Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
Bonus Chapter 38



" Aku benar-benar tidak habis pikir dengan wanita, sudah di tanya mau apa? Aku harus melakukan apa supaya bisa berhenti merengut, dan melayani suami dengan baik serta tulus. CK! Ujung-ujungnya aku jadi kesal sendiri karena di buat merasa seperti sedang berbicara dengan angin. " Kesal Mike yang tengah mencurahkan isi hatinya kepada Mario dan juga Wiliam. Yah, hari ini mereka sengaja berkumpul setelah mengambil waktu pulang kantor lebih cepat. Tujuannya adalah untuk menghilangkan stres berat yang di rasakan mereka, siapa tahu dengan sedikit minum juga curhat akan membuat beban pikiran mereka berkurang.


" Tapi kau masih mending, biarpun wajah istrimu tidak ikhlas dia masih mau memberikan lubangnya untuk kau gunakan. Lah aku? Cuma bisa melihat saja tapi tidak berani memasukkan punyaku ke lubang istriku sendiri yang artinya lubang itu milikku seutuhnya kan? " Ucap Mario tak kalah penat pula wajahnya.


" Kau saja yang bodoh! Kenapa juga kau hanya melihat lubang istrimu? Kalau aku jadi kau, sudah aku seruduk masa bodoh mau dia merengut kek, mau dia kesal ngomel tidak jelas kek, yang penting kan kita enak. " Ujar Mike menggampangkan karena memang dia kan tidak tahu bagiamana Moza sebenarnya.


" Cih! Kau mana tahu bagaimana tegasnya Moza. Dia itu tidak boleh kena singgung sedikit sudah langsung memberikan hukuman. Dia sengaja menggunakan seksi, lingerie yang sangat tipis sekali, bahkan beberapa kali keluar dari kamar mandi tidak menggunakan apapun. Aku ya tentu saja ingin langsung menarik dia dan membawa tubuhnya untuk aku nikmati, tapi masalahnya wajah Moza yang tegas itu membuatku mati kutu. Iya, dia melarang ku menyentuhnya tapi aku di hukum dengan harus melihatnya seperti itu belakangan ini. " Wiliam menghela nafas pilu.


" Kalian itu masih tidak sadar juga ya? Kalian berdua itu kan brengsek, ya wajar saja kalau istri kalian begitu. Satu di layani tapi wajahnya merengut, yang satu hanya boleh melihat lubang istrinya tapi tidak boleh di gunakan, apa kalian ini tidak berpikir kalau sebenarnya kalian pantas mendapatkan itu? "


Wiliam dan Mike kompak menoleh ke arah Mario yang sedari tadi hanya terdiam dan menghela nafas saja ketika Wiliam dan juga Mike bercerita mengenai rumah tangga mereka.


" Terimakasih sudah mengingatkan, tapi kami akan lebih berterimakasih kalau kau tetap menjadi pendengar dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. " Ujar Wiliam mewakili juga Mike yang tengah mengangguk setuju.


" Diam di saat kalian terus menceritakan urusan ranjang saja tentu aku akan muak mendengarnya. Memang masalah kalian berdua hanya urusan ranjang saja? "


" Iya! " Mario sampai tersentak dengan jawaban Wiliam dan juga Mike yang sangat kompak dengan wajah mereka yang serius itu.


Mario menggeleng heran, kalau masalah ranjang sebenarnya juga dia agak sedikit bermasalah, kalau dulu Nara hanya suka memancing melalui kata-kata sindiran atau hinaan, maka sekarang Nara benar-benar sangat agresif sekali. Entah ilmu dari mana tapi Nara yang sekarang ini memang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dia benar-benar tidak ada rasa malu atau segan lagi, kapanpun dia butuh Nara akan memulai aksinya tidak perduli itu tengah malam, lagi, ataupun subuh.


" Kau mengatakan itu, jangan-jangan sampai sekarang kau belum tau rasanya cucungmu masuk ke lubang istrimu ya? " Ledek Mike, dia tertawa setelah itu seolah menganggap dan meyakini bahwa yang dia ucapkan adalah sebuah kenyataan.


