Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
Bonus Chapter 53



" Kenapa kau membawa Wiliam kemari, Moza? " Tanya sahabat Moza yang mengaku jika memiliki anak dengan Wiliam. Padahal jelas sekali kalau Moza mengajaknya bertemu hanya berdua saja, tapi entah bagaimana bisa Moza justru mendatangkan Wiliam kesana, apakah karena Moza terlalu khawatir dan perduli sekali padanya hingga membawa Wiliam datang padanya untuk bertanggung jawab?


Moza menghela nafas, tidak heran sih kalau sahabatnya itu merasa terkejut dengan adanya Wiliam, soalnya meskipun Moza sudah pernah bercerita dengan siapa dia menikah, Moza tidak sekalipun pernah menyebutkan nama atau menunjukkan photo Wiliam, toh mereka juga belum lama bertemu jadi pembicaraan mereka tidak terlalu mendalam seperti sahabat yang lama bersama.


" Bukankah akan lebih mudah jika ada Wiliam di sini? Kau bisa mengatakan apa yang terjadi padanya, biarkan dia mencari jalan keluar untukmu. "


Sedari tadi Wiliam hanya diam menatap memperhatikan wanita yang mengaku memiliki anak dengannya. Setelah cukup memperhatikan, Wiliam kini bisa tersenyum lega setelahnya. Iya, wanita itu adalah wanita yang pernah membuat Wiliam merasa jatuh cinta, tapi karena beberapa hal yang terjadi akhirnya Wiliam memilih pergi dari wanita itu.


" Bukan begitu, hanya saja hubungan kami memang ada sedikit masalah, jadi agak canggung kalau kami bertemu secara tiba-tiba seperti ini. " Ujar Sahabat Moza menghindari tatapan dengan Wiliam karena memang sangat canggung untuk mereka bertemu seperti sekarang ini.


Moza memaksakan senyumnya.


" Julia, mungkin bagimu ini tidak terlalu penting atau apalah itu, tapi bagiku sangat penting mempertemukan kalian supaya kalian bisa menyelesaikan masalah di antara kalian. "


Sahabat Moza yang bernama Moza itu hanya bisa memaksakan senyumnya, menyelesaikan masalah dengan pria seperti Wiliam? Hah..... Jelas tidak mungkin kan? Bukan merendahkan kepribadian Wiliam, hanya saja yang ia tahu Wiliam adalah pria yang kurang baik terutama tentang wanita.


" Moza kau tidak akan mengerti, masalah ini benar-benar amanat sensitif untuk di bicarakan disini. Aku tahu restauran yang kau pesan adalah kelas VVIP yang tidak sembarangan bisa orang masuk kemari, tapi aku benar-benar tidak siap membahas masalah ini sekarang. "


Moza terdiam sebentar.


" Julia, ini sangat penting untuk ku, juga untuk Wiliam. "


Julia menatap Moza dengan tatapan bingung.


" Kalian berdua? Memang kalian ada hubungan apa? Moza, kau yang seperti kutu buku, patuh kepada Ayahmu, jika Ayahmu mengatakan padamu untuk menerjang badai kau pasti akan melakukannya bukan? Ayahmu yang begitu ketat tidak mungkin sampai kecolongan tentangmu kan? "


Wiliam tersenyum sinis, gila, Sialan! Rasanya kenapa Wiliam sedang di samakan dengan sebuah masalah besar, atau pria dengan lebel buruk dari ujung kaki ke ujung kepalanya.


" Julia, sebenarnya aku sudah telat datang bulan sekitar dua Minggu. Aku bimbang beberapa hari terakhir ini, aku terus memikirkan bagaimana jadinya aku, dan bagiamana denganmu? "


Julia semakin kebingungan karena ucapan Moza terdengar begitu mengambang di otaknya, tak jelas sebenarnya apa kejelasan dari ucapan Moza. Segala telat datang bulan, dan juga masalah dirinya tentu saja tidak akan ada hubungannya kan? Kecuali,


Jika menatap Wiliam yang kini menatap Moza dengan tatapan terkejut.


" Serius? Telat datang bulan berarti hamil dong? Kita mau punya anak ya? "


Julia terdiam membeku, kenapa memangnya? Kenapa Wiliam yang terlihat begitu semangat padahal Moza seperti orang yang tengah bimbang tak berdaya. Mungkinkah apa yang dia sangka memang adalah kebenarannya?


