
Setelah berjuang keras selama dua puluh empat jam, bahkan lebih, akhirnya dia bayi sudah lahir dengan selamat. Mereka adalah bayi laki-laki dari Sephora dan Grade, sementara Ariel yang tidak mengalami kontraksi sementara air ketubannya sudah banyak berkurang, dan demi menyelamatkan keduanya terpaksa harus menggunakan beda sesar.
Daniel dan Onard yang berada di lain kamar benar-benar tidak bisa berkata-kata melihat perjuangan wanita mereka melahirkan secara normal. Daniel, pria itu benar-benar melihat bagaimana proses Sephora melahirkan dari awal hingga akhir. Ini mungkin bisa di sebut trauma seorang suami melihat bagaimana sulitnya melahirkan yang jelas taruhannya adalah nyawa. Tubuhnya masih saja gemetar, suara pekikan Sephora saat kesakitan benar-benar terngiang-ngiang di telinganya, air mata Sephora, juga wajah pucat saat kontraksi terjadi semakin kuat juga semakin sering membuat Daniel tak sanggup untuk berdiri.
Bayinya berada di satu ruangan dengan Sephora, bayi tampan itu juga sedang tertidur pulas seperti Ibunya yang tertidur karena kelelahan dengan proses melahirkan begitu kuat biasa ini. Bayi itu sudah memiliki nama, nama yang di siapkan Daniel untuk putra pertamanya, anak yang sudah bertahun-tahun dia dambakan, anak yang akan memberikan kebahagian baru untuknya, dia adalah Mike Ederson. Nama ini adalah nama yang separuh adalah milik mendiang Ayahnya, lalu nama depannya adalah nama seorang ilmuan yang cukup terkenal dan sudah memberikan motifasi untuk Daniel melalui tulisannya.
Onard, pria itu juga mengalami syok yang luar biasa hebat. Bagaimana tidak? Untuk kali pertama dia memiliki pasangan dalam hidup, pertama kali melakukan hubungan suami istri juga dengan Grade, sekarang melihat Grade melahirkan normal benar-benar membuat jantungnya berdegup kuat tak berhenti sampai sekarang. Dia yang kurang pengalaman tentu saja masih belum bisa memahami kondisi ini, ingin memenangkan dirinya juga sulit untuk dia lakukan. Padahal setelah bayi lahir ke dunia Grade tersenyum ke arahnya, tapi anehnya senyum Grade malah membuatnya merasa bersalah. Apakah itu karena dia menghamili Grade jadi harus merasakan sakit seperti ini? Lalu bagaimana dengan cita-cita Grade yang ingin punya banyak anak? Haruskah Onard melihat hal seperti itu sesering mungkin? Tidak! Sekali ini benar-benar membuatnya ketakutan, nanti baru bujuk Grade agar tidak memiliki anak lagi setelah keadaannya baik, begitu juga dengan Grade.
Bayi laki-lakinya sekarang sedang berada di samping Grade, dia tak menangis lagi setelah beberapa saat di lahirkan, dan seperti Mike Ederson, bayi laki-laki Onard sedang tertidur pulas. Grade, dia benar-benar sebisa mungkin tidak menunjukan ekspresi kesakitan sama sekali selama proses persalinan berlangsung. Meski sadar jika tetaplah dia terlihat sakit saat mencoba menahan diri untuk tidak berteriak, nyatanya tetap sakit. Untunglah Onard terus menggenggam tangannya, Meksi tak mengatakan apapun jelas sekali Onard begitu khawatir padanya, hingga wajahnya terus berkeringat, dia juga sempat menangis tanpa suara. Grade tentu saja Onard pasti sangat syok, maka dari itu dia tidak ingin membuat dia khawatir meksipun tetap saja itu gagal. Yah, setidaknya dia tahu betapa besar arti Grade untuk Onard sekarang.
Bayi mereka juga tak kalah tampan, bayi yang lahir dengan berat dua ribu delapan ratus gram, dan berat lima puluh sentimeter itu dinyatakan sehat, wajahnya sangat mirip dengan Grade, hanya saja dia memiliki bentuk bibir seperti Onard. Bayi laki-laki mereka di beri nama, Wilson Grard Thermien.
