Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 76



Sephora terbengong mendengar kalimat nyelekit dari pria yang ia kenal sebagai Presdir Nard. Tahu, dia sangat tahu dengan gosip yang mengatakan jika Presdir Nard adalah orang yang sangat tidak suka sembarangan tersenyum, berbincang, juga hampir tidak pernah terlibat skandal dengan seorang wanita.


Rasanya ingin percaya tentang rumor itu, tapi melihat bagaiman Presdir Nard yang bertingkah manja saat bersama Ariel, dan juga hubungan terlarangnya dengan Ariel, seharusnya hanya orang bodoh saja yang akan mempercayai rumor itu kan?


Tidak, kali ini Sephora tidak akan menyerah, apalagi yang sedang ia perjuangkan adalah seorang Presdir yang kaya dan tampan. Memang benar Presdir Nard tidak tersenyum padanya seperti ketika bersama Ariel, tapi bukan berarti belum artinya sama dengan tidak akan kan?


Sephora kembali tersenyum, dia yakin benar bahwa pilihannya sekarang ini haruslah tetap maju pantang mundur. Pokoknya ingat saja betapa tampannya wajah Presdir Nard, dan bayangkan saja seberapa banyak uang nya, yakin, Haris yakin semua itu tentu akan membuatnya merasa bahagia sepanjang waktu. Menjadi pasangan dari Presdir Nard artinya dia adalah wanita yang jelas bisa membuat jutaan wanita iri kepadanya.


" Presdir Nard, apa anda ingin minum teh setelah makan selesai? " Tanya Sephora kembali berpura-pura menjadi begitu manis dan mempesona.


" Tidak. " Jawab Leo singkat, karena memang dia juga sedang menikmati makanan nya.


" Bagaimana kalau buah segar? "


" Tidak. "


" Jus? "


" Tidak. "


" Susu? "


" Tidak. "


" Desert? "


Leo membuang nafas kasarnya menahan kesal. Sungguh dia lapar sekali, dan tidak ingin di ganggu saat makan, tapi biarlah dulu, memberi pelajaran kepada Sephora juga adalah hal yang penting.


" Tidak. "


Sephora berpikir sebentar mencari tahu apa yang bisa di tawarkan kepada Presdir Nard, aduh! Tiba-tiba terpikirkan apakah perlu menwarkan tubuhnya? Heh... Tidak mungkin secepat itu kan?


" Bagaiman dengan camilan? "


Leo menjauhkan piringnya padahal masih banyak makana di sana. Dia muak, muak sekali harus mengatakan satu kata yang sama kepada satu orang. Jujur saja Leo ingin sekali memukul wajah Sephora andai saja dia bukan wanita. Ariel, wanita itu hanya bisa menahan tawanya melihat bagaimana wajah Leo yang terlihat sangat lelah menahan kesal sehingga terlihat mendendam hingga ingin menghancurkan dunia rasanya.


Sephora sebenarnya sangat tidak suka dengan situasi ini, tapi apakah daya karena pesona Presdir Nard terlaku memikat jika tidak segera di rauk untuk dia miliki seorang diri.


" Aku tidak mau makanan atau minuman apapun, aku hanya mau berduaan saja dengan wanita cantik di sebelahku. Kau mengerti? Jadi jangan menawarkan makanan atau minuman dan sejenisnya, aku tidak tertarik. "


Sephora menatap Ariel kesal, iya lah dia iri karena merasa Ariel tidak pantas bersama dengan Presdir Nard. Cukup, sudah cukup dia sok manis, sekarang sudah waktunya menyerang agar Presdir Nard sadar seperti apa Ariel yang sesungguhnya.


" Presdir Nard, Ariel ini adalah istri dari seorang pria. Pria itu adalah pemilik rumah ini, dia sedang dinas di luar negeri, Ariel sudah memiliki suami, jadi akan lebih baik kalau Presdir Nard tidak merusak hubungan baik antara Ariel dan suaminya. "


" Oh, kau pengertian sekali. " Ujar Leo dengan mimik yang dingin.


