Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 67



Leo tersenyum lembut melihat Ariel sudah mulai menggerakkan mata akan segera bangun dari tidurnya. Semenjak dari hari dimana Mark meninggal karena bom, Ariel yang mengalami syok berat terpaksa harus banyak istirahat dan sebisa mungkin tidak memikirkan apa yang terjadi itu.


Sekarang sudah ada Onard yang akan berperan sebagai dirinya untuk beberapa hari karena dia ingin membawa Ariel untuk pergi berlibur, berharap Ariel bisa sedikit merasa bahagia dan perlahan lupa dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu hingga membuatnya syok berat seperti sekarang ini.


" Leo? " Panggil Ariel pelan karena memang Leo lah yang ada di sana dan yang dia lihat.


Leo bangkit seraya mengusap kepala Ariel, mengecup keningnya dengan lembut.


" Kau sudah bangun? "


Ariel mengangguk.


" Dokter bilang kau sudah boleh pulang, jadi kau bisa pulang, dan kita pergi untuk jalan-jalan nanti. Anggap saja ini bukan madu kita, bagaimana? "


Sebenarnya Ariel benar-benar sedang tidak ingin melakukan apapun karena tubuhnya seperti kehilangan selera dalam beraktivitas setelah apa yang dia alami tempo hari. Tapi, melihat Leo yang begitu sabar menunggunya di rumah sakit, memperlakukan nya dengan sangat baik, dan begitu perhatian, Ariel jadi tidak enak kalau menolaknya.


" Iya. " Ucap Ariel yang akhirnya mendapatkan balasan senyum bahagia dari Leo.


" Aku bantu kau bersiap ya? "


" Iya. "


***


Ditempat lain, Onard tersenyum menatap Grade yang menatapnya marah. Gadis cantik itu duduk di atas kursi dengan kedua tangan terikat kebelakang. Sungguh dia tidak ingin berteriak minta tolong karena itu pasti akan percuma saja. Onard, pria yang mirip wajahnya seperti Leo itu, nyatanya terlihat lebih bengis dan Arogan. Tatapannya yang menunjukkan betapa hausnya dia akan belas dendam membuat Grade memilih menerima saja apa yang akan dilakukan Onard padanya. Paling hanya disiksa sampai mati, atau langsung di tembak, di tikam, atau apalah hingga membuatnya seketika mati.


" Gadis yang cantik, sayang sekali amat murahan karena sering berganti pasangan seperti mengganti pakaian. Ah, aku penasaran bagaimana rasanya digunakan oleh pria-pria itu? "


Grade menatap Onard dengan tatapan tajam. Sungguh dia sangat membenci pemikiran Onard tentangnya. Memang Iya dia mengikuti gaya pacaran milenial barat yang bebas melakukan apapun saat mereka inginkan, tapi entah mengapa ketika Onard mengatakan kalimat yang seolah memojokkan dia justru sama sekali tidak terima seperti gadis suci saja.


" Kau pasti begitu menikmatinya? Ah jadi ingin memperkerjakan mu menjadi wanita malam sebagai ladang uangku. "


Grade mengigit bibir bawahnya karena tak ingin terpancing dengan apa yang dikatakan Onard. Memang benar dia bukan gadis suci atau gadis baik-baik seperti kebanyakan gadis yang di kurung di dalam rumah hingga dipertemukan dengan calon suaminya nanti.


" Ngomong-ngomong, Ayahmu itu kan sangat setia dengan Ibumu, kalau anak perempuannya dijadikan mainan, bagaimana reaksinya ya? "


Grade mengepalkan tangannya, dia kembali menatap penuh kebencian kepada Onard yang duduk dengan posisi yang memperlihatkan betapa arogannya dia. Sejujurnya dia sangat marah ketika Ayahnya di sebut oleh mulut menyebalkan dari keluarga kakeknya.


" Ah, aku takut sekali di tatap seperti itu oleh mu. " Ujar Onard terkekeh dengan maksud meremehkan tatapan Grade tadi.


