnya.


Leo, dia tersenyum miring melihat punggung istrinya yang tertutupi selimut tebal. Biar saja mau sudah tidur atau belum, pokonya hukuman untuk si istri tersayangnya itu tidak boleh di lewatkan apapun alasannya.


" Bangun, sayang. Aku tahu kok kau pasti sudah tahu kalau seharusnya kau dihukum. Bangun, atau aku akan merasakan bagaimana rasanya dibangunkan secara paksa. "


Masih tak bereaksi, Leo menjadi semakin tak mau menahan diri.


" Jadi masih tidak ingin bangun? "


Leo mengerakkan bibirnya, menggigit pelan ujung telinga Ariel membuat si pemilik tak tahan dan akhirnya bangun dengan tatapan sebal.


" Geli tahu! "


Leo meraih lengan Ariel, membawanya ke dalam kungkungannya.


" Aku belum menghukum mu kan? "


Ariel menelan salivanya sendiri, apakah hukuman untuknya sejenis hukuman Seperti yang ada di novel dan drama romansa? Hukuman yang enak, hukuman yang bisa membuat sepasang manusia merem melek semacam itu kah? Yah, kalau hukuman seperti itu sih tidak perlu di tolak secara keras kan?


" Pijit seluruh tubuhku! "


" Hah?! " Ariel menatap kaget, tapi juga seperti kecewa karena apa yang dia pikirkan tak selaras dengan kenyataan yang ada.


Leo tersenyum miring.


" Kenapa? Kecewa ya karena tidak melakukan apa yang sedang kau pikirkan? " Ledek Leo.


Ariel segera menjauhkan tubuh Leo darinya dengan wajah malunya.


" Siapa juga yang kecewa? Siapa juga yang memikirkan tentang ewita? "


" Kau baru saja mengakuinya. " Bisik Leo yang semakin membuat Ariel tak bisa menahan malu. Memang benar-benar bodoh sekali, karena pada akhirnya dia sendirilah yang mengakui hal memalukan itu.


" Dasar gila! Aku tidak memikirkan itu, hanya asal bicara saja! Aku mau tidur, tidak bisa memijit mu. "


" Oh, kalau begitu kecewa, aku si suami yang sayang istri tentu saja tidak tega. Sekarang biarkan aku memenuhi keinginanmu meskipun tubuhku sangat lelah, jadi berhentilah marah ya sayang? " Leo kembali memposisikan tubuhnya untuk menguasai tubuh Ariel salam kungkungannya.


" Sudah aku bilang kan kalau aku tidak menginginkan ini?! Minggir sana! Aku mau tidur! "


" Tidur ya tinggal tidur saja, aku akan bergerak sendiri kok, kan memang biasanya begitu? "


Ariel menggigit bibir bawahnya menahan malu. Apakah itu artinya sebuah sindiran? Iya memang selama ini Ariel hanya diam saja di bawah sana sedangkan Leo begitu aktif.


Bersambung.