" Memang sih Ariel menikah dengannya karena uang saja, tapi keadaan suaminya yang cacat dan buruk rupa itu kan bayaran dari apa yang menjadi pilihannya. Mohon Presdir Nard jangan terlalu dekat agar suaminya tidak merasa dikhianati. "


" Oh? "


" Memang salahnya dimana? Menikahi pria mapan jelas lah impian semua wanita. Memang gadis mana yang tidak memimpikan ini? Aku kan sudah hidup dengan susah payah, aku dicintai oleh Ibuku, masak iya harus menikah juga dengan kesusahan? "


Sephora menggeleng keheranan.


" Ya ampun, maaf ya Presdir Nard? Ariel memang tidak paham akan etika. Padahal keluarga kami sudah menyekolahkannya di tempat yang bagus sampai dia lulus S1. Mungkin ini adalah salah kami sebagai keluarga yang kurang tepat mendidik Ariel dengan baik. "


Leo sebenarnya sudah muak sedari tadi, tapi melihat senyum di bibir istrinya, Leo sadar benar jika perdebatan itu tidak boleh dihentikan secepatnya.


" Yah, aku suka wanita yang seperti itu. Tidak tahu aturan dan etika seperti Ariel. " Ucap Leo.


Sephora menekan kekesalannya menyesal sudah mengatakan hal yang justru di anggap baik oleh Presdir Nard. Ah, dia semakin lupa! Presdir Nard kan adalah orang kaya, jadi tentu saja dia hanya butuh wanitanya saja untuk menemani tidur setiap malam. Mau dia punya etika atau tidak, bisa memasak atau tidak, mungkin tidak artinya bagi Presdir Nard.


" Ah, aku juga kadang suka lupa apa itu etika. Aku juga sering bicara ngawur, kadang juga suka membuat ulah. " Ucap Sephora yang ingin mendapatkan perhatian dan rasa suka dari presdir Nard Seperti yang dia berikan kepada Ariel.


" Dasar tidak tahu malu! Sudah tidak punya etika, berkelakuan aneh, bicaranya juga urakan. Ah untung saja kau cepat memberitahu bagaimana dirimu, padahal aku tadi berniat membawamu pergi dengan ku. "


Sephora kembali terbengong heran. Padahal saat kata-kata itu digunakan untuk Ariel dia bilang dia suka wanita yang buruk, tapi kenapa ketika itu di gunakan untuk dirinya malah mendapat hinaan dan tatapan benci dari Presdir Nard?


Ibu aku yang bodoh, atau kah selera Presdir Nard adalah istri orang? lalu, kalau aku menikah dengan Bram nanti lalu menggodanya apakah dia mau?


***


" Buka mulutmu! Atau aku akan menyodok mulutmu dengan batang sumpit! " Onard tersenyum menatap Grade sedari dekat sembari menyodorkan sushi kepadanya.


Hari ini ada beberapa reporter TV yang datang ingin mewawancarai Onard dan Grade untuk beberapa hal. Mulai dari kemunculan dua Mister L yang meresahkan, kemudian tentang bagaiman bisa ada dua cucu yang dimiliki oleh kakek? Padahal selama ini hanya nama Leo, atau Mister L lah yang di gembor-gemborkan akan menjadi pewaris tunggal dari RC. Pernikahan antara Onard dan Grade rupanya juga di sadari oleh satu satu kenalan bisnis hingga menjadi berita yang lumayan terkenal sekarang ini.


Grade tersenyum manis demi untuk memuluskan rencananya agar dia bisa meyakinkan reporter TV. Grade membuka mulutnya mengunyah dengan pelan makanan yang berasa sekali ikan mentah ya di bagian tengah.


" Wah, enak sekali ya suamiku? Biar aku siapkan untukmu ya? "


Tentu Onard tahu kalau Grade pasti akan membalasnya, jadi dia sedikit berhati-hati.


" Makan nih, sayang. " Grade tersenyum, tapi tatapannya begitu mengancam. Baru saja Onard memasukkan satu sushi, rupanya dengan cepat Grade kembali megambil untuk meyiapkan lagi ke mulut Onard, lagi, lagi, lagi, sampai mulut pria itu tidak sanggup lagi menapungnya.


Bersambung.