
Presdir Nard, atau Leo kini tengah berada di ruangannya. Disana juga ada Ariel yang duduk di tempatnya. Mereka berdua benar-benar sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Leo, dia sibuk meneliti semua dokumen yang ada di mejanya, sementara Ariel tengah mempersiapkan jadwal mereka, ditambah Arumi kan sudah tidak lagi bekerja, jadi dia lebih sibuk dari sebelumnya.
" Sayang, hubungi anggota rapat untuk mengundur rapat selama satu jam ya? "
Ariel mengangguk saja, sungguh dia masih belum terbiasa dipanggil dengan sebutan itu. Sayang? Sampai sekarang saja dia masih merasa Ariel adalah panggilan terbaiknya.
Ariel tidak bertanya apa yang akan dilakukan Leo satu jam itu, tapi begitu Win datang kesana, Ariel jadi bisa menebak bahwa ada hal yang penting ingin mereka bicarakan.
" Semua buktinya sudah lengkap, Tuan. " Ucap Win sembari menyodorkan sebuah amplop coklat berukuran besar.
Leo menghela nafas, lalu meraih amplop itu, dan ia buka satu persatu isinya.
" Jadi dia menginvestasikan uang yang di simpan orang tuaku ke perusahaan itu? "
" Iya, dia memanipulasi banyak dokumen, terutama tentang surat kuasa yang mereka palsukan. Sebenarnya perusahaan itu terbilang stabil, tapi demi meredam kewaspadaan kita, mereka menyebarkan rumor tentang menurunnya perusahaan itu hingga hampir bangkrut. Nyatanya saham Tuan Daris dan Mark sudah empat puluh lima persen disana. "
Leo menghela nafas.
" Jadi bergerak di bidang apa perusahaan itu? "
" Dulu perusahaan itu bergerak di bidang makanan ringan kemasan, tapi beberapa tahun ini setelah diselidiki baik-baik, ternyata mereka juga menggunakan perusahaan itu untuk mengelola sebuah tambang batu bara. Makanan ringan masih di produksi, tapi itu hanya kedok saja. "
Leo mengeraskan rahangnya.
" Dia bahkan berani mempermainkan negara, sungguh luar biasa. "
Leo menjauhkan semua dokumen yang di antar Win untuknya tadi, dia sebentar terdiam berpikir, kira-kira rencana apa yang akan di jalankan dua orang itu.
" Win, bagaimana pergerakan Gun? "
" Gun, dia menyadari bahwa ada mata-mata yang mengikutinya, jadi dia sengaja tidak melakukan aktivitas berat. Dia sengaja mempermainkan kita, jadi untuk beberapa hari ini saya akan menarik orang-orang kita sampai kewaspadaannya mengendur, baru mengerahkan orang yang memiliki kehati-hatian yang lebih baik dari kemarin. "
" Di banding Daris, dan Mark, Gun itu bisa di bilang otak mereka, jadi lebih ketat awasi dia. "
" Baik, Tuan. "
Setelah membicarakan itu, Win segera pergi dari sana dengan menyamar menjadi Leo. Tujuannya adalah untuk mengecoh agar orang-orang tidak akan terlalu curiga kalau Leo sama sekali tidak muncul sekarang ini, apalagi mereka jelas tahu kalau ada beberapa orang yang di suap oleh Paman Daris untuk mengawasi Presdir Nard dan Leo.
" Sebenarnya situasi macam apa sih ini? Kalian yang serius begitu membuatku sangat gugup. "
Leo tersenyum setelah lama berpikir keras, hingga dia merasa kepalanya sakit. Sungguh dia lupa sesaat jika ada Ariel disana, dan seketika dia tak lagi merasakan kepalanya yang tadi berdenyut sakit. Leo bangkit dari duduknya, berjalan mendekati Ariel dan duduk di meja Ariel dengan posisi wajah mereka saling berhadapan. Leo mengusap kepala Ariel, dan dia sama sekali tidak berhenti tersenyum.
