Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 56



" Sepertinya hubungan mu dengan Nard sangat dekat ya? Aku malah sempat salah paham, maaf, tapi kalian seperti pasangan berselingkuh, aku juga sempat memikirkan bagaimana ya perasaan Leo jika mengetahui istrinya berselingkuh? Dia pasti sangat sedih sekali kan? Tapi, aku juga tidak bisa menyalahkan mu, bagaimanapun kau pasti membutuhkan pria yang normal untuk memenuhi kebutuhan mu yang lain. "


Ariel mencengkram ujung kain baju yang ia gunakan. Padahal sudah sebisa mungkin dia dan Leo tidak menunjukkan bagaimana hubungan keduanya, tapi bagaimana bisa Mark mengetahuinya? Tidak bisa, saat ini dia tidak boleh terlihat gugup, apalagi sampai terbata-bata saat bicara. Sekarang Ariel benar-benar yakin benar kalau Mark memang tidak bisa di remehkan.


Mark, pria itu tersenyum miring. Sungguh dia tahu banyak, tapi dia juga harus terlihat mudah di tebak dan sedikit bodoh agar Ariel tak begitu waspada. Sekarang boleh saja Ariel jadi begitu hati-hati terhadapnya, tapi nanti Mark perlu membuat Ariel merasa jika Mark tidak seperti yang di bayangkan.


" Itu hanya dugaan ku saja, jangan terlalu dipikirkan. " Mark tersenyum, dia juga terkekeh seolah Ariel menunjukkan kelucuan di balik ekspresinya.


" Aku tidak memikirkannya, lagi pula hubungan antara aku dan Presdir Nard semua orang juga seharusnya tahu. Lain kali jangan menjadikan hal itu candaan, karena tidak semua orang memahami dengan sisi yang positif. " Ariel menatap Mark dengan Mark, bukan dia tidak merasa takut, tapi dia merasa lebih penting untuk tidak menunjukkan bagaimana yang dirasakan oleh hatinya.


Mark mengangguk seolah dia memahami apa yang dikatakan oleh Ariel.


Aku tidak hanya menyeramkan, tapi aku juga sangat menawan, kau adalah salah satu benda yang aku inginkan, jadi aku akan merebut mu dengan caraku.


" Aku ada pekerjaan, jadi maaf kalau harus meninggalkan mu disini, Mark. "


Ariel bangkit dari duduknya, tapi karena Mark sengaja meletakkan kakinya sedari tadi di tengah-tengah kaki Ariel, dia sukses membuat Ariel kehilangan keseimbangan, dan hampir saja jatuh kalau Mark tidak sengaja menahannya.


" Jangan terburu-buru, Ariel. Lihatlah, kau jadi hampir jatuh, kau pasti tahu apa yang akan terjadi kalau aku tidak menahan tubuhmu kan? "


Ariel mengigit bibir bawahnya dengan kekesalan yang membuat dadanya sesak saat Mark berbisik di telinganya.


" Ah! maaf, apa aku mengganggu? "


Ariel segera mendorong jauh tubuh Mark, dia segera memperbaiki posisinya, membungkuk hormat seperti bawahan yang menghormati Bosnya. Mark, dia tersenyum menatap Presdir Nard yang sepertinya sedang menahan kemarahan, tapi juga berjuang keras untuk tidak menunjukkannya secara langsung.


" Kau datang di waktu yang tepat kok, aku hanya mengobrol saja dengan asisten pribadimu, dia adalah orang yang sangat asik, dia juga sangat pintar membuat ku betah mengobrol dengannya. "


Ariel menatap Mark dengan mata yang membulat sempurna, sungguh sangat tidak tahu diri. Mungkin Mark pikir apa yang di ucapkan hanya untuk kesenangannya saja, tapi percayalah jika apa yang dikatakan Mark bisa akan membuatnya tidak bisa jalan besok pagi. Memang benar-benar pria rata-rata tidak berperasaan.


Leo memaksakan senyumnya, jika saja boleh di ibaratkan seperti tokoh kartun, maka api sudah sangat membara di seluruh tubuhnya. Dia membuka kepalan tangannya perlahan, dia coba sebisa mungkin untuk menghilangkan kekesalannya walau itu tidak mudah untuknya.


