Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
Bonus Chapter 48



Mike menatap Antonio dengan tatapan marah tapi juga tidak bisa melakukan apapun karena di sana ada Ayahnya. Sungguh Mike benar-benar marah juga penasaran bagai mana bisa Antonio memiliki photo bersama, ah! Maksudnya bisa berphoto bersama dengan Penelope? Rasanya sungguh tidak tahan sampai tangannya gemetar ingin memukul wajah sok serius Antonio yang saat itu sedang menjelaskan sesuai pada dokumen yang ada di meja milik Ayahnya Mike.


" Baiklah, aku sudah cukup memahami ini, sisanya akan aku cara sendiri, nanti kalau sudah selesai kau ambil saja dokumennya. "


" Baik. " Ucap Antonio lalu membungkuk hormat karena dia harus segera meninggalkan ringan Presdir, dia juga sudah memiliki setumpuk pekerjaan yang harus segera di selesaikan.


" Aku juga permisi dulu, Ayah. " Ucap Mike yang langsung mendapatkan anggukan dari Ayahnya.


Begitu sampai di luar, Mike sebab langkah kaki cepat segera menyusul Antonio.


" Tunggu! " Mike mencengkram pundak Antonio membuat Pria itu hanya bisa pasrah dan berbalik badan untuk menatap Mike, lalu menghela nafas karena lagi-lagi dia harus mengahadapi Mike yang sejujurnya amat menyebalkan untuknya.


" Ada apa, Tuan Mike? " Antonio mencoba sebaik mungkin untuk tersenyum setelah selesai bertanya.


" Ada apa kau bilang? Katakan padaku! Jelaskan bagaimana bisa kau berphoto dengan istriku?! " Tanya Mike sembari mencengkram kain kemeja yang di gunakan Antonio hari itu.


Antonio membuang nafasnya, dia tetap mencoba sebaik mungkin untuk tersenyum sopan.


" Ceritanya persisi seperti yang saya ceritakan sebelum saya menunjukkan photo wanita yang saya maksud. "


Mike semakin mengeratkan cengkraman tangannya, matanya mendelik marah luar biasa seolah ingin sekali melahap bumi jika bisa. Sayangnya Antonio malah tidak terlihat takut, dia memilih untuk tersenyum miring lalu perlahan menyingkirkan tangan Mike dari kemejanya.


" Tuan Mike, kalau saya tahu wanita itu adalah istri anda, mana mungkin saya akan begitu gencar mengejar dia? Dia hanya menceritakan bagiamana menderitanya dia karena memiliki suami yang pemalas, memiliki banyak wanita, bahkan dia juga bilang kalau sering kali suaminya salah panggil namanya. Dia itu terlihat sangat menderita seperti wanita yang putus asa, itu lah kenapa saya memutuskan untuk kembali mengejar dia. "


" Tidak mungkin! Mana mungkin Penelope mengatakan seperti itu, aku tidak seburuk itu tahu tidak?! " Mike sebenarnya malu sekali mendengar apa yang di katakan Antonio karena seratus persen adalah benar sekali.


" Maafkan saya Tuan Mike, tapi hati saya terus mempercayai Penelope. "


Mike jadi main kesal di buatnya.


" Lalu, apa lagi yang dia ceritakan tentang suaminya? " Tanya Mike ingin tahu lebih banyak sehingga dia tidak perlu merasa di bodohi oleh ucapan Antonio.


" Dia bercerita bahwa dia takut untuk mempertahankan pernikahan dengan suaminya. Dia takut suaminya tidak akan bisa menjadi Ayah yang baik, dia takut kalau suaminya akan membuat kesan buruk terhadap anak-anaknya nanti. Suaminya yang suka sekali bangun siang, banyak bersantai saat berada di rumah. Intinya Penelope tidak bisa tenang saat menjadi istri dari suaminya, sehingga kemungkinan bercerai di antara mereka benar-benar ada. "


Mike terdiam membeku dengan perasaan sedih. Selama ini dia menganggap kalau Penelope beruntung bisa menjadi istrinya, tapi ternyata Penelope malah sama sekali tidak merasa begitu, dia bahkan gelisah setiap hari hingga harus memiliki teman surat pria.


