Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
Bonus chapter 1



" Hei, dari segerombolan wanita disana mana yang membuat jantungmu berdebar? "


" Ck! Dada busung mereka malah terlihat seperti cicak! Aku tidak suka, apalagi banyak dari mereka memiliki aset buatan Dokter! "


" Hah..... Wanita cantik berserakan dimana-mana, tapi kalian perlu berhati-hati karena wanita cantik biasanya memiliki racun yang mematikan, dan siap membuat dompetmu encok! "


Obrolan tiga pria itu adalah milik tiga orang pria tampan yang memiliki hari ulang tahun sama, dan usia yang sama. Mereka adalah Mike, Wiliam, dan juga Mario.


Mike, dia adalah pria yang sangat suka dengan wanita dengan tubuh menggoda, seperti dada dan bokong yang besar. Wiliam, dia adalah pria yang lebih suka dengan gadis berpakaian seksi serta cantik dan paling penting adalah tidak memiliki bau badan. Mario, pria itu malah menganggap kalau wanita adalah racun yang bisa membuat dunianya menjadi kacau, sebab itulah dia tidak begitu tertarik dengan wanita meski juga pernah memiliki hubungan dengan wanita.


" Ya ampun! Lihat itu yang disana! Dadanya benar-benar besar, tanganku pasti tidak akan muat ketika memegangnya! " Tunjuk Mike kepada seorang gadis yang tengah berjalan. Saat ini mereka berada di club malam untuk merayakan hari jadi Mario yang sudah resmi menyandang gelar CEO dari RC yang dulunya di pimpin oleh Ayahnya yaitu, Leonardo atau dikenal dengan mister L, atau juga Leo.


" Aku malah jadi teringat dengan tokoh hantu, Wewe domba! " Ucap Mario sebentar melihat wanita yang di maksud Mike, dia berdecih tak tertarik.


" Cih! Bodoh sekali! Wewe gembel! " Protes Wiliam.


" Kau juga bodoh! Yang benar itu Wewe gombel! " Mike membenahi karena dia tahu benar tokoh hantu terkenal di negara yang ia tinggali.


" Mana aku tahu, lagian aku tidak pernah mempelajari tentang Wewe gombel! " Wiliam berdecih sebal, lalu meraih gelas wine miliknya dan meminumnya hingga habis tak tersisa.


" Jangan heran kalau Mike begitu paham, dia itu kan selalu menjalin hubungan asmara dengan para Wewe gombel. " Ucap Mario dengan santainya. Iya, memang begitu cara Mario mencela, padahal sudah tahu benar ucapannya sangat menyakitkan, luar biasa sekali kan bisa berwajah biasa saja seperti itu?


" Mario, boleh aku menciummu? " Mike tersenyum dengan tatapan mengancam. Mario itu paling benci saat Mike bertingkah seperti itu biasanya, jadi Mike menggunakan caranya untuk membungkam mulut Mario.


" Tidak Sudi, mulut mu kotor, banyak bekas Wewe gombelnya! "


" Dasar sialan! "


" Hei, aku sudah dapat mangsa. " Ucap William mengakhiri percekcokan antara Mike dan Mario.


Mario dan Mike mengikuti arah pandang Wiliam dan mengeryit heran.


" Mutan ini kapan kau menggodanya? Padahal dari tadi kau hanya duduk saja kan? Kenapa dia membalas senyuman mu? " Tanya Mike yang merasa bingung.


" Dia hanya perlu tersenyum dan mengedipkan mata, jadi berhentilah keheranan seperti itu. " Ujar Mario dengan tatapan acuh tak ingin memperdulikan saudaranya yang sudah mulai akan beraksi. Benar saja, Wiliam bangkit dan menghampiri wanita yang sedari tadi juga menatapnya dan terus tersenyum padanya.


" Ck CK! Aku bisa tidak ya menggunakan caranya Mike? "


Mario menghela nafasnya.


" Senyum mu sangat kaku, matamu juga selalu terlihat menyebalkan, bagaimana mungkin ada wanita yang akan tergoda oleh caramu? Yah, gunakan cara seperti biasa. "


Mike menaikkan sisi bibirnya menatap Mario dengan tatapan sebal.


" Maksudmu, aku harus menunjukan isi dompetku dulu begitu? "


" Memang apa lagi? Apa kau lupa wanita kemarin yang mengatakan jika durasi mu terlalu singkat? Jangan mempermalukan dirimu dulu, sekarang lebih baik kau perbanyak olah raga dan makan makanan bergizi supaya stamina mu membaik. "


Mike membuang nafas kesalnya, dia menatap Mario kesal.