" Tuan Mark, sepertinya Ariel tidak bisa menemani lebih lama lagi. Ada banyak perkejaan yang harus segera di selesaikan, dan aku sangat membutuhkan Ariel untuk beberapa hal. "


Mark mengangguk, dia meninggalkan ruangan Presdir dengan senyum puas.


Setelah kepergian Mark, Leo langsung berjalan mendekati Ariel dengan langkah kaki cepat. Dia menangkup wajah Ariel yang terlihat terkejut, memeriksa bagian wajah, tangan, memutar tubuh Ariel mencari bagian yang bisa saja di lukai oleh Mark.


" Aduh! Aku pusing kalau di putar-putar seperti ini terus! " Kesal Ariel sembari menjauhkan tangan Leo dari tubuhnya.


" Kenapa kau yang marah? Ini bagian ku untuk marah kan? "


Ariel menelan salivanya sendiri. Bagian untuk marah apanya? Kan yang memegang tubuhnya tadi adalah Mark, dia juga tidak minta untuk ditahan agar tidak jatuh kan?


" Apa yang kau bicarakan dengannya? Sudah berapa lama kau berbincang dengannya? Pertanyaan apa saja yang dia ajukan untukmu? "


" Kami membicarakan tentang masa depan, hanya itu saja. "


Leo nampak kesal, dia meraih pinggul Ariel dan membuat tubuhnya menempel erat.


" Masa depan apa? Kau hanya punya masa depan denganku, jangan macam-macam apalagi sampai membahas masa depan yang jelas kalian tidak punya itu. "


Ariel terdiam tak berani bicara. Dia hanya bisa menelan salivanya melihat tatapan yang membuat dia merasa terancam.


" Dia memang lebih jago dalam merayu lewat kata-kata, dia juga punya banyak pengalaman dengan wanita, tapi aku yakin seratus persen dia tidak akan bertahan hanya dengan satu wanita, sedangkan aku, aku janji dan aku yakin bisa menepati janjiku untuk menjadikan mu satu-satunya untukku. "


Lagi, Ariel hanya bisa menelan salivanya. Tidak jago dalam merayu? Dia ini sedang sadar tidak sih? Jelas-jelas Leo adalah pria yang paling jago dalam berbicara manis seperti sekarang ini.


" Kalau dia datang lagi, carilah alasan untuk pergi, kau mengerti? "


" Iya. " Jawab Ariel karena tidak ingin panjang lebar dan ujung-ujungnya hanya pusing mendengar ucapan Leo yang seperti Casanova manisnya.


" Sekarang biarkan aku mengingatkan mu. "


Ariel melotot kaget begitu Leo meraih tengkuknya.


" Mengingatkan apa?! " Ariel yang terkejut segera menyilangkan kedua lengannya untuk menutupi dadanya.


" Mengingatkan bahwa kau, dan seluruh tubuhmu adalah milikku. "


" Apa-apaan! Ini di tempat kerja, kau jangan macam-macam! Dengar, Mark itu bisa datang kapan saja, kau harus berha- Em! "


Sudahlah ya, pasti tahu apa yang akan terjadi, hehe.....


Di ruangan lain.


Amanda dan Mark kini tengah berbincang, dan tema perbincangan mereka adalah Presdir Nard dan juga Ariel.


" Bagaimana hari ini? " Tanya Mark.


" Masih seperti sebelumnya, Presdir Nard adalah orang yang sangat hati-hati. Dia juga amat berbeda dengan pria lain, dia sama sekali tidak tergoda ketika aku menggodanya dengan tubuhku. Dia tidak menunjukkan apapun yang mencurigakan, aku rasa dia tidak seperti yang anda bicarakan, Tuan. "


Mark tersenyum miring.


" Jangan terlalu cepat menyimpulkan, justru karena dia begitu lurus makanya kau harus curiga. Tidak mungkin orang yang bekerja untuk Leo adalah orang yang biasa dan lurus saja jalan hidupnya. Aku yakin benar dia memiliki hubungan terlarang dengan Ariel, aku hanya perlu menarik Ariel, dan kau harus bisa memecahkan segala teka teki yang aku berikan padamu. "


Bersambung.