" Kalian? Hubungan kalian sebenarnya apa? " Tanya Julia yang tak tahan lagi dengan menerka terus menerus membuat kepalanya sakit sendiri.


" Kami, suami istri! " Ucap Wiliam dengan lantang.


" Apa?! " Julia terkejut bukan main tentunya. Padahal yang dia tahu selama ini Wiliam adalah pria pemilih kebebasan yang tidak ingin terikat oleh hubungan pernikahan yang di anggap merepotkan. Selama dia mengenal Wiliam, dia adalah pria penganut budaya barat yang say no ketika di paksa menikah atau terikat pernikahan, lalu bagiamana bisa dia menikahi Moza yang adalah anak rumahan, juga kutu buku? Jelas, Moza fashionable, dia cantik, tubuhnya tinggi, langsing tapi tetap berisi, dia tahu benar bagaimana menggerakkan tubuh agar terlihat anggun. Bahkan beberapa kali Moza di tawari oleh sutradara untuk menjadi aktris, juga model kecantikan, tapi demi Ayahnya, demi rasa cinta, rasa sayang, dan rasa hormat, Moza memilih menjadi anak rumahan. Jadi bagiamana bisa Wiliam yang urakan bertemu Moza yang adalah anak rumahan?


Moza menghela nafasnya.


" Sayang sekali, itu benar. "


Wiliam terdiam dengan mimik sebalnya. Bagaimana bisa istrinya sendiri bicara seolah malas dengan hubungan suami istri di antara mereka?


" Nada bicaramu tidak boleh seperti itu dong, Moza. Walaupun aku memang bukan tipemu, tapi aku adalah suamimu, jadi kau harus bangga mengakuinya. " Ujar Wiliam yang tak terima.


Moza merengut sebal, dia memilih mengabaikan saja ucapan Wiliam karena dia sendiri sedang dalam keadaan yang kacau karena masalah yang menimpa dirinya.


" Julia, jadi sekarang kau tahu jika benar anakmu adalah anaknya Wiliam, hal itu bukan mudah untukku, juga untukmu, dan juga Wiliam. Kau paham maksudku kan? "


Julia terdiam sebentar, sungguh sangat di sayangkan sekali, padahal dia masih memiliki ketertarikan terhadap Wiliam, dia masih ingin kembali menjalin hubungan dengan menggunakan anak yang dia lahirkan beberapa bulan lalu, tapi dengan adanya Moza tentu saja itu tidak akan mudah.


" Moza, apa maksud ucapanmu dengan mengatakan jika benar anakku adalah anaknya Wiliam? Kau meragukan ku kah? "


" Aku tidak meragukan apapun, aku hanya ingin semuanya pasti. "


" Tapi kau tidak sadar jika kalimat itu amat menyinggungku seolah aku bukan wanita baik-baik. "


" Julia aku tidak mengatakan itu. "


" Hah! Padahal kau adalah wanita yang pintar, tapi kau tidak paham dengan itu? "


Wiliam membuang nafas kasarnya, dia sudah cukup banyak diam dan mengamati sedari tadi, ini sudah saatnya dia bicara karena sepertinya semenjak Julia tahu kalau Moza adalah istrinya Wiliam, cara bicara serta cara menatap Julia kepada Moza seolah tidak sehat lagi, ada unsur kebencian yang bisa Wiliam rasakan saat itu.


" Julia, kita memang pernah menjalani hubungan pacaran beberapa bulan sebelum aku menjauh. Kau pasti ingat malam pesta ulang tahunmu bukan? Malam itu, kau menarik lengan pria lain di hadapanku, menciumnya tepat di hadapanku, bahkan membawanya ke room. Sejak saat itu aku memilih untuk menjauhimu, dari pada menuduhku adalah Ayah dari anakmu, bagaimana kalau kau cek rekaman kamera pengawas ditanggal ulang tahunmu, lihat siapa pria yang kau bawa malam itu. "


Julia terdiam membeku.


" Kau sedang berbohong ya, Wiliam? "


" Tidak, ada Mike di sana. Malam itu aku tidur di apartemen Mike sampai pagi. "


" Tidak, tidak mungkin! Yang aku ingat aku menarik tanganmu, aku menciummu, aku bersamamu malam itu! "


Mike tersenyum miring.


" Malam itu, sebelumnya aku sudah mengatakan untuk tidak minum wine karena kau mudah mabuk dan hilang kendali bukan? Kau masih ingin menuduhku juga? "


Bersambung.