
Enam bulan kemudian.
Ariel dan Leo kini tengah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut sang adik yang akan di bawa kerumah mereka setelah dua hari tinggal di rumah sakit. Iya, Ibu Maria baru saja melahirkan, seperti saran dari Dokter untuk melakukan operasi sesar, tapi untunglah Ibu Maria juga bayi perempuan cantik itu sehat. Benar-benar luar biasa kan? Memiliki adik yang usianya bahkan lebih tua dari anaknya enam bulan, meskipun agak kaku tapi ini memang menyenangkan untuknya.
Sephora yang baru saja datang juga ikut antusias menyambut bayi perempuan Ibu Maria. Tentu saja dia begitu antusias, selain dia adiknya juga, Sephora sudah benar-benar tidak tahan untuk mendandani bayi cantik itu, bahkan dia sampai mengabaikan Mike yang saat ini berada di gendongan Daniel.
" Lihat ini! Aku sudah beli banyak baju yang lucu, aku juga beli banyak hiasan kepala dan ikat rambut! " Ucap Sephora memamerkan tas belanja yang berukuran besar dan isianya sesuai dengan apa yang dia katakan tadi.
" Ckckck.... Kau ini benar-benar terobsesi dengan anak perempuan ya?! " Heran Ariel yang tak habis pikir dengan Sephora. Sebenarnya sedari di dalam kandungan Ibu Maria dia sudah sangat excited sekali begitu Ibu Maria mengatakan bahwa bayinya adalah perempuan. Iya, maklum saja dia terlalu banyak fantasi soal bayi perempuan.
" Hai, kami belum terlambat kan? " Grade dan Onard datang bersamaan, Wiliam juga ikut, dia berada di stroller bayi yang di dorong oleh Onard.
Semua orang tersenyum kepada mereka.
" Tidak kok, Ibuku masih dalam perjalanan. " Jawab Ariel sembari menyambut Grade juga Onard.
" Duduklah, Kakak ipar. " Ucap Ariel kepada Onard. Dia memang sudah bisa lama berjalan, tapi dia juga tidak boleh terlalu memaksakan diri jadi dia harus banyak duduk juga untuk mengimbanginya.
" Terimakasih. "
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Ibu Maria dan juga putrinya serta Win sampai ke rumah. Semua langsung saja berkerumun, terutama Ariel, grade dan Sephora. Mereka kompak menyambut khususnya untuk bayi kecil nan cantik yang di beri nama, Meira Azhura.
" Lihat dia! Uh, benar-benar sangat cantik, biarkan aku yang gendong, Ibu! " Pinta Spehora yang begitu bersemangat.
" Hei, aku adalah kakak kandungnya! Biarkan saja aku duluan! "
" Apa bedanya?! Jangan begitu mejelaskan kalau aku tidak di lahirkan oleh Ibumu juga, kau urus saja baik-baik Mario, siapa tahu dengan mengurusnya dengan cermat dia akan sedikit mirip denganmu. " Sephora menjulurkan lidahnya saat Meira sudah berada di dalam gendongannya.
Ariel terperangah kesal, padahal Sephora sudah memberikan saran itu dari satu Minggu Mario lahir, nyatanya sampai enam bulan ini Mario masih betah memiliki wajah seperti Ayahnya. Hah! Tidak tahu harus mengatakan apa, memang lebih baik punya anak lagi, siapa tahu akan mirip dengannya! Aduh, ngomong-ngomong dia juga belum datang bulan bulan ini, lebih tepatnya sudah telat beberapa hari. Memang iya memiliki anak lagi bukan hal yang begitu menakutkan, hanya saja membayangkan proses melahirkan setidaknya cukup membuat Ariel berpikir ulang kalau harus hamil lagi.
Win, pria yang tadinya tidak berpikir untuk memiliki pasangan apalagi memiliki anak kini semakin tak bisa menahan senyum bahagianya. Benar-benar penuh kejutan hidup ini kan? Selama bertahun-tahun dia hidup sebagai bawahan Leo, lalu sekarang dia adalah Ayah mertua dari Bosnya sendiri, memiliki cucu, anak pertama, sekarang punya anak kedua dari kerja kerasnya sendiri. Ah, yang paling penting dia memiliki seorang wanita yang cantik di sisinya. Memang benar Ibu Maria lebih tua darinya lima tahun, tapi itu sama sekali tak menjadi masalah, apalagi wajah Ibu Maria bahkan lebih muda dari pada dirinya.