" Tuan Mike, jangan menyia-nyiakan kebaikan istrimu, apalagi menyembaranginya. Dia menderita lebih banyak dan lebih dalam dari pada anda yang terpaksa menikahi Penelope. Tuan Mike, jika saja anda melepaskan Penelope, maka percayalah akan banyak sekali pria yang akan menyodorkan diri untuk mengisi hati kembali bagi Penelope. Aku juga tidak akan membuang kesempatan kalau benar kalian berdua jadi bercerai. " Antonio tersenyum membuat Mike tak karuan rasanya.


Setelah hari itu, Mike benar-benar di buat waspada oleh Antonio. Begitu jam pulang kerja tiba, Mike dengan cepat menjalankan mobilnya agar bisa segera sampai di apartemen dan bertanya langsung bagiamana bisa dia memiliki hubungan dekat dengan Antonio.


" Lope! " Panggil Mike kesal karena tak juga mendapatkan keberadaan istrinya itu.


" Iya, ada apa? Kau sudah pulang? Tumben sekali. "


Mike tadinya ingin bertanya langsung dan melampiaskan kekesalannya itu, tapi melihat penampilan Lope yang begitu berantakan, dia juga memegangi sprei yang sepertinya baru di angkat dari jemuran. Rambutnya di Cepol ke atas, anak rambutnya berantakan ke sana kemari, bahkan sendal yah di gunakan Lope juga satunya pink dan satu lagi sana kuning. Mike tak memiliki niat melakukan apa yang ingin dia lakukan tadi, dia berjalan mendekati Lope agar bisa lebih jelas melihatnya.


" Kenapa kau berantakan begini? " Tanya Mike.


Lope tersenyum dengan wajah kikuk.


" Sebenarnya kemarin aku tidak mencuci baju karena sibuk mencoba membuat cake, jadi hari ini aku mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ini sudah selesai kok, aku hanya tinggal meletakkan baju ini baru besok pagi di setrika, ah aku juga akan mandi setelah ini. "


" Setiap hari kau sibuk merapihkan rumah dan mengurus ku, apa mulai terasa membosankan dan lelah? "


Lope mengernyitkan dahi karena dia sungguh bingung dengan apa yang di tanyakan Mike. Sejak kapan Mike begitu memperdulikan masalah beginian?


" Sebenarnya memang lelah, pekerjaan rumah akan selalu ada saja meski kita hanya tinggal berdua. Tapi aku tidak merasa bosan, kalaupun aku lelah, aku hanya perlu istirahat dan kembali mengerjakannya saat sudah kembali bugar kan? "


Mike membuang nafasnya, meraih tengkuk Lope dan membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Iya, apa yang di katakan Antonio memang menyakitkan, tapi bagus lah dia tahu lebih awal di banding nanti di saat Lope mulai jengah oleh sikapnya dan tiba-tiba mengajukan permohonan cerai.


" Mulai besok pagi, tolong bangunkan aku lebih pagi ya? Aku akan coba membantumu meyiapkan sarapan, juga pekerjaan rumah yang bisa ku kerjakan. "


Lope jelas saja merasa bingung dengan sikap Mike yang aneh itu, tapi dia benar-benar tidak merasa keberatan dengan aktivitas harian rutin yang sudah menjadi kebiasannya semenjak menikah dengan Mike.


" Mike, aku benar-benar tidak masalah kok. "


Mike semakin mengeratkan pelukannya.


" Aku akan lebih berusaha lagi dari sebelumnya. Aku akan mencoba yang terbaik yang bisa aku lakukan, nanti kalau ada yang salah di matamu saat aku bersikap, tolong tegur aku, katakan padaku pendapatmu dan jangan kau pendam sendiri, Apalagi di ceritakan kepada Antonio. "


" Mike, kau ini sedang kenapa? "


" Aku juga janji tidak akan berselingkuh, aku akan semakin membulatkan tekad ku agar aku bisa menjadi suami yang baik, dan Ayah yang baik agar mereka tidak malu memiliki seorang Ayah sepertiku. "


Bersambung.