Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 50



Karena tak mendapati kesepakatan yang di inginkan, Tuan Diro beserta anak istrinya memutuskan meninggalkan rumah Leo dengan perasaan kesal. Tuan Diro, dia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan mantan istrinya itu. Benar, keinginan untuk datang kesana bukanlah keinginannya, sekarang dia benar-benar tidak ingin mencari tahu apakah ucapan Ibu tiri dan bukti yang waktu itu dia berikan berupa tes DNA yang menyatakan Ariel bukanlah anak kandungnya. Bukan tidak perduli, tapi dia hanya takut kalau pada akhirnya dia akan di desak untuk memohon kepada Ariel dengan statusnya sebagai Ayah kandung. Sudah cukup, dia sudah mengecewakan Ibu Maria, Ariel, selama ini, dia tidak ingin menyakiti dua wanita yang seharusnya dia jaga dengan baik itu.


" Tidak bisa begini! Ayah, ayo cepat lakukan sesuatu, bagaimana mungkin kita keluar dari rumah itu?! Bukan depan Aku dan Bram kan akan menikah, nanti kalau Bram tahu kita sudah jatuh melarat bagaimana mungkin dia akan menikahi ku? "


Ibu tiri memijat pelipisnya, iya dia merasa pusing. Sebenarnya dia bisa saja kembali ke rumah Ayahnya dan tinggal disana, tapi kabar bahwa Ibu Maria menyelidiki kasus korupsi dengan mendetail benar-benar membuatnya tak bisa sembarangan melangkah sekarang ini. Sungguh sangat dilema, dilain sisi dia ingin melampiaskan kekesalan dan kekecewaan kepada Tuan Diro, tapi pria itu juga tidak tahu cerita lengkapnya dari peristiwa sebelas tahun lalu itu. Selama ini dia memberikan bukti-bukti yang sudah di manipulasi agar Tuan Diro percaya padanya, dan kembali padanya karena sejatinya dia masih mencintai Tuan Diro. Jika ada yang bertanya, dimana posisi Tuan Diro di perusahaan itu, maka Tuan Diro adalah seorang asisten dari manager utama perusahaan tersebut, perusahaan dimana Ayahnya Ibu tiri, ibu tiri sendiri, dan juga Ibu Maria bekerja.


Ariel tersenyum, sungguh dia bahagia mendengar tiga orang itu menderita seperti sekarang. Sayangnya penderitaan itu belum akan selesai, dia juga ingin membalas dengan caranya sendiri.


Ayah, Ibu tiri, Sephora, dan kau Bram, suatu hari nanti aku akan membuktikan dengan sangat bangga, dan betapa beruntungnya aku tidak menjadi bagian dari kalian semua.


Setelah beberapa saat, Leo sudah pergi lebih dulu bersama dengan Win, sedangkan Ariel diminta menyusul ke RC seperti permintaan Leo semalam.


Setelah bersiap-siap, Ariel di antar oleh sopir sesuai dengan perintah dari Leo.


Sesampainya di RC, Ariel segera berjalan menuju ruangan Presdir, tempat dimana dia dulu bekerja disana. Kedatangan Ariel rupanya membuat banyak pasang mata menatap heran, tentu kabar resign Ariel sudah tersebar jadi wajar saja mereka semua merasa heran.


" Ah! "


Pekik Ariel mendapati dua orang yang seharusnya menjadi satu. Iya, dia adalah Presdir Nard dan juga Leo yang duduk di kursi roda berada bersebelahan.


Presdir Nard tersenyum, lalu berjalan menghampiri Ariel yang terlihat sangat terkejut.


" Selamat datang, sayang? " Sapa nya, lalu segera menutup pintu karena ada banyak hal yang harus di bicarakan dengan Ariel.


" Apa apaan ini? " Ariel ternganga, dia memegang dinding ruangan untuk menahan tubuhnya yang lemas seperti ingin pingsan. Presdir Nard, yang jelas juga adalah Leo segera meraih tubuh istrinya dan merangkul karena dia melihat betapa gemetar bahkan tangannya juga bisa merasakan tubuh Ariel menjadi dingin dan berkeringat sangat banyak.