Ariel tersenyum melihat bagaimana keluarganya terlihat bahagia sekarang. Dia melihat senyum bahagia dari wajah Ibunya, dia melihat Sephora yang begitu dekat dengan Ibunya bak Ibu dan anak kandung, Sephora juga menyayangi adiknya Merie, juga dengan yang lainnya. Semuanya masih seperti mimpi, apalagi semakin hari dia semakin mengenali Win yang menurut pengamatan nya tidak akan berselingkuh. Itu memang pantas untuk Ibunya, jadi sekarang hanya boleh ada kebahagiaan untuk semua orang yang di sayangi nya. Ah masalah ayahnya, Tuan Diro selama beberapa bulan terakhir terus menghubungi dan rajin menanyakan kabar anak-anak nya, juga kedua cucunya. Rencananya Ariel dan keluarga berencana untuk datang ke kampung halaman Ayahnya, sekalian menjenguk Nenek yang kabarnya semakin parah sakitnya.
" Baiklah, karena anak-anak sudah tidur, dan baby Merie juga sudah tidur, maka ini waktunya bagi kita orang tua untuk makan! " Ucap Ariel yang di sambut bahagia oleh semua yang berada di sana.
Suasana benar-benar terasa begitu indah, tawa dari bibir mereka mengiri setiap obrolan. Ini mungkin tak pernah ada di bayangan mereka sebelumnya, tapi sungguh sangat menyenangkan hingga mereka berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir.
" Kau sangat cantik hari ini, aku dari tadi saat kau selesai mandi dan rapih-rapih ingin mengatakan itu, tapi kau terus mengomel jadi aku tidak memilki kesempatan untuk mengatakannya. " Bisik Leo yang hanya bisa di dengar oleh Ariel dengan wajah bersemu merah. Benar-benar seperti gadis polos memang ketika Leo mengatakan hal semacam ini.
Ariel tersenyum dan semakin mengeratkan genggaman tangannya. Dia memang tidak bisa mengatakan kata-kata manis untuk menyenangkan Leo, tapi setidaknya dia selalu berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri Leo dan Ibu dari anaknya.
" Ehem! Ngomong-ngomong karena kegiatan makan bersama sudah selesai, aku berniat memberikan kabar bahagia untuk kalian semua loh. " Ucap Grade sembari tersenyum bahagia, dia sudah berdiri bersiap memberikan kabar bahagia yang cukup membuat semua orang penasaran.
" Kabar apa? " Tanya Ariel.
Grade kembali tersenyum, lalu menunjukan sebuah alat penguji kehamilan.
" Ta da...... Aku hamil! "
Onard tertunduk setelah menghela nafas, bagaimana tidak hamil kalau hampir setiap malam dia di terjang dan tak bisa menolak?
" Wah, Grade benar-benar gencatan senjata ya? " Ledek Ibu Maria.
" Eh? Kenapa ekspresi kalian berdua begitu? Kalian tidak senang aku hamil lagi ya? Kalian iri ya? " Tanya Grade dengan tatapan sebal kepada Ariel dan Sephora.
" Aku, sudah dua Minggu tidak datang bulan. " Ucap Spehora dengan wajah bengong nya.
" Aku juga sudah satu Minggu tidak datang bulan. " Ariel menghela nafas setelahnya.
" Apa?! " Kompak semua orang dengan tatapan terkejut, tak terkecuali suami mereka masing-masing.
" Ka kalian! Kenapa kalian juga hamil?! " Protes Grade.
TAMAT
Halo kesayangan? Semoga sehat selalu, terimakasih sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir ya? Terimakasih untuk setiap dukungan, semangat yang di berikan sehingga author bisa menyelesaikan cerita ini sampai dengan selesai ❤️
Note:
Jangan lupa mampir ke karya author, "Menikahi Selingkuhan Ibu "