Setelah hampir satu jam menunggu, Leo yang sudah gemetar tubuhnya selama itu sembari mengusap kepala Ariel, mengecupnya penuh kasih akhirnya bisa melihat bayi laki-laki mereka lahir. Luar biasa bahagia, itulah yang di rasakan Ariel dan Leo saat Dokter mengangkat bayinya, lalu meletakkan di dada Ariel. Dia sangat tampan, suaranya juga terdengar nyaring saat menangis. Mungkin hampir semua pasangan suami istri akan merasa bahagia luar biasa ketika sosok yang dinanti selama beberapa waktu akhirnya lahir dengan selamat, Ariel juga selamat dan sudah dalam proses perawatan.
" Padahal aku yang mengandung, aku yang makan semua yang kau inginkan, aku kesulitan tidur ketika perut semakin besar, aku juga yang harus merasakan perut di robek untuk mengeluarkan mu, kenapa kau malah mirip Ayahmu? " Protes Ariel saat mengamati wajah bayinya. Bayi tampan dari Ariel dan Leo di beri nama, Mario Orlando Zamith.
" Kalau kau mau, nanti kita bisa buat anak lagi yang mirip dengan mu. " Ucap Leo sembari mengusap kepala Ariel dengan lembut dan tersenyum. Dia memang tidak melihat bagaimana perut Ariel di bedah, tapi tentulah dia tahu melahirkan adalah hal yang tidak mudah dan beresiko tinggi, jadi setelah punya anak perlu baik-baik memperlakukan istrinya karena apa yang sudah di berikan kepadanya bukanlah hal yang bisa dia beli hanya dengan uang.
Kakek, Ibu Maria dan Win juga merasakan kebahagian yang luar biasa itu. Tiga bayi lahir di hari yang sama, mereka adalah anak-anak yang akan memberikan warna baru di kehidupan mereka.
" Ariel, kau istirahat saja dulu ya? Bayimu biarkan Ibu saja yang menggendongnya. " Ucap Ibu Maria, sebenarnya dia benar-benar belum puas menggendong cucunya, jadi alasan agar Ariel istirahat adalah hal baik juga kan?
Leo mengangguk setuju, maksudnya adalah agar Ariel istirahat, lagi pula bayi mereka juga sangat nyenyak tidurnya.
" Ibu, jangan bilang kalau Ibu.... "
Ibu Maria menggaruk tengkuknya, sementara Win berupaya agar tak menunjukan apapun ekspresi di wajahnya.
" Ekspresi kalian ini benar-benar membuatku berpikir ke arah sana! " Protes Ariel yang tak mendapatkan jawaban secara langsung dari Ibu Maria dan Win.
" Se sebenarnya Ibu sedang hamil dua bulan, nak. Itu makanya Ibu dan Win memutuskan untuk segera menikah. "
Ariel ternganga tidak percaya, begitu juga dengan Leo. Sungguh Leo tidak menyangka kalau Win akan begitu hilang kendali dengan Ibu Maria.
" Ibu, usia Ibu kan tidak muda lagi! Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Ibu? " Ariel bertanya karena dia benar-benar khawatir kalau sampai terjadi sesuatu dengan Ibunya.
" Kami sudah rajin kontrol Ariel, semua akan baik-baik saja asal Ibu mengikuti intruksi dokter. "
Ariel dan Leo memilih diam karena tidak tahu lagi harus mengatakan apa.
" Sudahlah, nak. Sekarang yang paling penting adalah kita bahagia. " Ujar kakek.
Hari berjalan bagaimana mestinya, ketiga keluarga kecil itu juga hidup seperti kebanyakan pasangan suami istri lainnya dengan satu bayi kecil yang menemani keseharian mereka. Win dan Ibu Maria juga tengah menikmati hari bersama sembari menunggu kelahiran putri mereka yang akan lahir beberapa bulan lagi.
Bersambung.