Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 43



" Jangan sekarang. "


" Tidak bisa, kalau tidak sekarang, kau pasti akan kabur besok pagi dengan alasan menenangkan diri. "


Ariel tak bisa lagi berkata-kata, sungguh dia memang belum siap memenuhi keinginan Leo, tapi dia juga tidak bisa mengatakan apapun lagi saat jelas merasakan jika Leo sudah tidak bisa menahan diri lagi. Hembusan nafasnya yang semakin panas dan menderu tak beraturan, tangannya yang sudah bergerak kesana kemari, mengusap bagian-bagian yang seharusnya adalah bagian paling dilarang disentuh pria, nyatanya Ariel hanya bisa merasakannya tanpa bisa banyak bicara lagi. Benar-benar tak ada puasnya, Leo masih terus menyergap bibir Ariel dengan begitu bersemangat. Entah benar atau tidak cara menciumnya, Leo benar-benar mengikuti saja apa yang ingin otaknya lakukan.


" Jangan bagian itu! " Ucap Ariel saat tangan Leo sudah menyusup masuk menyentuh bagian dadanya dengan begitu penuh keinginan. Seolah tak terdengar suara Ariel, Leo justru semakin gencar memberikan gerakan-gerakan mengundang keinginan yang terpendam. Tak leluasa, Leo segara bangkit, bukan untuk menghentikan kegiatannya, tapi untuk melepas baju yang Ariel gunakan.


" Kau mau apa?! " Protes Ariel yang tak setuju dengan apa yang ingin di lakukan Leo.


" Ewita, bukannya kau selalu membahas tentang ini beberapa waktu lalu? Kenapa kau sudah lupa? "


Ariel menelan salivanya sendiri, ah! Kenapa dia juga menyebutnya dengan ewita? Apakah Leo tidak tahu bahwa kata-kata itu membuat jantungnya berdebar kencang?


" Leo, aku- " Ariel mengigit bibir bawahnya ketika Leo memainkan ujung bagian benda kembarnya sembari memberikan pijatan lembut. Ini benar-benar untuk pertama kali bagi keduanya, tapi mereka juga bukan dua orang suci tanpa pernah melihat adegan dewasa ini meski tidak secara langsung, alias menonton video enak enak. Ariel, menonton video itu karena penasaran, lalu karena ingin melayani suaminya yang dia pikir tidak bisa bangun. Leo, dia tentu saja menonton itu untuk tahu bagaimana caranya menyenangkan wanita, dan sebagainya lah.


Rasanya ingin sekali melenguh, tapi Ariel masih bisa menahannya dengan menggigit bibir bawahnya. Sadar benar jika tubuhnya sudah menggelinjang, melengkung menikmati sensasi tak biasa di bagian dadanya. Lagi, bagian terakhir yang ingin di lakukan Leo adalah dengan bagian bawah Ariel. Dia tentu juga menonton bagian seperti ini, dan tentu juga dia mempraktekkan, tapi nyatanya insting malah lebih pandai dari pada teori yang ia pelajari. Leo membuatkan saja untungnya memerintah dan mengikutinya.


" Kau mau apa?! Jangan begitu, Ah..... " Ariel tak lagi bisa mengatakan apapun saat Leo memberikan sentuhan di bagian penting Ariel dengan kecupan dan lidahnya. Semua benar-benar seperti mimpi bagi keduanya ketika itu semua berlangsung. Ariel, dia yang sudah polos tak menggunakan apapun hanya bisa melenguh menikmati sensasi tak biasa untuk pertama kalinya hingga melupakan rasa malu saat tak berbiasa di hadapan lawan jenis. Leo, pria semakin gencar menyergap Ariel begitu mendengar lenguhan indah keluar dari bibirnya.


Setelah Leo menanggalkan seluruh pakaiannya, dia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Ariel, menyesap semakin dalam, menyapu keindahan dari wanita itu, dan menikmati manisnya ciuman yang sedang mereka lakukan.