" Hei hei! Biasanya juga tidak begitu! Kemarin kan karena aku sedang dalam kondisi yang tidak baik, aku biasanya sangat lama loh! "


" Jangan gunakan kalimat itu, dan mimik wajah malas mu! Aku serius! "


" Iya iya iya. "


Mike semakin kesal tapi juga tak bisa melakukan apapun kepada saudara sepupunya itu.


" Hei Mike? Apa kabar, lama tidak bertemu. " Seorang wanita cantik dengan tubuh seperti selera Mike menghampirinya. Dia adalah mantan kekasih Mike beberapa waktu lalu.


" Kau, Sheila ya? "


Gadis itu menghela nafas sebalnya.


" Aku Shena! "


" Ah, iya maksudnya Shena. " Mike menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Malam ini ada acara? Kau datang bersama pasangan? "


" Tidak! Aku jomblo, tidak punya pasangan! " Mike tersenyum lebar, lalu merangkul si wanita dan membawanya pergi.


" Sekarang kau lagi-lagi sendiri kan? Makanya jangan sok jual mahal padahal aslinya obralan! Wek.... " Ledek Mike lalu melambaikan tangan dengan bangga membawa si wanita pergi.


" Dasar penjinak Wewe gombel! Jomblo dari mana? Kau baru saja jadian dengan gadis siang tadi! " Gumam Mario kesal sendiri.


Tak jauh darinya, sebenarnya ada seorang wanita Yang sedari tadi menatap Mario sembari mengumpulkan keberanian dan tekad. Dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan berharap itu bisa menjadi kekuatan besar untuknya. Mario, dia ingat benar bahwa pria itu di nobatkan sebagai CEO baru di perusahaan RC pagi tadi, dan dia yang dalam masalah besar terpaksa harus menggoda pria yang katanya sangat sulit untuk di dekati demi menyelamatkan perusahaan Ayahnya.


Wanita itu menepuk bagian dadanya, membenahi penyangga dadanya dan menekan agar benda kembar miliknya menyembul seperti kebanyakan wanita lainnya agar bisa membuat Mario tergoda. Dia adalah Reinara Bianka Ordhel, anak dari seorang pengusaha yang saat ini hampir bangkrut karena beberapa hal.


Dia bangkit dengan degup jantung yang luar biasa tak karuan rasanya, entah akan di anggap murahan atau semacamnya dia benar-benar harus mengesampingkan itu demi keluarganya yang akan jatuh terperosok ke jurang kesengsaraan.


" Halo, Mario Orlando Zamith? "


Mario menghela nafas, sungguh dia sudah sangat banyak menemui wanita yang memiliki niat menggodanya seperti wanita yang kini mendekatinya itu. Kenapa segala menyebut namanya secara lengkap? Bukankah sekarang dia sedang menjadi target demi kepentingan pribadi?


" Pergi, aku tidak suka berdekatan dengan orang asing, terutama wanita. " Mario menatap Reinara, atau panggil saja dia Nara dengan tatapan tajam.


" Karena aku, penyuka sesama jenis. Kau mungkin tidak tahu, tapi berdekatan dengan wanita membuat ku ingin mencakar wajahnya. "


Nara menelan salivanya sendiri, dia kira hanya rumor, ternyata memang benar Mario itu sangat sulit di dekati, dan sampai mengakui homo hanya untuk mengusirnya. Ah, tapi tidak masalah, dia benar-benar harus membuang harga dirinya sekarang.


" Wah, aku benar-benar sangat tertantang saat kau bilang penyuka sesama jenis. Aku jadi penasaran bagaimana rasanya milikmu itu. Kau pasti belum merasakan bagaimana indahnya sensasi dari seorang wanita kan? " Nara menatap sesuatu di bawah sana yang membuat Mario sedikit terancam sehingga menggerakkan tangannya dan menutupi bagian penting miliknya.


" Mister Moz, alias Mario Orlando Zamith, kau mau coba tidak? " Bisik Nara membuat Mario semakin kuat memegangi miliknya yang masih terbungkus dua lapis kain.


Bersambung.


Halo kesayangan, gimana nih boncapnya tentang tiga anak mereka? Kalau masih suka Othor bakal lanjutin, dan kalau enggak, Othor bakal akhiri sampai sini aja oke? Kasih pendapat kalian di kolom komentar ya? ❤️❤️