Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 70



Satu Minggu sudah hari terlewati, dan hari ini adalah hari dimana Ariel dan Leo akan segera kembali ke negara asal mereka. Benar-benar seperti pasangan suami istri yang begitu harmonis dan seperti baru saja menikah, Leo benar-benar menempel sekali dengan Ariel sehingga tak jarang Ariel merasa kesal dan risih di buatnya.


Benar, cinta yang tumbuh di hati Ariel memang masih belum terasa, tapi apa yang dirasakan oleh hatinya Leo benar-benar berbanding terbalik dengan Ariel. Pria itu merasa hatinya begitu berbunga-bunga saat bersama dengan Ariel, bisa memeluknya setiap waktu, menciumnya meski kadang juga memberontak tak mau, makan bersama, dan menghabiskan banyak waktu bersama.


" Sayang, semoga saja kau cepat hamil ya? "


Ariel membuang nafas panjangnya, hamil? Kalau bisa sih dia berharap untuk jangan dulu hamil sebelum semua urusan dan kekhawatiran yang ia rasakan sirna.


" Sayang aku- "


" Berhentilah seperti ini, Leo! Memangnya kau tidak lelah bergelayut seperti anak kucing meminta tulang ikan? " Kesal Ariel seraya menjauhkan tubuh Leo yang terus saja menempel padanya, padahal sekarang ini dia sedang berada di perjalan menuju rumah, tapi Leo benar-benar tidak paham situasi dan malah semakin menjadi sikap manjanya.


" Kenapa aku harus berhenti? Kau kan istriku, kalau bukan denganmu, dengan siapa aku harus bermanja-manja? "


" Kau kan buka bayi! "


" Ada masanya aku juga menjadi bayi, terutama saat malam hari, aku kan akan me- "


" Leo! "


" Ah, iya! Maaf. "


Ariel membuang nafas kasarnya, benar-benar sangat menyebalkan. Padahal sudah jelas Leo adalah pria yang tidak mudah di hadapi dan tidak suka tersenyum alias kaku seperti kanebo kering. Coba suruh mereka yang mengatakan itu melihat bagaimana Leo sekarang, mereka pasti akan mati karena terkejut.


Setelah beberapa saat, Ariel dan Leo sudah sampai di rumah dengan selamat. Tidak ada lagi Leo yang menyamar karena semua juga sudah terbongkar habis. Pada awalnya para pekerja di rumah jelas terkejut melihat Leo tanpa penampilan palsu, tapi begitu Leo bersuara, mereka langsung mengenali jika Leo adalah Tuan mereka, memilih untuk tutup mulut tidak mau banyak bicara, anggap saja hobi orang kaya adalah berpura-pura cacat dan jelek.


Sephora, dan Ibu tiri yang tak sengaja melihat Ariel pulang ke rumah bersama dengan pria yang ia ketahui namanya adalah Presdir Nard, Pria tampan dan gagah yang menjabat sebagai Presdir di RC.


" I itu kan Presdir Nard? Dia itu kan Presdir di perusahaan RC? kenapa bisa pulang bersama dengan Ariel? " Tanya Sephora yang masih terbengong-bengong kebingungan. Sementara Ibu tiri, dia terus menatap menyelidik bagaimana bisa ada pria tampan berjalan bersama Ariel? Apalagi kelihatannya pria tampan itu seperti sangat sayang kepada Ariel.


" Ibu, cubit aku! Cepat cubit aku! " Ucap Sephora sembari menyenggol lengan Ibunya karena dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Ah! " Pekik Sephora karena merasakan sakit saat Ibunya mencubitnya.


" Hah? Jadi yang aku lihat itu sungguhan nyata? "


" Jadi itu Presdir yang kau ceritakan kepada Ibu? "


" Iya! "


Ibu tiri menghela nafas, dia menatap Sephora agak kesal.