" Aku mulai sekarang ya? " Ucap Leo yang tak mendapatkan tanggapan dari Ariel yang kini sudah tak berdaya di bawah kungkungan nya. Cukup lama dia berusaha pelan-pelan, dan Ariel juga terus meringis merasakan sakit dan perih. Tapi semakin lama akhirnya berhasil juga di iringi dengan lenguhan keduanya yang kompak terdengar. Darah segar keluar dari bawah sana, dan itu membuat Leo merasa puas dan bangga dengan apa yang mereka capai kali ini.


Pelan tapi pasti, dan lama menjadi gerakan yang begitu cepat, memompa dengan kekuatan sedang tapi begitu terasa untuk keduanya hingga tak berhenti mereka melenguh tak tahan. Ariel, sekarang dia sudah tidak gadis lagi, sekarang dia benar-benar seorang istri dari seorang pria. Meksipun masih belum rela, nyatanya dia juga sadar bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada melakukan hubungan suami istri bersama pasangannya sendiri.


Leo tersenyum puas menatap Ariel yang berada di bawanya dengan nafas terengah-engah. Dia bahagia, karena yakin benar wanita yang ada di bawah tubuhnya tidak akan mungkin bisa kabur darinya.


Ariel, gadis itu tak mau menatap Leo barang sedetik pun. Dia memilih menatap ke arah lain karena tak tahan kalau harus melihat wajah Leo di posisi seperti sekarang ini. Ah, bagian bawah mereka saja belum berpisah meski mereka sudah sampai pada puncaknya beberapa menit lalu. Malu, itulah yang di rasakan oleh Ariel. Boleh saja bagian bawahnya sempat terasa perih, tapi sungguh itu tidak bisa di bandingkan dengan rasa malunya yang teramat besar dan dalam.


" Ariel, bagaimana rasanya? "


Ariel semakin tak ingin menatap Leo, dia terus memilih menatap ke arah lain karena benar-benar tidak sanggup menjawab pertanyaan gila Leo di posisi mereka yang masih menyatu seperti itu. Gila ya?! Meksipun memang rasanya enak setelah perih beberapa saat, tapi apakah perlu menjawab pertanyaan edan itu?


" Kau diam saja, apa kau kurang puas? Kau tunggu sebentar lagi ya? Aku janji setelah ini aku akan melakukannya sampai kau puas. "


" Kenapa menatap seperti itu? Kau sungguh tidak puas ya? "


" Matamu sebelah mana yang melihatku menginginkan cucung jum- " Ariel tak lagi bicara, cucung jumbo? Ah.....! Dia saja masih menancap di bagian itunya! Benar-benar tidak menyangka kalau benda sebesar itu itu masuk ke lubang kecil miliknya. Hah, sudahlah, malu sendiri memikirkannya.


" Lanjutkan saja ucapan mu, aku penasaran kau golongkan apa milikku. Hanya saja aku yakin, bukan cucung bengkok, juga bukan cucung pendek seperti milik pria itu kan? "


Aduh! Apa-apaan itu?! Batin Ariel kesal tapi juga malu.


Tok Tok


Ariel dan Leo menoleh ke arah yang sama yaitu, pintu.


" Siapa? " Tanya Leo yang masih enggan melepaskan bagian mereka yang sedang menyatu meski tak ada aktivitas apapun.


" Win, Tuan. "


Leo membuang nafas kasarnya.


" Tuan, bisa kita bicara sebentar? Ada hal yang sangat penting. "


" Tidak bisa sekarang. "


" Aku akan menunggu di luar, Tuan. " Ujar Win. Sebenarnya Win mengira pasti Leo sedang di tindas habis-habisan oleh Ariel, jadi maksud dia datang selain ada hak penting, dia juga ingin menyelamatkan dari kemarahan Ariel.


" Tidak bisa, pergi saja! "


" Tapi Tuan, ini sangat penting. "


" Ewita jauh lebih penting dari pada urusan mu! "


Win menelan salivanya, hah! Ewita adalah bahasa aneh yang sering keluar dari mulut Ariel kan? Oh, mereka sedang ewita? Heh! Tidak mungkin deh!


Bersambung.