" Berpikirlah semau kalian, aku tidak mau mejelaskan hal yang tidak berguna seperti itu. " Mario meraih gelas wine miliknya lalu meneguk sedikit karena dia tidak ingin sampai mabuk, dan akan membahayakan dirinya saat mengemudi nanti.


" Sudahlah, aku mengerti kalau kau memang kesulitan. Tapi sebagai saudara, juga sebagai temanmu aku akan dengan baik hati mengajarimu melakukan yang namanya uhui supaya kau tidak gugup nantinya. " Ujar Wiliam yang tentu saja dia hanya meledek saja.


" Lalu bagaimana kalau aku mengirimkan gambar lubang wanita supaya kau tidak kaget nanti? Jangan kaget melihat lubang wanita, meksipun bentuknya memang jauh berbeda, tapi- "


" Berhentilah membicarakan omong kosong, apa kalian tidak lelah? " Mario menatap Wiliam dan juga Mike secara bergantian dengan datar tapi nada suaranya benar-benar menunjukan bahwa dia muak dengan pembicaraan itu.


" Lelah? Kau bercanda ya? Kami ini memberikan saran dan juga masukkan untukmu. "


Mario membuang nafas sebalnya, dia menatap Wiliam dan Mike secara bergantian lalu mengendurkan dasinya, membuka kancing kemeja yang ia gunakan lalu menunjukkan banyaknya ganda merah yang di tinggalkan Nata di sana.


" Kalian sudah puas? Kalian seharusnya tahu benar ini bekas apa, dan betapa banyaknya bekas merah yang di tinggalkan Nara untukku. Ini juga adalah sebagai bukti bantahan dai tuduhan kalian. Pertama aku sudah lama tidak perjaka karena di hari kedua aku dan Nara sudah melakukan itu, kedua aku baik-baik dengan kemampuan ku, ketiga aku dapat merasakan istriku dengan sangat baik, jadi lah tanda ini di buat Nara tanpa sadar. Lalu kalian? Menyedihkan sekali! Satu hanya menonton lubang istrinya sendiri, aku yakin kau pasti sudah meneteskan banyak air liur belakangan ini kan? Dan kau Mike, istrimu tentu saja malas melayani mu, istrimu pasti tidak puas karena setiap kali kalian melakukannya, kau baru beberapa bentakan tapi sudah keluar jadi istrimu wajar kalau malas melayani mu. Lebih baik kau minum banyak vitamin siapa stamina mu baik dan tidak secelup dia celup sudah selesai. Masa iya lebih cepat mengeluarkan cairan mu di banding cuci tangan? "


Mike dan Mario kompak terlihat kesal. Mereka sebenarnya ingin sekali menutup bibir Mario yang sangat menyakitkan saat bicara. Tapi, masalahnya adalah ucapan Mario sepertinya memang benar sehingga mereka jadi tidak bisa membantah apalagi memarahi Mario balik.


" Mike, kau berhentilah bersikap manja dan terus mengandalkan keluargamu untuk menyokong keuanganmu. Bagiamanapun kau kan sudah menikah, istrimu harus merasakan bagaimana suaminya memperjuangkannya, memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang sehingga ilmu itu bisa di turunkan kepada anak kalian nanti. Sementara kau, Wiliam. Berhentilah menerima panggilan telepon atau membalas pesan dari wanita di luar sana. Kalian cobalah untuk memposisikan diri jika saja kau yang jadi istri kalian. Aku mengatakan ini karena Ayahku pun memberikan contoh itu padaku, Ayahku juga bilang, satu saja istrimu bisa membuatmu kaya raya. Tapi, jika kau memilki dua wanita atau lebih, sebanyak apapun uangmu akan begitu cepat habis. Aku juga kadang masih merasa pernikahan dengan Nara adalah kesalahan, tapi melihat Nara setiap hari juga membuatku merasa kalau akan lebih baik jika kami hidup bersamanya. "


Bersambung.