" Maksud mu, kau juga ingin berselingkuh dengannya begitu? Kalau memang dia itu adalah seorang Presdir, seharunya kau menjadikan dia suamimu kan? "


Sephora mencengkram kain lap yang sedari tadi ia pegang. Kesal sekali, karena semua pelayan di sana seperti sudah sangat pro hingga tidak ada yang merasa heran dengan apa yang dilakukan Ariel.


" Anak perempuan menyebalkan itu kenapa bisa semanjur ini sih hidupnya? " Gerutu Ibu tiri yang tidak terima dengan apa yang di dapatkan Ariel. Pertama dia menikah dengan orang kaya meski cacat dan jelek, lalu selingkuhannya juga kaya dan tampan, jadi siapa orangnya yang tidak akan cemburu kalau begitu?


" Ibu, aku tidak bisa menerimanya! Selagi menunggu menikah dengan Bram, aku juga bisa bisa menampilkan diriku untuk di lirik oleh Presdir Nard. "


" Marile, putriku! " Ibu Maria berlari cepat menghampiri Ariel dan memeluknya. Sudah satu Minggu lebih mereka berpisah, tentulah dia merindukan putrinya meski setiap hari juga mereka melakukan panggilan video. Setelah melepas rindu dengan Ariel, Ibu Maria beralih untuk memeluk menantunya yang tak lain adalah Leo.


" Bagaimana dengan semua urusan Ibu mertua? " Tanya Leo santai. Ibu Maria tersenyum, sungguh dia sama sekali tidak terkejut melihat penampilan Leo yang sekarang, karena saat Leo menemuinya di dalam penjara, dia sudah menceritakan banyak hal, termasuk penyamarannya, dan alasannya.


" Semuanya berjalan dengan lancar, semua bukti sudah di amankan, tapi karena Ibu merasa kurang yakin melakukannya sendiri, jadi Ibu menunggu kau pulang untuk berdiskusi nantinya. "


Mereka bertiga asik mengobrol dengan santainya, sementara Sephora dan Ibu tiri kini semakin melotot kaget tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Ibu mertua? Apanya yang Ibu mertua? Bukanya Ariel selama ini menikahi pria cacat dan lumpuh yang tidak ada gunanya? Jadi ini sebenarnya apa maksudnya?! Mereka benar-benar syok hingga lama sekali mereka sibuk menatap tanpa bisa bicara. Apalagi melihat perlakuan Ibu Maria dan Presdir Nard yang berarti juga Leo begitu akrab benar-benar sudah seperti menantu sungguhan.


" Ibu, apa Ibu melihat apa yang aku lihat sekarang? " Tanya Sephora masih tak bisa mengontrol wajahnya yang masih terlihat begitu terkejut.


" Tentu saja lihat, Ibu tidak buta kan? "


Setelah lumayan lama Ibu Maria, Ariel, dan Leo mengobrol sebentar, Ibu Maria mempersilahkan keduanya untuk segera ke kamar dan istirahat karena tahu benar jika anak dan menantunya pasti sangat kelelahan.


" Kalian masuk dan istirahat saja ya? Nanti kalau sudah tidak lelah baru kita mengobrol lagi. " Ucapan Ibu Maria ini benar-benar semakin membuat kedua orang yang sedari menatap dari kejauhan menjadi tambah stres dengan dugaan mereka sendiri.


Leo mengangguk, dia segera merangkul pundak istrinya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar meninggalkan Ibu Maria yang masih berdiri di sana memandangi punggung anak dan menantunya hingga tak terlihat lagi barulah dia pergi untuk menyelesaikan urusannya.


" Tidak, tidak! Ini pasti mataku sudah eror otakku juga sudah gila! " Sephora menggeleng berkali-kali menolak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


" Sebenarnya ada apa? Kenapa aneh sekali? " Gumam Ibu tiri bertanya pada dirinya sendiri.


" Ibu, aku tidak boleh kalah dari Ariel, aku akan berusaha semampuku! "


Bersambung.