" Kau terganggu dengan ini? "
" Aku merasa tidak nyaman, entah mengapa aku merasa kalau Mark dan paman Daris memiliki motif yang tidak terbaca. "
" Dia hanya ingin semua ini, uang, kedudukan, kekuasaan, penghormatan. Dia mungkin akan berkonspirasi dengan banyak orang, dia mungkin akan membuat rencana yang tidak kita sadari, tapi selama aku masih menjadi Leo yang cacat, mereka tidak akan membuang tenaga untuk membunuhku. Tapi, kau juga pasti akan masuk dalam targetnya, jadi jangan lengah, jika tidak ada aku di dekatmu, kau harus pastikan ponselmu dalam keadaan hidup, dan berhati-hati dalam berkata. "
Ariel menelan salivanya sendiri. Sungguh dia amat ngeri dengan kehidupan jaman sekarang yang begitu gencar berperang otak. Ibunya saat ini sedang berperang mencari keadilan dan membuktikan kebenarannya, lalu menghukum orang yang pantas untuk dihukum. Leo, pria itu juga sangat serius dalam menghadapi Paman Daris dan Mark, itu berarti mereka adalah lawan yang tidak bisa remehkan meksipun bukan sekali dua kali mereka malah terlihat bodoh di mata Ariel.
Leo tersenyum melihat wajah Ariel yang nampak begitu berpikir serius. Dia mengusap wajah Ariel dengan satu telapak tangannya.
" Berhentilah berpikir begitu keras, ada aku, tentu saja aku akan melindungi istriku. "
" Kenapa kau membuang wajah? " Leo meraih dagu Ariel dan memaksanya untuk kembali menatap ke arahnya.
" Hei, lihat pipinya yang merona itu, kau merasa tersentuh dengan ucapan ku tadi ya? "
Ariel menepis tangan Leo, dia merengut seolah itu tidaklah benar.
" Siapa yang terpesona dengan ucapan mu? Dasar aneh! "
Leo terkekeh, benar-benar sangat lucu sekali saat Ariel bergerundel seperti tadi.
" Baiklah, berikan aku ciuman agar aku semangat bekerja dan menghadai kenyataan. " Leo sudah membungkuk ingin mencium bibir Ariel.
" Apa mulutmu tidak lelah? Semalaman kau sudah menciumiku! "
" Semalaman? Aku tidak ingat. "
Ariel tak bisa lagi protes karena Leo sudah lebih dulu membenamkan bibirnya di sana.
Tok Tok
Segera Ariel mendorong tubuh Leo untuk menjauh begitu mendengar suara pintu di ketuk.
" Benar-benar menyebalkan. " Gerutu Leo.
" Selamat siang, Presdir Nard? " Sapa seorang wanita cantik bertubuh indah yang untuk pertama kali Leo lihat.
" Siang. " Jawab Leo singkat.
Ariel, dia benar-benar tak bisa mengalihkan pandangan dari wanita cantik itu. Benar-benar sangat cantik, dadanya yang besar, bokongnya yang mendukung, aduhai pasti di mata pria, ah! Pria? Ariel melihat ke arah Leo yang berwajah datar.
Kau, kalau sampai kau tergoda dengan wanita ini, Demi Tuhan aku akan memotong cucung mu saat kau tidur, tapi karena aku baik hati, akan aku sisakan sekitar dua centimeter saja sebagai tanda kalau kau laki-laki.
" Perkenalkan, nama saya Amanda. Saya sekretaris anda yang baru menggantikan Arumi, atau sekretaris anda yang sebelumnya. "
Leo sebentar tak bicara, tapi mengangguk tak lama.
" Siapa yang merekrut mu? Setahuku seleksi pemilihan Sekretaris untukku belum lama di adakan. "
Amanda tersenyum manis, dia menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga, dan dengan anggun dia menjawab.
" Saya sudah mengikuti prosedur yang seharusnya di jalani, dan saya juga membawa laporan hasil tes saya yang sudah di nyatakan lulus. "
Paman Daris, kau benar-benar sangat perhatian sekali sampai harus mencarikan sekretaris untukku, baiklah, kita lihat saja apa yang bisa di lakukan.
Ariel menahan kesal melihat Leo terus memandangi Amanda.
Bajingan! Matamu apa tidak bisa begitu intens menatap wanita itu?!
Bersambung.