" Tenanglah, aku akan menjelaskan kenapa harus ada si cacat disini. " Ucap Presdir Nard atau Leo kepada Ariel.


" Dia itu Win. "


Ariel melotot marah, dia ingin memukul kepala pria itu tapi dengan segera Leo menahan tangan Ariel dan membawanya ke dalam pelukannya.


" Apa-apaan kalian ini?! Jadi, apa saat aku tidak tahu kalian pernah bertukar dan tinggal untuk tidur bersamaku? "


Win yang berdandan amanat mirip dengan Leo yang cacat hanya bisa menggeleng secepat mungkin.


" Tidak! Saya tidak pernah melakukan itu, Nona Ariel. Kan setiap kali anda di rumah saya juga ada sebagai Win, saya hanya akan menggantikan Tuan ketika tokoh Leo dan Presdir Nard harus berada di satu lokasi yang sama. "


Ariel menjauhkan tubuhnya dari pelukan Leo. Ah, benar-benar ingin memukul kepala dua pria itu, tali melihat mata mereka yang seperti begitu merasa bersalah dia jadi melas untuk melakukannya. Sudahlah, lebih baik menanyakan bagaimana selanjutnya karena Ariel tahu benar akan ada hal besar kalau tidak mereka tidak akan mungkin sampai menghadirkan Leo dan Presdir Nard dalam satu lokasi.


" Paman, dan Mark akan datang, kakek juga akan datang. Paman akan membuat ulah, begitu juga dengan Mark, kau hanya perlu bersikap seperti asisten untukku, dan karena ini di kantor, kau tidak boleh mesra dengan Leo, jadi jaga jarak sejauh mungkin dengan Win. Kau harus dekat denganku, kau kan asisten pribadiku selama di sini. "


Ariel ternganga keheranan, tidak boleh dekat dengan tokoh Leo karena ini di kantor? Sedangkan dia harus dekat terus dengan Presdir Nard sebagai asisten. Entah ini yang dimaksud dengan profesional kerja, atau akal-akalan Leo saja?


Win, pria itu benar-benar tidak pernah merasa gugup atau pun salah tingkah sebelumnya, tapi melihat Ariel dan Leo berinteraksi, bahkan Leo menggenggam tangan Ariel terus menerus membuat Win panas dingin sendirian.


Tok Tok


" Selamat pagi, Presdir Nard? Selamat pagi, Mister L? Tuan Daris, Tuan muda Mark akan segera masuk ke dalam, bersama dengan Tuan besar. " Ucap penjaga pintu.


" Biarkan dia masuk. " Ucap Win yang berperan sebagai Mister L, atau Leo yang sebenarnya kuasanya lebih tinggi dari pada Presdir Nard. Ariel masih belum paham benar situasi sebenarnya, tapi dia tidak memiliki pilihan selain ikut dalam permainan aneh mereka.


Presdir Nard bangkit seperti seharusnya menyambut Paman Daris dan Mark, Ariel berdiri di belakang Leo.


" Selamat datang, Tuan Daris, Tuan muda Mark, dan Tuan besar. " Ucap Presdir Nard yang membuat Ariel keheranan sendiri.


" Apa kabar, Nard? " Paman Daris menyodorkan tangannya menjabat Presdir Nard. Dengan segera Presdir Nard menyambut ramah ukiran tangan itu, menjabat dengan senyum yang begitu bersahabat.


" Kau datang lebih pagi dari pada kami ya, Leo? Apa kabar, Ariel? " Sapa Paman Daris kepada Leo ( Win ).


" Aku baik, paman. " Jawab Ariel sopan dan memang seperti itu seharusnya.


Mark tersenyum melihat Leo yang tak bicara sama sekali.


" Hanya rapat seperti ini kau juga membawa istrimu? Kau benar-benar sangat mengandalkan istrimu ya? " Mark kembali tersenyum dengan tatapan mengejek.


" Silahkan duduk, Tuan Tuan sekalian. " Ucap Presdir Nard.


Kakek seperti seharusnya, dia memilih diam dan sok dingin.


Setelah duduk Mark kembali tertarik untuk mengomentari Leo.


" Ariel, lihatlah suamimu itu, dia sangat kasihan karena kau memilih duduk di samping Nard. "


Bersambung.