" Sekarang aku sedang membutuhkan mu, jadi kau tidak punya pilihan selain mengikuti ucapan ku. "


" Kau membutuhkan bantuan ku, tapi kau memaksaku melakukanya? Hei, apa otakmu terbakar habis? " Grade tidak tahan lagi untuk tidak memaki. Maklum saja, Grade adalah orang yang ekspresif. Dia akan mengekspresikan secara langsung apa yang dia rasakan saat itu.


Onard tersenyum miring, sayang sekali! Ucapan Grade itu tidak akan mungkin bisa menyakiti hatinya. Kenapa? Tentu saja karena sudah puluhan tahun Onard hidup dengan cacat kulit sebelum di operasi hingga bagus seperti sekarang ini. Selama itu juga Onard sering di bully dan dijauhi orang, jadi dia sama sekali tidak kaget dengan hal itu.


Grade terkekeh dengan maksud mengejek Onard.


" Orang sepertimu memang pantas mendapatkannya. "


Onard tersenyum, dan itu membuat Grade semakin kesal. Padahal dia ingin membuat Onard marah besar, tapi sialnya dia malah tersenyum seolah kata-kata yang jelas menyakitkan itu tak memiliki efek sama sekali untuknya.


" Oh, kalau begitu aku berniat mengambil otak di kepalamu untuk aku gunakan. Sebenarnya aku tidak Sudi menggunakan otakmu, karena aku yakin yang ada di dalamnya hanyalah tentang mencela orang, dan hal buruk lainnya. Tapi drai pada otak tidak ada, pakai otak mu saja supaya lengkap kan tidak masalah. "


Grade terkekeh dengan tatapan dingin.


" Cobalah lakukan, apa yang kau katakan itu lakukan saja sekarang. Membelah kepalaku dan mengambil otak ku, maka lakukanlah secepatnya, aku juga sudah tidak perduli dengan apapun. "


" Tidak seru! " Ucap Onard kecewa parah. Kenapa? Tentu saja karena dia hanya ingin melihat Grade marah seperti yang ada di bayangannya. Ah, tapi Grade malah terus menjawab dengan kalimat yang jelas begitu gencar menyerangnya.


" Win! " Panggil Onard.


" Iya, Tuan palsu? "


Onard berdecih sebal, tapi sekarang dia sudah mulai ngantuk, jadi harus segera menyelesaikan urusan tentang Grade.


" Siapkan upacara pernikahan untuk kami, sesederhana mungkin, sampai tidak ada yang boleh tahu kalau bisa. "


Grade menatap Onard dengan begitu terkejut, sementara Win, dia hanya bisa menghela nafas saat merasakan kepalanya berdenyut lagi-lagi karena ulah Onard.


" Oke. " Ucap Win.


" Siapa? Siapa yang kau maksud? " Tanya Grade masih melotot terkejut tak berkesudahan.


" Siapa? You, and me! We, together, and we maried. " Onard terkekeh entah apa maksud ya sembari menatap Grade yang terus menatapnya tak percaya.


" Kau gila! Bedebah! Bajingan! Brengsek! Kau pikir kau siapa?! Aku tidak akan menikah! Kau jangan macam-macam, kau tidak boleh memaksaku. "


Onard membuang nafas sebalnya. Memang siapa juga yang begitu ingin menikahi Grade yang mulutnya sangat beracun itu? Kalau bukan karena permintaan kakeknya beberapa saat lalu, mana mungkin dia Sudi menikahi Grade?


" Onard, menikah lah dengan Grade ya? Dia sudah tidak memiliki siapapun, karena kakek dia menderita dan kehilangan orang-orang tersayang nya. Menikah lah dengannya, karena kalau dia bersama dengan kita, mudah sekali bagi kakek untuk menebus semua kesalahan yang pernah kakek lakukan. "


" Kek, aku berniat mempermainkannya dengan menjadikan dia pelayan rumah, bukan menikahi dia. Aku tidak ingin menikah, kakek tahu kan? " Ujar Onard yang jelas tidak tertarik dengan pernikahan, apalagi yang akan dinikahi adalah anak dari orang yang sudah membuatnya menderita bertahun-tahun lamanya.


" Onard, kakek sudah memberitahu mu semua kebenaran ini kan? Tolong bantu kakek menjaga Grade ya? Dia adalah putrinya Daris, maski bukan cucu kandung ku, tapi dia pantas untuk cinta dariku. "


Bersambung.